Selasa, 31 Desember 2013

Takoyaki Soulmate




 

Penulis: Erlita P
Editor: Anin Patrajuangga & Fanti Gemala
Desain sampul & Ilustrasi: Ivana PD & Lisa Fajar Raina
Penata isi: Lisa Fajar Riana
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: 210 halaman
ISBN: 9789790819702

Maya memasuki dunia yang berbeda dengan dunia yang dikenalnya selama ini. Di Kaguya’s Corner, ia belajar bekerja. Bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Dari mulai pemilik kafe, juru masak, karyawan lainnya hingga pengunjung kafe.

Setiap hari adalah pengalaman baru. Setiap menu yang tersaji menyimpan episode ceritanya sendiri.Terutama menu Takoyaki Soulmate yang menjadi andalan Kaguya’s Corner. Ada cerita sukacita, duka, persahabatan, dan juga cinta. Membuat meringis, tersenyum, bahkan tertawa lebar. Terutama bila berhasil menjadi “Tweet of the Week”. Siap menjadi tempat persinggahan untuk melepas lelah atau menjalin cerita. Terutama untuk menikmati seporsi Takoyaki Soulmate!
***
Novel ini bercerita tentang tokoh Maya yang bekerja sambilan di Kaguya’s Corner. Ia bekerja selama libur kuliah untuk mengisi kekosongan yang ia rasakan. Ia merasa dirinya menjadi sosok yang berbeda karena perceraian orang tuanya. Ini membuat hubungan dia dan sahabat-sahabatnya menjadi berbeda.

Bekerja di Kaguya’s Corner memberi Maya pengalaman baru
. Ia menjadi lebih mengenal lebih banyak orang dengan berbagai karakter. Ia belajar berempati dan di waktu yang sama ia pun menikmati kegiatan yang lebih padat ini yang membantunya mengalihkan pikiran dari masalah perceraian tersebut.

Lewat Kaguya’s Corner Maya berkenalan dengan Junjun Kw3, JR, Mbak Ria, Budi, Jagatraya, dan beberapa orang lain. Perkenalannya dengan orang-orang ini juga membuat pikiran Maya jadi semakin luas.

Di Kaguya’s Corner, ada menu Takoyaki Soulmate. Menu ini sebenarnya kurang lebih sama dengan takoyaki yang umumnya di jual di Indonesia. Perbedaannya hanyalah di Kaguya’s Corner, pemesan akan diberi sebuah kertas pesan. Kertas pesan ini diisi oleh pelanggan dengan kata-kata yang ingin mereka tuliskan dapat berupa janji atau kata-kata bijak.  Kata-kata ini akan dipasang di papan kata dan bisa diikutkan dalam lomba “Tweet of The Week” yang diadakan oleh Kaguya’s Corner.

Selama di Kaguya’s Corner, Maya belajar tentang cinta, persahabatan, dan loyalitas.
sumber: inforeseps.com
***
Novel Takoyaki Soulmate ini sangat ringan. Bacaan yang nyaman untuk dinikmati di saat liburan terutama oleh para remaja. Selain itu tidak terlalu cengeng dan tidak menitik beratkan pada hal-hal yang bertema romance. Novel ini bukan tipe novel cengeng yang bikin remaja jadi makin galau.

Namun saya rasa ada beberapa hal yang perlu diperbaiki yang mungkin bisa membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca. Hm, saya merasa konflik di dalam novel ini terlalu datar dan serba nanggung. Masalah romance?? Nggak terlalu terasa. Masalah persahabatan?? Hanya ada dipikiran Maya dan sangat gampang diselesaikan. Masalah kerjaan di Kaguya’s Corner? Nggak ada, kecuali rasa takut yang aneh yang Maya rasakan pada Mbak Ria. Jadi, tidak ada klimaks yang berarti dalam konflik-konflik di novel ini. Jadi kesannya kurang greget aja.

