Sabtu, 04 Januari 2014

Life on The Refrigerator Door



Terjemahan: Kehidupan di Pintu Kulkas
Penulis: Alice Kuipers
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Desin Cover: Ria Radja Haba
Penebit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: November 2008
Jumlah hal.: 240 halaman
ISBN: 978-979-22-4173-0

KALAU HIDUPMU TAHU-TAHU BERANTAKAN, SANGGUPKAH KAU BERPEGANG PADA CINTA?

Kehidupan di Pintu Kulkas adalah tentang pesan-pesan di kulkas antara seorang ibu dan putri remajanya, Claire. Pesan yang dibuka dengan kehidupan yang serba bergegas, tak ada waktu untuk bicara dan bertemu, kemudian berkembang menjadi sesuatu yang sangat dalam: kesadaran bahwa cinta berarti menyediakan diri kita bagi orang yang kita cintai.

***
Novel ini dibuka oleh daftar belanjaan. Yup, daftar belanjaan yang sering kali kita temukan tertempel di pintu kulkas dan ditahan oleh magnet yang punya bentuk yang imut-imut. Seluruh isi buku ini berupa pesan-pesan yang ditempelkan di kulkas.

Pesan-pesan ini awalnya berisi berbagai pesan yang umum terkait belanja, pesan-pesan terkait jadwal Claire dan ibunya. Rasanya agak kesal juga saat menyadari bahwa pesan-pesan ini menunjukkan seberapa jarang mereka berinteraksi secara langsung. Kesibukan mereka berdua berhasil menjauhkan mereka berdua.

Claire ada gadis berusia 15 tahun yang tinggal dengan ibunya. Orang tuanya bercerai dan ibunya bekerja sebagai dokter. Ini menjelaskan kenapa ibunya bekerja sekuat tenaga untuk membiayai mereka. 

Kemudian datanglah masalah itu.
Sebenarnya cukup aneh bahwa mereka akhirnya lebih terbiasa menyampaikan sesuatu lewat tulisan daripada berbicara langsung. Hingga akhirnya masalah kanker yang diderita ibu Claire pun mereka tulis dalam pesan-pesan di pintu kulkas itu.
***
Membaca buku ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena ada saatnya pesan-pesannya benar-benar singkat terkait uang jajan, atau kekesalan tertentu. Tapi ada juga saatnya pesan itu menjadi semakin panjang terutama saat ibu Claire terkena kanker.

Novel ini meskipun singkat berhasil membuat saya menangis dan berkaca-kaca saat membacanya. Rasanya sedih juga membaca tumpahan perasaan Ibu Claire yang bercerita tentang kebingungannya sendiri menghadapi kanker yang ia derita. Atau tentang Claire yang akhirnya menyadari betapa penting kehadiran sang ibu dalam hidupnya.

Buku ini memang sederhana tapi menggunakan teknik bercerita yang unik. Selain itu mengangkat hal simple, ya sesimple memasang pesan-pesan itu di pintu kulkas. Tapi kemudian mengajarkan kita tentang pentingnya terbuka dalam menyampaikan perasaan terutama kepada orang terdekat kita. Sebab dari merekalah kita bisa mendapat kekuatan untuk berjuang melawan dunia (tsahh..bahasanya mulai lebay nih).

Hm..tapi sebenarnya pesan-pesan seperti ini tidak pernah saya alami. Bahkan sekedar pesan berupa daftar belanjaan pun tidak pernah ada di pintu kulkas saya. Ini mungkin karena mama adalah ibu rumah tangga sehingga beliau selalu ada kapan pun saya membutuhkan teman bercerita.

Hm, jika harus memberi label bintang untuk buku ini, maka saya memberinya 3 bintang. 1 untuk cara bercerita yang menarik, 1 untuk drama keluarga yang sedih namun manis, dan 1 untuk cerita yang ringan namun rapi dan mudah dipahami.
cover yang ini lebih manis dan berkesan lebih dewasa (sumber: polilladelibros.wordpress.com)
***
Quote
“Aku akan berharap yang terbaik sementara bersiap menghadapi yang terburuk. Mom, Apakah itu terdengar seperti kompromi yang bagus?” (hal. 215)

Tentang Penulis
Alice Kuipers lahir di London, Inggris. Kini tinggal di Kanada bersama suaminya yang merupakan orang Kanada. Saat tinggal di Kanada inilah ia semakin giat menulis dan akhirnya berhasil menerbitkan novel pertamanya. Life on the Refrigerator adalah novel pertamanya dan diterbitkan di 28 negara dan berhasil memenagkan beberapa penghargaan. Buku lain  yang juga ditulisnya adalah Lost for Words  yang di beberapa negara lain diberi judul The Worst Thing She Ever Did. (sumber: www.harperteen.com)
***
 Blogpost ini diikutkan dalam RC berikut



Tidak ada komentar:

Posting Komentar