Kamis, 16 Januari 2014

I’mpossible



Penulis: Orinthia Lee
Editor: Ara Philomina
Desain Cover: Agoes
Layouter: Febri
Pracetak: Endang
Penerbit: PING!!
Cetakan: Pertama, Oktober 2013
Jumlah hal. : 195 halaman
ISBN: 978-602-279-016-7
Jadi berasa balik ke SMA lagi baca buku ini, inget sama suka dukanya jadi ABG. Enaknya dibaca pas weekend, ditemani es cappuccino dan muffin blueberry. (Nilam Suri, penulis novel Camar Biru).

Hidup nggak selalu seperti yang kita inginkan. Saat “yang nggak kita inginkan” itu datang, rasanya senang jika bisa melaluinya dengan baik. Novel ini mengajak kita untuk melihat diri kita sendiri dan mengenali potensi di dalamnya dengan gaya cerita yang remaja banget. (Hapsari Hanggarini, penulis novel Sapporo No Niji).
 
***
Cerita dibuka dengan memperlihatkan kehidupan seorang Fay. Ia dan kehidupan populernya membuat Fay menjadi sosok yang memandang seseorang dari seberapa kaya, cantik, pintar, atau populer orang tersebut untuk dia jadikan teman. Benar-benar menilai seseorang dari sisi luarnya saja.

Ia kemudian harus berhadapan pada sebuah kehidupan yang lain saat ayahnya jatuh sakit dan kemudian ia tahu bahwa sang ayah telah bangkrut. Perekonomian keluarga mereka yang mendadak jatuh hingga membuat semua harta habis dan rumah mereka disita, membuat Ibu Fay pergi bersama dua adik Fay. Sang ibu meninggalkan Fay dan ayahnya dibawah perlindungan nenek Fay.

Ini benar-benar pukulan berat bagi Fay. Ia baru mengetahui tentang karakter ibunya saat keadaaan terasa sangat berat. Namun syukurlah ia memiliki seorang nenek yang baik, lembut, pengertian, dan bijaksana (ha..ha..kurang baik apa lagi??). Dengan dukungan sang nenek, Fay belajar menjadi anak perempuan yang lebih tangguh dan mandiri. Tapi sayangnya ada satu hal yang membuat hidup Fay semakin terasa sulit, yakni “gengsi”.


Ya, gengsi dan harga diri membuat Fay terus bersekolah di sekolah elit tempat ia bersekolah sebelumnya. Demi gengsi, dia berusaha tetap tampil seperti orang kaya, dan demi gengsi ia harus terus berbohong kepada ketiga sahabatnya agar mereka tidak tahu bahwa ia sudah jatuh miskin.

Sebagai ganti keinginannya untuk tetap bersekolah di sekolah elite tersebut, Fay harus bersedia membantu nenek mencari uang untuk membayar biaya sekolahnya yang mahal. Lantas, Fay harus kerja apa? Dia tidak mau menjadi pelayan restoran ataupun pekerjaan-pekerjaan kasar (yang tentu saja demi menjaga image dia). Maka akhirnya ia pun memutuskan membuka toko online. Tapi kok lebih banyak tekornya? Kok usahanya gak maju-maju?

Kebohongan pasti harus berakhir dan apakah ketiga sahabat Fay memang benar-benar sahabat? Apakah usaha jualan online Fay akan benar-benar berhasil?

***

Cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama ini benar-benar bacaan yang menarik untuk remaja. Walaupun setting cerita dan beberapa potongan ceritanya sudah familiar kita temukan di novel-novel remaja lain, FTV, ataupun sinetron; namun tetap saja ada hal lain yang membuat buku ini jadi berbeda.

Cerita yang dibuka langsung dengan menampilkan sikap angkuh Fay langsung membuat saya paham tentang karakter Fay. Ya, tipikal anak perempuan kaya, populer, dan mudah mencela orang lain. Tentu saja ia dikelilingi oleh teman-teman yang setipe dengannya. Dan ketika ayah Fay bangkrut, maka seketika eksistensi perempuan ini menjadi rapuh. Ia tidak lagi menjadi Fay yang kaya, menarik dan populer. Sahabat? Biar waktu yang membuktikan apa itu sahabat sejati.

Plot ini sudah sering kita temui. Namun ada bagian menarik dari novel ini. Yaitu, cerita perjuangan Fay untuk membangun bisnis online agar bisa membayar uang sekolahnya yang mahal. Usaha yang dijalani Fay ini benar-benar menarik sebab terasa sangat nyata. Melalui cerita ini, pembaca bisa belajar untuk membangun bisnis online. Selain itu, remaja-remaja yang membaca buku ini akan mendapat suntikan semangat untuk berani membangun usaha. Berani bermimpi serta berusaha mewujudkannya. Kisah Fay akan mengajarkan remaja-remaja Indonesia menjadi enterpreneur muda.

Selain itu, yang diperlihatkan di sini bukanlah mimpi yang muluk. Sebab membuat bisnis online memang nyata dan bisa diaplikasikan. Pengalaman-pengalaman Fay bisa menjadi pembelajaran bagi mereka yang berkecimpung di bisnis online ini.

Satu hal yang membuat saya terus tertarik mengikuti cerita ini hingga tamat adalah rasa penasaran tentang kapan kebohongan Fay akan berakhir? Seperti apa kondisi Fay setelah teman-temannya tahu kondisi dia yang sebenarnya? Apa pacar Fay, Adrian, adalah tipe pria yang baik yang menyayangi Fay apa adanya? Berhasilkan Fay membangun usahanya? Dimana Ibu Faya berada? Apa alasan hingga dia pergi begitu saja?

Ya, pertanyaan-pertanyaan itu berhasil dijawab dengan baik oleh Orinthia Lee. Ia berhasil membuat saya puas saat membaca buku ini. Tidak ada bagian cerita yang terasa menggantung bagi saya.

Sayangnya, covernya tidak begitu sesuai dengan isi cerita dan terasa kurang “nendang” (heh?? Bahasa apa itu, Tria?). Tapi untuk judul? Saya sebut itu judul yang kreatif dan menarik (^_^)v

Jadi, jika harus memberikan bintang untuk buku ini, maka saya memberinya 3 bintang masing-masing untuk judul yang kreatif, cerita yang mendidik dan pelajaran tentang bisnis online yang sangat bermanfaat.

P.S: Buku ini adalah hadiah karena menang Giveaway yang diadakan oleh Zelie (Book Admirer). (^_^)v


***
Quote:
“... sekarang aku tahu bahwa hidup tidak selalu di atas dan saat jatuh ke bawah bukan berarti harus menyerah. Justru saat ada di bawah, aku bisa melihat hal-hal yang sebelumnya tidak kulihat. Seperti, siapa orang-orang yang benar-benar tulus kepadaku dan siapa yang tidak.” (hal. 136)

Tentang penulis:
Orinthia Lee sangat menyukai buku-buku yang ceritanya memberi pelajaran hidup untuk pembacanya. Novel perdananya berjudul Why Always Me? Ia pernah menjadi kontributor dalam kumpulan cerpen Kota Cerita.
Jika ingin menghubungi Orinthia Lee bisa melalui twitter: @orinthialee atau bisa juga jalan-jalan ke blognya usankofictions.blogspot.com
***
 Review ini saya ikutkan dalam RC berikut:


untuk kategori Freebies Time

Tidak ada komentar:

Posting Komentar