Hal lain yang saya dalam novel ini adalah tokoh utamanya. Salah satu yang saya rasa cukup mengganggu adalah kebiasaan tokoh Maya untuk menjelaskan makna setiap kalimat. Jika memang takut pembaca tidak mengerti, maka gunakan bahasa yang gampang atau jangan gunakan bahasa Inggris. Karena penjelasan kutipan tulisan-tulisan yang ditulis di kertas pesan membuat saya merasa seperti digurui. (-_-“)

Selain itu, Maya sering membuat saya kesal karena kebiasaanya membuat kesimpulan tentang orang tertentu dan langsung memberi mereka gelar-gelar aneh seperti “Mbak Salju”, “Playboy”, “Si Angsa Cantik”, dll. Saya tidak begitu menyukai sikap Maya yang gampang men-judge ini.

Kalau terkait isi buku, saya punya kebingungan. Di setiap akhir bab selalu ada ilustrasi gambar. Tapi saya sering bingung tentang maksud dari gambar ini. Hm..ada yang bisa jelaskan ke saya??

Terakhir, bahasa yang digunakan menurut saya cukup heperbolis. Salah satunya terlihat dalam kalimat ini, “Bibirnya bersepuh lipstik berwarna natural dan rambutnya tergerai panjang. Kulitnya yang mulus membungkus rapi tubuhnya yang tinggi semampai. Aku rasa nyamuk pun akan tergelincir bila hinggap di kulitnya.” Menurut saya gaya bahasa seperti ini terlalu berlebihan.

Tapi, di luar semua komplain saya, novel ini bisa tetap saya nikmati. Kok gitu? Ya karena ceritanya ringan dan alurnya mudah diikuti. Meski tidak ada kejuta berarti saat membacanya.  Yang saya sukai dari novel ini adalah banyaknya kalimat-kalimat yang menarik untuk dikutip dan dijadikan tweet-an di twitter. He..he..

Hm, jika harus menyematkan bintang untuk novel ini. Maka saya memberinya 3 bintang. 3 bintang ini masing-masing untuk cover, cerita yang ringan, dan kutipan-kutipan kalimat yang menarik.
sumber: rowdychild11.blogspot.com
***
Tentang Penulis
Erlita Pratiwi, seorang  penulis aktif lulusan UI yang telah menghasilkan berbagai karya. Belajar tulis-menulis di Sekolah Menulis Online yang didirikan Jonru. Mulai rajin mengirim tulisan ke situs cerita anak www.ceritaanak.org sejak Desember 2008. Menjadi kontributor di PenulisLepas.com sebelum akhirnya web itu tidak aktif lagi.
Perempuan lulusan UI ini sudah membuat skenario yang ditayangkan oleh Global Tv. Mention twitternya di @takoyakisoulmate atau bisa langsung kontak ke erlitapratiwi@cbn.net.id

Quote
“Today I close the door to the past. Open the door to the future, take a deep breath, step forward, and start a new chapter in my life!” (hal.9)
“Trust is like an eraser. It gets smaller after every mistake” (hal. 10)
“Ketika kamu merasa tak bahagia dengan hidupmu, ingatlah bahwa ada seseorang yang bahagia karena kamu ada” (hal. 11)
“People may not always tell you how they feel about you, but they will always show you” (hal. 20)
“To love someone who does not love you is like shaking a tree to make the dew drops fall” (hal 34)
“Galau gets you nowhere” (hal. 51)
“Konsentrasikan pikiranmu pada sesutau hal yang kamu lakukan. Sinar matahari sekalipun baru bisa membakar setelah difokuskan” (hal. 52)
Sometimes God allows us to cry for tears. To clear our eye, so we can clearly see the good things ahead” (hal 52)
“You can’t change people around you. But you can change people you choose to be around you” (hal.66)
“Teman-teman yang benar-benar baik susah ditemukan, sulit ditinggalkan, dan tidak mungkin dilupakan” (hal. 67)
“Sometimes we are only given a few minutes to be with the one we love and a thousand hours to spend just to think about them” (hal. 74)
“Marriage is a workshop where husbands work and wives shop” (hal 98)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar