Rabu, 31 Juli 2013

Seven Days : Tujuh Hari Bersamamu




 Penulis             : Rhein Fathia
Penerbit         : Qanita
Cetakan          : Pertama, Februari 2013
Jumlah hal.     : 294 halaman

Saya membeli buku ini karena suka dengan cerita Macaroon Love yang telah saya baca sebelumnya. Akhirnya saya tertarik untuk membeli buku-buku yang memenangi Lomba Penulisan Romance Qanita. Saya pun mendatangi salah satu toko buku di Bandung dan cukup kesulitan menemukan rak buku yang memajang novel terbitan Qanita. Tapi syukurlah sambil menikmati jajaran buku-buku di rak-raknya saya berhasil menemukan buku ini.

Membaca Seven Days, maka bagian Prelude nya sungguh membuat kita bisa menebak alur ceritanya. Ya,  ide buku ini benar-benar umum dan sudah banyak dituliskan dalam novel-novel lain. Cerita tentang persahabatan yang berbeda jenis kelamin dan telah terjalin sejak kanak-kanak sudah tentu bukan hal yang baru bagi para penikmat fiksi. Ditambah lagi kehadiran seorang kekasih dari kedua sahabat tersebut. Ide yang sangat umum, pikirku. Pertanyaanya adalah, “Kenapa karya ini berhasil menjadi juara pertama di lomba tersebut?”

Scene on Three (1)


Hm..satu lagi meme blogger BBI yang coba saya ikuti (semoga bisa rutin minimal sebulan sekali), yaitu Scene on Three hosted by Zee (belum pernah kenalan sih..he..he. Yang pasti salam kenal aja mbak). Nah kalau Buying Monday -nya Aul itu pengakuan dosa a.k.a ngelist timbunan buku, maka meme yang ini adalah ajang curhat. Kenapa?? Kita bisa nulis scene favorit dari buku yang kita baca. Kan kalo baca kita suka "memutar" adegan itu dalam "film" di kepala kita. Nah tau-tau feelnya dapat dan kita jadi suka banget sama adegan itu atau deskripsi itu. Nah disinilah kita bisa curhat sambil ngerekam adegan itu beserta deskripsi feeling yang kita dapat..he..he..




Nah scene yang saya bagi di sini adalah salah satu adegan dari buku "Seven Days" karya Rhein Fathi. Baca resensinya di sini.



“Kamu mencintai Reza, Nilam?”

Eh? Kepalaku mendongak, menatap Shen bingung, “Iya, dong,” jawabku singkat.

“Kenapa?” tanya Shen lagi.

Mataku berputar-putar memikirkan jawabannya. Kebersamaanku dengan Reza selama tiga tahun ini mengalir begitu saja. Saling mendukung saat kondisi buruk menghadang, bersukacita bersama ketika sukses datang. Keberadaan sudah seperti bagian dari hidupku sehari-hari. “Karena aku nyaman sama Reza.”

Shen manggut-manggut. “Kalau suatu hari dia membuatmu gak nyaman, kamu nggak cinta lagi?”

Pertanyaan Shen mulai menjebak. “Dia juga cowok sabar, Shen. Jarang ada cowok sabar di dunia ini.”

“Kalau suatu hari dia berubah jadi nggak sabaran, yakin kamu masih cinta? Pribadi orang bisa berubah seiring waktu, kan?”

Sebenarnya, aku tidak pernah terlalu ribet dalam urusan cinta-cintaan. Sama-sama suka, nyaman, jadilah pacaran. Kalaupun sampai menikah, ya berarti jodoh. Simple saja, kan. Beda dengan Shen yang harus mempertanyakan banyak hal bahkan untuk mencari sosok pacar. Bagiku, cinta itu dinikmati, dirasakan, meski harus dari sosok yang datang dan pergi.

“Nilam?”

