Senin, 30 September 2013

Buying Monday (3)




Ini adalah ketiga kalinya saya mengikuti Meme Buying Monday yang dihosting oleh Aul, dalam Black in The Book –nya. Bulan lalu saya gagal memenuhi janji pada diri sendiri untuk puasa buku (saya rasa untuk dosa yang satu ini, saya bukanlah satu-satunya orang yang memendam rasa bersalah). Dan dengan menggabungkan buku-buku dari bulan-bulan lalu, seharusnya saya punya setumpuk buku yang cukup untuk saya baca. Namun saya harus realistis bahwa saya tidak akan bisa berjanji untuk tidak belanja buku bulan depan. Kenapa??? Karena di awal Oktober akan ada pesta  buku di Bandung, yang itu berarti saya tidak akan bisa menahan diri untuk menyambar sejumlah buku dan membawanya ke kasir. So, untuk bulan ini saya tidak akan mengumbar janji untuk puasa belanja buku. *sorry..feeling guilty..but just feeling..he..he.. (-_-“)*

Ok, mengawali pengakuan dosa saya bulan ini,

Dewi Sartika



Penulis: Rochiati Wiriaatmadja
Penerbit:  Depdikbud Proyek Pembinaan Sekolah Dasar
Cetakan: 1985
Jumlah hal.:  vi + 128 halaman
ISBN: ---

Jangan tanya bagaimana saya bisa menemukan buku ini. Perlu sedikit perjuangan yang keras. Saya bahkan baru menemukan 3 buku yang membahas tentang Dewi Sartika. Buku ini salah satunya dan setahu say buku ini sudah tidak dicetak ulang lagi. Dan sekedar info, sebenarnya di halaman depan buku ini tertera tulisan “Tidak Untuk Diperdagangkan”.

Menurut saya seharusnya buku ini dicetak kembali saja agar bisa memberi banyak manfaat bagi generasi muda. Mereka perlu banyak tokoh idola yang bisa mereka jadikan teladan selain para entertainer yang berseliweran di layar kaca. *mendakak terpikir, kenapa tidak ada film atau mini seri untuk mengangkat kisah hidup para pahlawan-pahlawan Indonesia. Jangan yang epic. Tapi yang nyata dan memang punya peran penting untuk kemerdekaan Indonesia*

Buku ini adalah buku biografi tentang tentang Raden Dewi Sartika. Siapa yang familiar dengan nama ini? Ya, di saat kita SD dan belajar tentang pahlawan, maka nama beliau akan ikut disebut secara sambil lalu oleh guru sebelum atau setelah menjelaskan tentang kepahlawan Kartini. Ini karena Dewi Sartika pun memperjuangkan hak-hak kaum perempuan.

Jumat, 20 September 2013

Last Roommate




Penulis: Theresia Anik
Penerbit: Stiletto
Cetakan: I, Juni 2012
Jumlah hal.: vii + 203 halaman
ISBN: 978-602-7572-04-1
Renata Camelia, seorang perempuan biasa-biasa saja. Penampilannya biasa, pekerjaannya biasa (kalau tidak bisa dibilang membosankan), kondisi keuangannya juga biasa (metafor dari pas-pasan), dan dia belum punya pacar di usia matang. Benar-benar terlalu biasa
Yang luar biasa adalah rekornya berganti teman seapartemen hingga empat kali dalam dua tahun. Kepolosan dan kebaikan hati Renata sering disalahartikan oleh teman seapartemennya tersebut. Padahal sebenarnya, dia hanya menginginkan seseorang yang bisa menjadi sahabatnya. Bukan gadis bermulut manis tapi berbisa, bukan cewek oportunis, atau malah cewek minderan yang hanya bisa hidup dala fantasi.
Beruntunglah akhirnya Renata menemukan teman lebih dari apa yang diharapkannya. Seorang sahabat cowok bernama Nesta yang membuatnya kembali merasa bahagia, utuh dan terlindungi. Apalagi Renata bisa tetap bebas mondar-mandir di apartemennya dengan hanya memakai celana pendek atau bahkan berkeliaran dengan bikini saja, karena Nesta adalah seorang gay.
Tunggu, tapi apakah benar Nesta adalah seorang gay seperti pengakuannya? Karena ternyata Nesta juga punya begitu banyak rahasia. Dan seperti bom waktu, akhirnya rahasia-rahasia itu meledak dan membuat Renata seperti terpental sampai ke bulan.
***
Renata adalah perempuan muda yang tengah menikmati hidupnya yang nyaris tanpa riak. Ia adalah perempuan yang hidup dengan pandangan bahwa dirinya adalah sosok yang biasa saja . Ini membuat sahabatnya, Calista, gregetan. Karena menurut Calista, Renata terlalu memandang rendah dirinya. Sikap Renata ini membuatnya sering diperlakukan seenaknya baik di kantor maupun di apartemen.

