Senin, 30 Desember 2013

The Mysterious Benedict Society & The Perilous Journey




Terjemahan: Persekutuan Misterius Benedict dan Perjalanan Maut
Penulis: Trenton Lee Stewart
Penerjemah: Maria M Lubis
Penyunting: Nadya Andwiani
Ilustrasi dan design cover: Ella Elviana
Penerbit: Matahati
Cetakan: Pertama, Januari 2010
Jumlah hal.: 546 halaman
ISBN: 602-8590-06-1
Persekutuan Misterius Benedict berkumpul lagi. Mereka akan merayakan peringatan setahun mereka berkumpul dan keberhasilan mereka membongkar suatu konspirasi jahat—dengan mendapatkan hadiah berupa suatu perjalanan misterius dari Mr. Benedict.

Sayangnya, semua menjadi kacau dengan menghilangnya Mr. Benedict dan Nomor Dua. Yang anak-anak miliki hanyalah petunjuk-petunjuk Mr. Benedict yang harus mereka pecahkan, yang akan membawa mereka ke tempat dia berada, di suatu tempat terpencil yang tidak terpetakan.

Dan bukan suatu kejutan, mereka ternyata berhadapan dengan musuh lama mereka—Mr. Curtain yang jahat, beserta orang-orang bayarannya, para Manusia Sepuluh yang sangat berbahaya!
***

Setelah berhasil menggagalkan rencana Mr. Curtain di ke Learning Institute for the Very Enlightened (L.I.V.E) dalam buku The Mysterious Benedict Society , keempat orang sahabat Reynie, Sticky, Kate, dan Constance (yang dalam tulisan ini kadang saya gabungkan sebagai The Mysterious Benedict Society) berpisah. Reynie diadopsi oleh Miss Perumal yang disayanginya, Kate yang bertemu kembali dengan Ayahnya, Sticky yang kembali tinggal dengan orang tuanyan dan Constance yang (masih dalam proses) diadopsi oleh Mr. Benedict; merasa rindu untuk berkumpul kembali. Jadi untuk merayakan 1 tahun perpisahan mereka, Mr. Benedict menyiapkan sebuah kejutan untuk mereka.

Namun sebelum mereka mengetahui kejutan tersebut, Mr. Benedict dan Nomor Dua menghilang. Dan ternyata dalang dari hilangnya Mr. Benedict adalah Mr. Curtain. Saat itu, tidak ada yang tahu dimana keberadaan Mr. Benedict. Akhirnya mereka pun menyusuri jejak yang ditinggalkna oleh Mr. Benedict. Sebenarnya jejak tersebut adalah petunjuk yang disiapkan oleh Mr. Benedict agar anak-anak bisa mendapatkan kejutannya. Namun sayangnya, perjalanan yang harusnya menjadi kejutan tersebut malah menjadi sebuah perjalanan “hidup-mati” untuk mereka, Mr. Benedict, dan Nomor Dua.


Di dalam cerita kali ini Rhonda tidak membantu mereka. Milligan agak terlambat datang untuk bertemu mereka. Petualangan The Mysterious Benedict Society kali ini melibatkan sebuah kapal dan kapternnya. Kapten tersebut adalah Phil Noland. Ia adalah salah satu sahabat Mr. Benedict dan menjadi bagian dari rencana kejutan Mr. Benedict. Sayangnya, entah kenapa Reynie tidak begitu mempercayai kapten tersebut.
Selain itu, The Mysterious Benedict Society memiliki musuh baru yakni Manusia Sepuluh. Mereka disebut seperti itu karena memiliki 10 macam senjata yang bisa melukai bahkan membunuh orang. Manusia Sepuluh ini bekerja di bawah perintah dan instruksi Mr. Benedict. Mereka tangguh dan banyak akal. Mereka menjadi salah satu ancaman yang ditakuti oleh The Mysterious Benedict Society.