Panggilan Shen membuyarkan lamunanku. “Ya, kalau udah menikah nanti, mau nggak mau aku bakal menerima Reza apa adanya, Shen. Aku juga bukan sosok sempurna buat Reza. Nah, dari rasa saling legowo akan ketidaksempurnaan masing-masing, cinta itu akan tumbuh.”

“Lalu kenapa sampai sekarang kamu masih belum menjawab lamaran Reza?”

Senin, 29 Juli 2013

Buying Monday (1)


Ah, untuk pertama kalinya saya mengikuti ajang seperti ini. Mengingat saya memang masih tergolong baru dalam dunia perblog-an buku, maka kadang bingung juga harus menulis apa dan bagaimana. Nah Buying Monday yang saya ikuti ini adalah gagasan dari mbak Aul dalam The Black in the Books nya. Yang saya tangkap sih ide dasarnya adalah pengakuan dosa. Yup pengakuan dosa atas pengerukan isi tabungan demi setumpuk buku. (berharap semoga keluarga tercinta tidak akan menemukan link blog ini)

Nah, berhubung saya bingung gimana cara berbasa-basi untuk menulis "laporan" seperti ini, saya mulai saja pengakuan dosa saya. (Deg-degan karena sebelumnya gak pernah me-list jumlah buku yang dibeli setiap bulannya. Karena tahu itu akan membuat saya sedikit merasa bersalah.. *nundukin kepala*)
Bulan ini saya belanja:



buku ini adalah kumpulan surat-surat RA Kartini yang dibukukan oleh JH Abendanon. Ah, saya memang sedang tertarik dengan tokoh ini. Buku ini hasil ngubek-ngubek di Palasari.

2. Gelap Terang Hidup Kartini (Tim Penulis Tempo). Sila cek resensi di sini.

Buku ini berisi tulisan tentang kehidupan RA Kartini dan hasil penelusuran tim penulis Tempo untuk menyuguhkan lebih banyak informasi tentang Kartini beserta tentang pro-kontra atas kepahlawanannya. Dan alhamdulillah saya berhasil menamatkannya (^_^)

3. The Macaroon Love (oleh Winda Krisnadefa). Sila cek resensinya di sini.

Ah, saya awalnya membelinya untuk mengikuti lombe resensi yang diadakan. Tapi sayang linknya rusak dan gagallah niatan saya untuk mengikutkan resensi saya ke lomba tersebut. He..he..

4. Crying 100 Times (oleh Nakamura Kou). Sila cek resensinya di sini.

novel ini telah difilmkan di Jepang. Ini membuat saya semakin tertatik untuk memilikinya. Dan buku ini berhasil saya tamatkan bulan ini juga (^_^)

yang di bawa mudik



5. Her Sunny Side (oleh Osamu Koshigaya). Sila cek resensinya di sini.

Saya sedang tertarik untuk membaca terjemahan dari novel-novel Jepang. Salah satu yang saya beli adalah buku ini.


6. 7 Days (oleh Rhein Fathia) Sila cek resensinya di sini

Karena berhasil menamatkan Macaroon Love, saya pun tertarik mencari karya-karya yang berhasil memenangkan lomba Penulisan Romance Qanita yang lain.

7. 12 Menit (oleh Oka Aurora) Cek deh resensinya di sini

Tertarik karena cerita tentang marching band. Setting yang jarang saya temui dalam novel-novel lain yang saya baca. 
 

hadiah dari kathy

8. Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu (oleh Winna Efendi)
karena tertarik untuk benar-benar masuk ke dunia kepenulisan saya pun berharap bisa memiliki buku ini. And voila.... my friend named Kathy gave it to me. Hug Kathy \(^_^)/ Bersama buku ini dia juga menghadiahi saya sebuah buku notes lucu dengan icon "anne of green gables". Bentuk do'a agar cita-cita saya jadi penulis beneran ke sampaian (meski cuma jadi penulis diary). Ha..ha..

hm.. seingat saya buku-buku itulah yang saya beli sebulan ini. Saya hanya bisa mengandalkan daya ingat, karena sekarang sedang mudik dan buku-buku tercinta saya tinggalkan di kota kembang. he..he..




Mau ikutan Buying Monday juga? Yuk!
  1. Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin’.
  2. Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin terakhir di bulan itu.
  3. Masukan link post tersebut di linky yang disediakan.
  4. Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
  5. Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
  6. Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D

A Cup of Tea for Writer




Penulis                 : Triani Retno A, Herlina P. Dewi, dkk
Penerbit              : Stiletto
Cetakan               : I, September 2012
Jumlah hal.         : 195 halaman

Buku ini adalah buku yang disusun oleh Penerbit Stilleto sebagai penyemangat hati. Seri “A Cup of  Tea” adalah kumpulan kisah-kisah inspiratif dengan tema-tema tertentu. A Cup of Tea for Writer adalah buku yang disusun untuk memberi semangat pada para penulis, terutama penulis pemula yang pasti menghadapi banyak tantangan dalam meraih impian menjadi penulis yang well known. Selain A Cup of Tea for Writer ada pula tema lain seperti “A Cup of Tea for Single Mom” yang dari judulnya saja bisa kita tebak peruntukkannya. Ada pula “A Cup of Tea for Complicated Relationship” yang akan membagi 20 kisah cinta untuk para pembacanya bersama berbagai masalah dalam sebuah hubungan. Dan “A Cup of Tea – Menggapai Mimpi” adalah kumpulan kisah yang diharapkan mampu membuat pembacanya tidak menyerah dalam meraih mimpi mereka.

Seri A Cup of Tea ini bisa dikatakan seperti Chicken Soup versi Indonesia. Kisah-kisahnya akan terasa lebih dekat karena gambaran kehidupan, pola pikir, dan budayanya akan mirip dengan pembaca di Indonesia daripada buku Chicken Soup yang sebagian besar tulisannya berlatar belakang kehidupan di Eropa dan Amerika.

Buku A Cup of Tea for Writer sendiri menyuguhkan 20 kisah dengan masalah-masalah yang berbeda dari 20 orang penulis.

Jumat, 26 Juli 2013

Unforgettable




Penulis                 : Winna Efendi

Penerbit              : Gagas Media

Cetakan               : Pertama, 2012

Jumlah hal.         : 173 halaman

Dengan setting sebuah Kedai Wine bernama “Muse”, dua tokoh dengan jenis kelamin, sifat dan pembawaan yang berbeda dipertemukan. Dengan menjadikan nama-nama wine sebagai judul tiap babnya, novel ini memberikan pengetahuan singkat tentang wine. Sejujurnya pengetahuan tentang wine adalah salah satu hal yang tidak banyak saya ketahui. Dan tidak membuat saya tertarik. Mungkin nilai yang saya anut sebagai muslim membuat saya memfilter banyak hal termasuk tentang pengetahuan yang perlu dan tidak perlu saya ketahui.

Novel ini bercerita dengan gaya bernarasi. Agak sulit membedakan antara dialog dan deskripsi yang digunakan pencerita. Sudut pandang novel ini mengambil sudut pandang orang ketiga. Orang yang memandang kejadian di luar kejadia tersebut. Dialog yang sedikit digabung dengan narasi yang padat.

Cryring 100 Times




Penulis                 :Nakamura Kou

Penerbit              : Haru

Cetakan               : Pertama,  Juni 2013

Jumlah hal.         : 250 halaman

Buku ini adalah sebuah terjemahan dari novel Jepang berjudul 100 Kai Naku Koto yang diterjmahkan oleh Khairun Nisak. Honesty ini pertama kalinya saya membaca buku terjemahan dari Jepang dengan gendre drama ringan seperti ini. Saya membaca karya Haruki Murakami dan bagi saya buku-bukunya tidak tergolong ringan. Sedangkan gendre lain yang saya baca adalah detektif seperti “The Tokyo Zodiac Murder” dan “The Hunter”.

Namun semakin banyak lembaran yang saya baca saya semakin teringat dengan “Love Story” karya Enrich Segal yang telah saya baca sebelumnya. Ya, yang paling mirip adalah sudut pandang pria yang digunakan dalam buku ini. Bisa dikatakan 90% novel yang saya baca menggunakan sudut pandang perempuan bahkan ketika ia menggunakan metode bernarasi dan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Kenapa saya mengatakan bahwa novel-novel itu lebih banyak menggunakan sudut pandang perempuan? Hm..bagaimana menjelaskannya yah? Mungkin karena deskripsi perasaan yang terasa lebih “menggebu-gebu”. Moment-moment yang digambarkan lebih indah dengan deskripsi lebih “berbunga-bunga”. Hal ini berbeda jika menggunakan kacamata seorang pria. Pola pikirnya cenderung logis. Deskripsi atas apa yang dirasakan oleh tokoh lebih banyak diceritakan dengan lugas tidak dengan analogi yang terkesan manis atau indah.

Dari segi cerita, saya cukup menyukai cara berceritanya. Novel ini dibuka dengan kabar tentang seekor anjing bernama Book. Book adalah anjing yang dipungut oleh Fujii-kun. Fujii-kun adalah tokoh utama dalam cerita ini. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandangn orang pertama, dimana kita akan melihat semua hal melalui mata dan hati Fujii-kun. Fujii-kun mendapat kabar bahwa Book bisa saja segera mati akibat gagal ginjal yang sudah ia derita sejak setahun lalu. Ia pun berencana untuk pulang pada akhir pekan depan setelah menerima kabar tersebut.

Rabu, 24 Juli 2013

Macaroon Love: Cinta Berjuta Rasa



Penulis                 : Winda Krisnadefa
Penerbit              : Qanita
Cetakan               : I,  Maret 2013
Jumlah hal.         : 262 halaman

Novel ini termasuk dalam salah satu Naskah Unggulan “Lomba Penulisan Romance Qanita”. Buku ini saat melihatnya pertama kali cukup bikin jatuh cinta. Kenapa?? Tampilan bukunya sangat ramah buat dibawa kemana-mana. Ukuran buku yag cukup mini membuatnya mudah diselipkan di dalam tas sehari-hari. Selain itu sampul dengan warna lembut itu bikin penampilan makin keren saat duduk manis menuggu di kafe atau bahkan dipinggir jalan sembari menunggu angkot (^_^)

Macaroon Love ini dimulai tentang keluhan simple. Ya, masalah kecil menurut saya yakni tentang kekesalan seorang perempuan pada namanya yang tidak umum. Tokoh utamanya bernama Magali yang berasal dari bahasa Perancis yang berarti “Mutiara” atau lebih keren dan romantis lagi yakni “daughter of the sea”. Nama Magali masih tergolong aneh dan tidak umum di Indonesia. Hal ini membuat Magali harus menghadapi berbagai reaksi orang atas namany mulai dari salah menyebut nama hingga namanya dipelesetin macam-macam (ini terjadi di zaman dia sekolah).

Rabu, 17 Juli 2013

What's In a Name Reading Challenge 2013

  satu lagi reading challenge yang saya ikuti di tahun 2013. Kali ini saya mengambil level What's in a Name  karena tidak yakin dengan daftar buku yang saya miliki. He..he..

oiya, ini rule What's In a Name Reading Challenge 2013 yang saya copy dari http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/whats-in-name-reading-challenge-2013.html