Bicara tentang apartemen, Renata selalu tidak beruntung terkait masalah teman-teman seapartemen. Roommate pertamanya bernama Scarlett.

Janji Es Krim




Penulis: Nimas Aksan
Penerbit: Stiletto
Cetakan: I, Maret 2012
Jumlah hal.: ix - 267 halaman
ISBN: 978-602-7572-00-3

Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama untuk menggambarkan kehidupan Mia Aminatiara yang penuh dengan kesialan. Bagaimana tidak, Mia sudah 9 kali putus dengan 9 pria berbeda, ia pun sudah 9 kali dipecat dari pekerjaannya. Semua itu bertolak belakang dengan kehidupan kakaknya, Nia, yang sempurna. Nia punya pekerjaan dengan fasilitas dan gaji yang menggiurkan. Nia pun memiliki dua putra yang lucu-lucu dan suami yang kaya.

Ini membuat Mia tidak bisa menahan diri untuk mendramatisir hidupnya. Jujur saja, saat membaca buku ini saya cukup kesal pada Mia. Ia sibuk menyalahkan orang lain atas setiap kesialan yang menimpanya. Kesannya dia benar-benar seorang dramaqueen.

Pengumuman Pemenang Birthday Giveaway

Maaafkan keterlambatan saya dalam mengumumkan pemenang Birthday Giveaway ini.
Cukup menyenangkan membaca komentar teman-teman tentang pahlawan perempuan favorit mereka.
Banyak perempuan hebat yang ikut membangun dan mengembangkan Indonesia. Peran mereka selayaknya kita ketahui agar kita bisa melakukan sesuatu sebagai bentuk terima kasih atas apa yang telah mereka mulai dan lakukan.

Nah, setelah membaca sejumlah komentar dan tulisan teman-teman, dan setelah dilanda kebingungan memilih pemenangnya, saya pun memutuskan bahwa pemenang kali ini adalah

Rian Nofitri
Yang menulis tentang Nyona Meneer di  http://ransseed.blogspot.com/2013/09/pahlawan-jamu-indonesia.html

Untuk teman-teman yang lain, terima kasih atas partisipasinya. Terus menulis, terus membaca dan terus berbuat untuk negeri ini (halaaahh.. (^_^))
Sampai ketemu di giveaway berikutnya.

Selasa, 17 September 2013

The Fault in Our Stars




Judul dalam Bahasa Indonesia: Salahkan Bintang-Bintang
Karya: John Green
Penerjemah: Inggrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Qanita
Cetakan: II, April 2013
Jumlah hal.: 424 halaman
ISBN: 978-602-9225-58-7

Siapa bilang penderita kanker orang yang kuat? Mereka mungkin orang yang terkadang berharap segera meninggal karena tidak sanggup lagi menahan rasa sakit akibat kanker yang mereka derita. Melalui karya John Green ini kita akan berkenalan dengan seorang tokoh fiktif yang mungkin saja sebenarnya berhasilkan merepresentasikan kehidupan sejumlah orang yang hidup dengan menerima bahwa sebuah penyakit telah menjadi bagian dari dirinya.

Melalui sudut pandang orang pertama yang digunakan oleh penulis, kita akan memandang hidup melalui pikiran dan perasaan seorang Hazel Grace. Seorang anak perempuan yang berusia 16 tahun yang menderita kanker sejak usianya 13 tahun yang menjalani hidup dengan berbagai pikiran tentang itu atau ini adalah efek dari kanker atau keisitimewaan kanker atau hal lainnya. Menjelaskan tentang Hazel Grace saja merupakan sebuah kerumitan sendiri. Saya tidak begitu paham tentang istilah kedokteran atau bahkan bahasa kedokteran sehingga jika ada yang bertanya kanker apa yang diderita Hazel, maka saya akan menjawab dengan mengutip kalimat Hazel dalam salah satu perkenalan di Kelompok Pendukung yang ia ikuti

Udah Putusin Aja!




Karya: Felix Y Siauw
Penerbit: Mizania
Cetakan: VIII, Juli 2013
Jumlah hal.: 180 halaman
ISBN: 978-602-9255-43-0

Hm..tampilan buku ini memang menarik. Dengan warna yang eye cathcing *pink ngejreng euy* dan gambar hati memang akan membuat kita meliriknya. Apatah lagi di berbagai toko buku, buku ini diletakkan di paling depan dengan label best seller. Maka tidak salah jika saya semakin tertarik membelinya.

Honesty saya biasanya tidak tertarik membeli buku Islami kontemporer. Baca novel Islami dengan label religi saja jarang, maka buku dengan tampilan funky dan membahas tentang sebuah masalah melalui kacamata agama jelas tidak lebih menarik. Tentang esensi buku ini memang menarik. Mencoba memahami tentang pergaulan masa kini dalam kacamata Islam bisa ditemukan dalam buku ini.

Membaca bagian awal buku ini tentang alasan buku ini dibuat, maka saya merasa bahwa yang pembaca yang menjadi sasarannya adalah anak usia sekolah. Itulah kenapa bahasanya dibuat segaul mungkin. Tampilannya dibuat semenarik mungkin dengan warna(i) yang eye catching.

Mi Familia



sumber gambar arthepassion.blogspot.com

Karya: Sylivia L’Namira
Penerbit: Mizan
Cetakan: Pertama, Februari 2009
Jumlah hal.: 300 halaman
ISBN: 978-979-1367-87-5

Buku ini dimulai dari deskripsi rasa nervous Bia saat menanti akad nikah dengan sang pujaan hatinya, Irwan. Dengan mengambil sudut pandang orang pertama, penulis mengajak pembaca mengetahui isi kepala dan setiap kejadian melalui kacamata Bia.

Bia adalah perempuan kantoran yang tidak sabar menanti untuk menikmati kehidupan berumah tangga yang dia impikan. Bisa melayani suami, megurus makanan dan berbagai keperluan sang suami, dan hal-hal lainnya seperti yang ia bayangkan. Namun sejak hari pertama pernikahannya dia harus menelan pil pahit.

Senin, 16 September 2013

A Dash of Magic





Penulis: Kathryn Littlewood
Penerjemah: Sujatrini Liza
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, Agustus 2013
Jumlah hal.: viii + 300 halaman
ISBN: 978-979433-811-7

Buku ini adalah buku kedua dari seri The Bliss Bakery Trilogy. Di buku sebelumnya, Bliss, diceritakan tentang Bibi Lily yang mencuri Bliss Cookery Booke dari keluarga Bliss. Rosemary Bliss merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas lepasnya buku tersebut. Nama Lily pun menjadi nama yang terlarang untuk disebut. Hingga suatu hari mereka menemukan sebuah sihir dalam kemasan.

Lily merilis sebuah bumbu dapur yang punya kekuatan magis. Setiap orang yang memakannya menjadi sangat memuja Lily. Setiap hari hampir semua siaran televisi menampilkan sosok Lily. Rose dan ibunya, Purdy, menyadari bahwa ambisi Lily kian membesar. Dia tidak hanya ingin memiliki acara TV-nya sendiri, dia bermaksud menguasai dunia. Mengetahui hal ini keluarga Bliss akhirnya bersepakat untuk mengambil kembali Bliss Cookery Booke.

Rabu, 11 September 2013

Kartini Pribadi Mandiri




Penulis: Haryati Soebadio & Saparinah Sadli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 1990
Jumlah hal.: 130 halaman
ISBN: 979-511-095-0

Buku ini ditulis oleh dua orang perempuan Indonesia. Yang bahkan keduanya punya latar belakang yang masih dekat dengan Kartini yakni dari golongan priyayi Jawa. Maka penyelaman kedua penulis dalam ranah pemikiran Kartini mungkin akan lebih baik karena dapat mengerti kondisi di lingkungan sekitar Kartini.

Buku ini membuka pembahasannya dengan menjelaskan proses sosial politik Eropa Barat di masa Kartini. Eropa Barat digambarkan sebagai negeri para penjajah yang situasi politiknya akan ikut mempengaruhi situasi politik di Indonesia sebagai wilayah jajahan mereka. Diceritakan secara singkat tentang perkembangan ethische politiek atau politik etis. Salah satu penafsiran tentang politik etis yang disebutkan di sini adalah bahwa politik tersebut bermakna “untuk membina dan membimbing penduduk pribumi ke arah kemajuan supaya bisa mencapai kemerdekaan menurut pola Barat dengan penjajah sebagai pemimpin”. Ada pula fakta menarik yang disebutkan dalam buku ini mengenai politik etis yaitu seperti yang tertulis di halaman 12.
“Suatu hal yang menarik perhatian dalam hubungan kita di sini, ialah bahwa pencetus ide yang berkembang menjadi ethische politiek adalah Van Deventer, yang akibatnya sering dinamakan ‘Bapak Politik Etis’. Dan yang kemudian memberi namanya kepada jenis pendidikan wanita pribumi Indonesia, yaitu Van Deventerschool.”

Setelah membahas tentang kondisi politik di luar lingkungan Kartini, penulis kemudian menjabarkan latar belakang keluarga Kartini. Kartini berasal dari

Senin, 09 September 2013

Angel in Me


Penulis: Karina Altriyuana
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama 2013
Jumlah hal.: xii + 178 halaman
ISBN: 9786020216966

Pernahkah kamu mendengar tentang dongeng malaikat penjaga bintang?
Konon, mereka ada di sekelilingmu.
Konon, kekuatan mereka adalah keinginan mereka.
Konon, cahaya menjelma sayap di punggung mereka.
Dan gadis mungil itu, akan segera memulai takdirnya yang tak terduga pada usia kedua puluh.

Itu adalah beberapa kalimat yang ditulis di belakang buku. Menggoda pembaca untuk menerka-nerka bagaimana ceritanya. Buku diberi lebel sebagai Teen Spirit. Jadi dengan membaca lebel tersebut kita bisa menebak bahwa bahasa dalam novel ini pasti ditujukan untuk remaja.

Meskipun berlabel Teen, tokoh dalam novel ini adalah seoarang anak kuliahan yang baru menginjak usia 20 tahun. Tokohnya bernama Keyra, seorang gadis dengan postur tubuh mungil. Masalah tinggi badan yang ada di bawah rata-rata ini menjadi salah satu keluhan Keyra. Selain itu ia pun merasa sebagai perempuan yang biasa saja, tidak tergolong cantik seperti teman-temannya yang lain. Itulah yang ia yakini membuat dia berstatus jomblo sampai sekarang.

Nah, usia 20 Keyra telah datang. Pria yang ia sukai, Revan, masih belum menyadari kehadirannya. Dan kemudian malam setelah pesta ulang tahun sederhana yang dirayakan bersama keluarga dan sahabatnya, Keyra pun mendapat berita yang mengejutkan. Ia adalah seorang peri bintang. Peri yang bertugas menerangi bintang.

Kamis, 05 September 2013

Tarakan “Pearl Harbour” Indonesia (1942-1945)




Penulis: Iwan Santosa
Penerbit: PT Primamedia Pustaka
Cetakan: Maret 2005
Jumlah hal.: 190 halaman
ISBN: 979-696-301-9
Dipinjam dari: Bang Ridwan

Saat membaca judulnya saya langsung tergugah. Ya, sudah menjadi bagian dari psikologi pembaca untuk  tertarik dengan hal-hal yang familiar dengan hidup mereka. Melihat kata Tarakan dalam judul buku ini membuat saya tertarik membacanya. Alasannya cukup sentimentil. Saya pernah tinggal di kota ini dan sampai sekarang masih menganggap kota itu sebagai salah satu “rumah” tempat saya pulang.
Salah satu hal yang membuat saya tertarik dengan buku ini adalah adanya keterangan dari sampul yang menuliskan
”Sebuah tank Matilda milik Angkatan Darat Australia mendarat di Pantai Lingkas melintasi jembatan ponton besi yang disiapkan kesatuan Zeni Angkatan Laut AS “Sea Bee”. Dewasa ini kawasan tersebut dinamakan “Jembatan Besi” untuk mengenang operasi amfibi Sekutu di Tarakan”
Keterangan itu jelas menggugah saya yang mengenal daerah tersebut dan bahkan dulu sering melewatinya. Akhirnya saya pun tertarik meminjam buku ini.