Berhasilkah mereka menyelamatkan Mr. Benedict dan Nomor Dua? Apa rencana jahat Mr. Curtain? Dapatkah mereka menggagalkannya?
***

Seri kedua buku The Mysterious Benedict Society ini cukup menegangkan sebab mereka hanya punya waktu empat hari untuk bisa menolong Mr. Benedict. Petualangan mereka pun lebih luas karena pencarian mereka terjai di luar Stonetown. Selain itu, kali ini anak-anak tersebut benar-benar harus  menempa fisik mereka agar bisa berhasil memenangkan ‘pertarungan’ dengan Mr. Curtain.

Mr. Curtain mencari sebuah tanaman langka yang ternyata sedang diteliti oleh Mr. Benedict. Sayangnya Mr. Benedict menolak untuk memberikan jawabannya. Itulah mengapa Mr. Curtain membuat sebuah surat ancaman yang akhirnya dijadikan petunjuk oleh The Mysterious Benedict Society untuk menyelamatkan Mr. Benedict.

Sejujurnya akhir ceria memang mengerikan. Saya benar-benar tegang dibuatnya karena The Mysterious Benedict Society harus berhadapan langsung dengan Manusia Sepuluh. Parahnya demi menyelamatkankan Mr. Benedict mereka harus rela nyawa mereka sendiri terancam. Dan kembali kekuatan fisik Kate, kehebatan ingatan Sticky, kekeraskepalaan Constance, dan kecerdasan Reynie dalam menjawab teka-teki pun kembali saling dukung. Bahkan bakat terpendam Constance pun mulai terlihat. Dan membuat anak-anak kagum (dan Sticky kesal..ha..ha..)

Hm..saya memang sangat menyukai The Mysterious Benedict Society ini. Namun sekali lagi dan kali ini lebih kuat lagi rasa tidak nyaman saya karena membaca terjemahan. Bagi saya, petunjuk-petunjuk yang diperoleh anak-anak jangan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Ya, kalaupun diterjemahkan sebaikanya sertakan juga kalimat aslinya. Ini karena tulisan-tulisan atau kata-kata dalam bahasa Inggris tersebut punya peran penting dalam memecahkan kode yang ditinggalkan Mr. Benedict.

Jadi, jika harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1 – 10, maka saya memberinya nilai 8,5. Ini karena ketidaknyamanan saya atas penerjemahan sandi saya rasa sudah sangat mengganggu saya. (>_<) Mungkin ini juga pelajaran penting untuk saya agar mau membaca buku import. *mikir-mikir lagi..kemudian menggeleng*

Quote:
“.... Kau melihat dan mengetahui jauh lebih banyak hal di dunia ini daripada sebagian besar anak lain, -bahkan, hampir semua orang dewasa. Dan pada saat mereka melihat cermin, kau, Sobat melihat jendela. Maksudku, selalu ada sesuatu di balik kaca itu. Kau telah melihatnya dan akan selalu melihatnya sekarang, meskipun orang lain mungkin tidak akan mampu....”
“....Apakah kau memikirikan Reynie bahwa kemungkinan kalau kejahatan jauh lebih mudah disadari daripada kebaikan? Bahwa kejahatan lebih mencolok, seperti yang memang terjadi?”

Tentang Penulis
Trenton Lee Stewart adalah seorang yang menulis novel anak perdananya, dan mengajar penulisan kreatif. Ia lulus dari Iowa Writers’ Workshop. Ide novel ini muncul dari keyakinan bahwa anak-anak sering terlihat, namun jarang didengarkan dan selalu diremehkan! Ia tinggal bersama istrinya di Little Rock, Arkansas, tempatnya mendapat inspirasi dari kedua putranya.

3 komentar:

  1. Setelah baca review ini, aku ada buku ini dan belom baca.... baca ah, jadi bikin pengen baca ni buku.... :D

    BalasHapus
  2. Iya, baca deh. Seru kok. Cuma ya gitu cleunya di terjemahin ke bahasa Indonesia jadi rasanya kurang "nendang". Ha..ha..

    BalasHapus
  3. Kalo aku liat di toku buku, sampulnaya merah terus kayak di dalam bus gitu, tapi sinopsinya sama.Hi...menurutku buku ini keren banget, meskipun belum baca. Tapi seri pertamnya udah jadi gambaranlah.
    cool

    BalasHapus