Selamat datang di event reading challenge kedua  blog Ren's Little Corner yaitu  What's in a Name Reading Challenge yang saya adopsi dari event reading challenge Mbak Fanda, Name in a Book Challenge 2012 . Pada akhir tahun 2012 kemaren, Mbak Fanda menawarkan pada semua blogger untuk mengadopsi challengenya, dan saya yang suka dengan challenge ini, tanpa pikir panjang langsung mau :). Walau butuh waktu lama untuk mengepost challenge ini, dikarenakan jadwal dan juga ada postingan lain yang antri, akhirnya bisa kepost juga deh :). Point utama dari event reading challenge ini adalah membaca novel fiksi dengan nama tokoh di judulnya (misal, Harry Potter, Eragon, Eona, Skulduggery Pleasant, The Solomon Ring, dll). Dan ini rules untuk reading challenge "What's in a Name 2013" , yang saya sadur dari rules challenge sebelumnya, dan ada sedikit penambahan

New Authors Reading Challenge 2013

 Sebagai pemula dalam blogger perbukuan saya berniat untuk mengikuti Reading Challenge sebagai motivator agar tetap rajin menulis dan membaca. Salah satu Challenge yang akan saya ikuti adalah "New Authors Reading Challenge 2013" dengan level Maniac (semoga berhasil (^_^)9)

Selamat datang di event reading challenge ketiga, dan juga yang terakhir  dari blog Ren's Little Corner yaitu  New Authors Reading Challenge 2013. Saya terinspirasi dari web Literal Escapism yang setiap tahunnya selalu mengadakan challenge ini. Dimana tujuan challenge ini adalah menemukan pengarang yang bukunya belum pernah kamu baca sama sekali. Jadi challenge ini bisa membuat kamu menemukan buku - buku baru yang mungkin sebelumnya kamu abaikan atau ingin baca tapi ga kesampaian terus. Selain itu, pas juga dong buat mengurangi buku di timbunan ;).

Tertarik dengan challenge ini? Yuk, disimak rulesnya :

Coba Tunjuk Satu Bintang




Penulis                 : Sefryana Khairil
Penerbit              : GagasMedia
Cetakan               : pertama, 2013
Jumlah hal.         : 208 halaman

Menjadikan cinta sebagai sebuah tema tulisan tidak akan ada habisnya. Selalu ada yang bisa ditulis tentang tema yang satu ini. Dan novel-novel GagasMedia selalu bisa mengambil sudut pandang yang berbeda-beda tentang tema cinta.

Buku Coba Tunjuk Satu Bintang pun mengangkat tema percintaan dengan dua tokoh central  yakni Marsya dan Dio. Cerita dibuka dengan perpisahan yang terjadi diantara keduanya. Dio melepaskan Marsya demi mengejar apa yang ia pikir adalah masa depannya. Namun benarkah pilihannya??

“2013 Indonesian Romance Reading Challenge”


Finally saya akhir memutuskan untuk ikut berbagai Reading Challenge. Ya, sebagai cara biar saya tetap rutin menulis. (^_^)
Salah satu reading challenge yang akan saya ikuti adalah “2013 Indonesian Romance Reading Challenge” yang diadakan oleh mbak @yuska77

Saya akan mengikuti challenge level Married

Nah berikut infonya yang saya kutip langsung dari blognya.

Kapan?
Mulai 1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2013.
Siapa saja yang boleh ikutan?
Semua orang boleh ikutan, yang penting usia sudah memenuhi syarat untuk membaca novel dengan unsur roman.

Selasa, 16 Juli 2013

Ramadhan di Priangan (Tempo Doeloe)




Penulis                 : Haryoto Kunto
Penerbit              : Granesia
Cetakan               : Pertama 1996
Jumlah hal.         : 114 halaman

Buku Ramadhan di Priangan ini adalah salah satu bacaan yang menarik untuk menghabiskan waktu menanti waktu berbuka puasa tiba. Meskipun membahas sejarah dan hal-hal berbau tempo doeloe, buku ini ditulis menggunakan bahasa tutur sehingga lebih mudah dipahami. Menyenangkan membaca suasana Ramadhan masa lalu yang pasti sudah banyak berbeda.

Masyarakat Bandung benar-benar membuat “sambutan” khusus untuk bulan Ramadhan ini. Diceritakan fenomena yang tidak mungkin lagi dirasakan oleh masyarakat Bandung masa kini. Salah satunya adalah cerita bahwa dulu bunyi kentongan Mesjid Agung Bandung bisa terdengar sampai ke wilayah Bandung Utara seperti wilayah Dago Simpang, Mentos (Jl.Siliwangi sekarnag), Terpedo (Wastukencana). Fenomena ini tidak akan lagi bisa terulang sebab meskipun kentongan sudah diganti dengan pengeras suara, tetap saja bunyi dari Masjid Agung tersebut tidak akan terdengar lagi ke wilayah Dago. Kondisi ini bisa menjadi cermin tentang bagaimana kondisi alam dan masih sepinya Bandung hingga awal tahun 1900-an.

Gelap Terang Hidup Kartini




Penulis                  :Tim Penulis Tempo
Penerbit              : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan               : Pertama, Juni 2013
Jumlah hal.         : 148 halaman

Seorang Raden Ajeng Kartini merupakan sosok yang banyak dikenal oleh bangsa Indonesia. Mulai dari anak-anak SD sampai generasi-generasi yang lebih tua.  Namun bentuk pengenalan yang diketahui masyarakat umum hanyalah sedikit. Mereka hanya akan berkata bahwa, “Kartini adalah pahlawan perempuan. Ia memperjuangkan hak-hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Menyuarakan tentang persamaan derajat perempuan dan pria,”.

Sejujurnya kalau saya ingin mendebat salah satu pernyataan tentang “Kartini adalah orang pertama yang mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi” maka ada data yang bisa dijadikan perbandingan. Seorang Raden Dewi Sartika, pahlawan perempuan dari tanah Sunda, telah lebih dulu membuat sekolah ini. Dewi Sartika tercatat telah mulai mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi sejak 1902 di halaman belakang ibunya. Sekolah itu bernama “Sakola Istri”. Sekolah yang dibuatnya ini diketahui oleh C.Den Hammer (Inspektur Pengajaran Hindia Belanda) dan sempat dicurigai mengingat latar belakang keluarga Dewi Sartika. Kemudian pada tahun 1904 Sakola Istri pindah ke halaman pendopo alun-alun.

Kalau dari segi lebih dahulu membuka sekolah, maka dari yang saya baca, Kartini baru membuka sekolahnya pada tahun 1903 dan tipenya mirip dengan Sakola Istri. Kartini membuka sekolah di beranda belakang rumah ayahnya seorang Bupati Jepara. Selain itu sekolah Kartini diisi oleh anak-anak dari gologan priyayi, sedangkan Dewi Sartika sejak awal mendirikan sekolah menolak klasifikasi seperti itu. Menurut Dewi Sartika semua perempuan berhak mendapatkan pendidikan. Untuk membaca lebih banyak tentang Dewi Sartika silahkan baca di sini.

Namun di luar itu semua, dengan membaca buku Gelap Terang Hidup Kartini ini kita akan membaca kehidupan Kartini dalam bentuk yang lebih kompleks. Kita akan disuguhkan mengenai bagaimana kecerdasan seorang Kartini berkembang dan yang mempengaruhi pemikiran-pemikiran yang ia tuliskan dalam suratnya. Proses pingitan yang dijalani oleh Kartini karena tuntutan adat, menjadi penghalang bagi berkembangnya seorang Kartini tapi sekaligus menjadi titik awal bagi Kartini untuk lebih membuka wawasan. Dalam masa pingitan inilah Kartini menjadi produktif menuliskan gagasan-gagasannya kepada sahabat-sahabat penanya yang ternyata mereka bukanlah orang-orang biasa saja.