Membaca bagian awal buku ini diangkat tentang kekuatan militer Jepang. Mereka melakukan penyerangan bersamaan di beberapa titik di wilayah kekuasaan AS-Sekutu. Penulis meyakini bahwa serangan itu dilakukan untuk melemahkan sekutu sehingga Jepang bisa menguasai Nusantara dan wilayah Asia Tenggara untuk mendapatkan minyak bumi. Ini karena Jepang menyadari bahwa kebutuhan akan minyak dan gas sangat penting bagi negara industri. Dan wilayah Nusantara yang paling dekat dengan Jepang adalah Pulau Tarakan. Pulau Tarakan pada saat itu mampu menghasilkan 80.000 ton minyak per bulan. Akhirnya sampailah tentara Jepang pada dini hari 11 Januari 1942.

Selasa, 03 September 2013

Sweet misfortune: Cinta dalam Kue Ke(tidak)beruntungan




Penulis: Kevin Alan Milne
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Juli 2011
Jumlah hal.: 456 halaman
ISBN: 978-602-9225-11-2
____________________________
Dicari: Kebahagiaan
Tolong bantu aku mencari sesuatu
yang hilang dari hidupku. Kirim sa-
ran ke PO BOX 3297, TACOMA,WA
98402 (Kumohon, hanya kebahagia-
an yang bertahan lama. Bukan yang
hanya bertahan sementara)
___________________________


Menemukan buku ini sebagai salah satu buku yang diobral oleh Togamas Buah Batu adalah keberuntungan tersendiri untuk saya. Pada saat ke togamas buah batu bulan lalu saya melihat buku ini dan sempat terbesit keinginan untuk membelinya. Sayang pelototan sang kekasih karena mengetahui uang yang sudah saya habiskan untuk buku pun menyurutkan niat saya. Namun akhirnya saya pun datang sendiri ke Togamas untuk kembali melihat-lihat buku. Dan sukseslah saya membeli buku ini.

Buku ini dibuka dengan kemuraman tokoh utamanya, Sophie Jones, di hari ulang tahunnya. Ia tidak pernah menyukai hari ulang tahunnya sendiri. Karena tepat pada hari itu tragedi yang merenggut keluarganya terjadi. Dua puluh tahun yang lalu tepat pada 21 September 1989, seluruh keluarganya tewas saat mereka dalam perjalanan pulang dari merayakan ulang tahunnya di sebuah restoran China.

Kejadian tersebut masih membekas jelas di benaknya. Ini karena ia merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ia merasa bahwa ia dan pesan dari kue keberuntungan yang ia perolehlah yang membuat kecelakaan tersebut terjadi. Sebuah pesan yang berisi: Kebahagiaan adalah anugerah yang bersinar di dalam dirimu. Permohonan hatimu akan segera terwujud. Sejak saat itu Sophie terus menyalahkan dirinya sendiri. Bahkan hingga kini di usianya yang menginjak 29 tahun pun ia masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri.

Senin, 02 September 2013

Birthday Giveaway

Hm..sebenarnya agak bingung juga sih.
Ini pertama kalinya saya membuat Giveaway seperti ini.
Dan setelah saya pikir2, daripada ditodong nraktir 10 orang. Lebih baik saya bikin giveaway aja. Ha..ha..
*abaikan*

Hm..berhubung gak dapat kado *nggak ding..udah dapat kok..he..he..*
saya pikir lebih baik saya yang bagi-bagi kado ah.. Pasti kesannya juga berbeda. Ini akan bisa membuat 2 September tahun ini jadi lebih berbeda..

Nah buku yang akan saya jadikan hadiah  adalah "Panggil Aku Kartini Saja". Tadinya mau ngasih buku Biografi Dewi Sartika tapi bukunya buku tua dan susah dapat dipasaran. Mudah2an kalo dapat lagi saya bisa bikin giveaway lagi..Amin



Beberapa hari ini saya kepikiran tentang sejarah-sejarah pahlawan Indonesia.
Saya pun ingat bahwa bulan September ini mungkin bisa dikategorikan bulan duka untuk Perempuan Indonesia. Kenapa?
Karena dua orang pahlawan emansipasi perempuan dan yang memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan meninggal di bulan September ini.