Rabu, 10 Juli 2013

Hairless




Penulis                 : Ranti Hannah
Penerbit              : GagasMedia
Terbitan               : Pertama, 2011
Jumlah hal.         : 292 halaman

Buku ini bercerita tentang kisah Ranti Hannah yang merupakan seorang survival kanker. Dia menghadapi penyakit kanker Payudara yang menggerogoti payudara kanan-nya, dan menang! Ya, Ranti melalui tulisannya mencoba berbagi pengalaman hidupnya saat berjuang menghadapi penyakit kanker.

Namun dalam buku ini tidak akan kita temukan kalimat-kalimat melankolis dan adegan-adegan drama bak sinetron yang membanjiri primetime di televisi. Buku ini malah menunjukkan upaya Ranti untuk bersikap tegar menghadapi semua yang mungkin terjadi. Ia bahkan membantu mempersiapkan keluarganya yakni suami, ibu, ayah, dan adiknya dalam menyikapi penyakit yang ia derita. Ia sadar bahwa penyakitnya tidak hanya akan mempengaruhi dirinya tapi juga mempengaruhi kehidupan orang-orang terdekatnya yang menyayangi dan ia sayangi.

Lovely Proposal




Penulis                 : Christina Juzwar
Penerbit              :Bentang
Cetakan               : Pertama,  Januari 2013
Jumlah hal.         :371 halaman

Saat melihat buku ini saya tertarik dengan sampulnya. Maklum saya cukup suka pada kopi. Tapi saat membaca sinopsinya, saya jadi semakin tertarik.  Ya berbicara tentang pernikaha. Mungkin isu itu menjadi hal yang menggugah karena kondisi lingkungan saat itu dan usia saya yang membuat masalah soal pernikahan menjadi cukup senstif. Pertanyaan “kapan nikah?” mulai dilontarkan oleh keluarga. Akhirnya setelah mendekam cukup lama di pojok rak buku, akhirnya saya pun mulai membacanya.

Novel ini mengangkat kisah seorang Karla Adelia yang berusia 30 tahun. Ia mendirikan dan membesarkan sebuah rumah makan bernama “Kedai Nona”. Kedai ini ia bangun sendiri karena kecintaannya pada masakan yang diwariskan oleh neneknya. Kehidupan percintaannya adem-ayem dengan pria bernama Mario yang usianya lebih muda 5 tahun. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Masalah pernikahan belum menjadi hal yang mengganggu Karla hingga suatu hari ia bermimpi aneh.

Sabtu, 06 Juli 2013

Menunggu




Penulis                 : Dahlian & Robi Wijaya
Penerbit              : Gagas Media
Cetakan               : Pertama, 2012
Jumlah hal.         : 301 halaman

Buku ini adalah salah satu proyek Duet Gagas. Kali ini ditulis oleh dua penulis pria. Dengan tema yang sama yakni “Menunggu” maka kedua cerita ini menyuguhkan kisah yang berbeda. Cerita pertama, “Last Chance”, ditulis oleh Dahlian dan cerita kedua, “Reason”, ditulis oleh Robi Wijaya.

Cerita “The Last Chance” bercerita tentang Risa yang telah menyimpan perasaan cinta pada Aby yang merupakan sahabat kakaknya. Risa yang baru datang dari Melbourne untuk menghadiri pernikahan kakaknya, Dhani, kembali bertemu dengan Aby dan menyadari bahwa perasaannya pada Aby belum berubah. Dia masih mencintai pria itu. Dan kepulangannya kali ini ia tekadkan untuk bisa merebut hati Aby. Namun sikap dingin Aby menyulitkan Risa. Bahkan tanggapan Aby atas upaya Risa untuk menarik perhatiannya pun benar-benar dingin. Hingga akhirnya Risa menghadapi dilema, haruskah ia menyerah dan kembali ke Melbourne dan melupakan semuanya, atau percaya pada bisikan hatinya bahwa sebenarnya Aby pun menyimpan perasaan yang sama dengannya.

Kekasih





Penulis                 : Arini Putri & Yuditha Hardini
Penerbit              : Gagas Media
Cetakan               : Pertama, 2012
Jumlah hal.         : 291 halaman

Novel ini adalah salah satu dari jenis Gagas Duet yang dikeluarkan oleh Penerbit Gagas Media. Yakni dua penulis menulis bersama untuk sebuah buku. Ada hubungan antara kedua kisah tersebut baik dari segi tema maupun tokohnya.

Dalam Gagas Duet kali ini masing-masing cerita berjudul “The First Fairytale” karya Arini Putri dan “The Last Fairytale” karya Yuditha Hardini.  Kedua cerita tersebut mengambil ide yang sama yakni tentang Cinta Pertama dan Fairytale atau dongeng. Kedua cerita dikisahkan dari dua bersaudara. Cerita pertama tentang kisah sang adik bernama “Kyra” dan kisah kedua tentang sang kakak yang bernama “Naira”.

Maka wajar jika saya menemukan sudut pandang dan gaya penulisan yang berbeda diantara keduanya. Kisah “The First Fairytale” diceritakan tentang kepolosan seorang Kyra yang benar-benar bingung menghadapi cinta pertamanya. Kyra adalah perempuan yang polos dan pemalu. Kikuk menghadapi lawan jenis dan masih percaya pada dongeng-dongeng. Ia hobi membaca dan membuat komik. Kegemarannya pada Korea dan semua sikapnya itu memang mewakili “kemudaan” yang dimilikinya.

Selasa, 02 Juli 2013

Dongeng Patah Hati


Penulis: Mahir Pradana, dkk
 

Penerbit : Gagas Media
 

Cetakan: pertama, 2013
 

Jumlah hal. : 262 halaman

Buku ini adalah kumpulan cerpen yang dibuat oleh 14 penulis dengan mengangkat 1 tema yang sama yakni cerita "Patah Hati".

Hm..sejujurnya saya tidak begitu suka cerpen yang dipenuhi narasi. Minim dialog. Rasanya membosankan. Dan buku ini dibuka oleh cerpen berjudul "Episode 30: Labirin Patah Hati" yang bercerita dengan cara bernarasi. Cukup membosankan, apalagi karena konfliknya kurang kuat dan menggugah.

Tapi cerpen keduanya cukup menarik. Membuat kita mencoba merefleksi tentang pilihan-pilihan kita terkait cinta. Ending ceritanya pun tidak gampang ditebak.

The Five People You Meet in Heaven





Penulis                 : Mitch Albom

Penerjemah       : Andang H Sutopo

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbitan               : Desember 2012

Jumlah hal.         : 202 halaman

Satu lagi karya Mitch Albom yang menarik untuk dibaca. Kali ini ia menyuguhkan cerita tentang kehidupan yang dilalui setelah meninggal. Buku ini menyediakan satu alternatif pemikiran tentang bagaimana itu kehidupan di surga? Ketenangan macam apa yang akan diperoleh seseorang di dalam surga?

Buku ini bercerita tentang Eddie, seorang pria berusia 83 tahun yang meninggal pada hari ulang tahunnya. Maka perjalanan dimulai sejak saat itu. Eddie yang diceritakan tengah menuju surga harus bertemu dengan lima orang yang memiliki hubungan dengan hidupnya.

Orang Pertama Eddie adalah “manusia biru”. Ia hanya mengenal orang ini di masa kanak-kanaknya. Manusia Biru merupakan salah seorang anggota sirkus dalam pertunjukan “Manusia aneh”. Ia tidak pernah menyadari bahwa kehidupannya dan kehidupan orang tersebut bersinggungan dengan sangat jelas. Yakni ia menjadi penyebab kematian si Manusia Biru. Fakta ini baru diketahui oleh Eddie saat itu. Bersama Si Manusia Biru, Eddie belajar bahwa hidup seseorang sangat terkait dengan manusia lainnya dan bahwa tidak ada kehidupan yang sia-sia.