Kamis, 26 Desember 2013

Love Puzzle


Penulis: Eva Sri Rahayu
Penyunting: Ifnur Hikmah
Penyelaras akhir: Novia Fajriani, Lian Kagura
Penata aksara: Nurul & Anisa
Perancang Sampul: Fahmi Ilmansyah
Penerbit: teen@noura (Lini Remaja Penerbit Noura Books)
Cetakan: I, November 2013
Jumlah hal.: 286 halaman
ISBN: 978-602-1606-04-9
 Rasi memberi senyuman, tetapi cowok itu malah tidak mengacuhkannya.
“Raja?" sapa Rasi.
“Sori?” Kening cowok itu berkerut.
“Kamu Raja, kan?” tanya Rasi lagi.
“Hmm, enggak usah sok kenal, deh,” balas Raja dingin.
Rasi melengkungkan bibirnya, cowok keren memang sering kena amnesia! “Enggak usah nyebelin gitu, deh. Kamu kan yang nanya-nanya soal fotografi di atap BIM kemarin? Kalau aku salah orang, biasa aja, deh.”
Raja merespon perkataannya dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi Raja kembali sinis. “Denger ya, aku enggak kenal kamu!” geram Raja penuh penekanan.
***
Sejak ketemu cowok itu, Rasi merasa level hatinya naik turun seperti roller coaster: kadang berbunga, kadang kesal setengah mati. Sama seperti sikap Raja yang jago sulap: kadang baik, kadang nyebelin. Ada ya orang yang seperti itu? Rasi hanya belum tahu kalau di balik semua kejadian ada misteri tersimpan. Dan takdir menuntun Rasi masuk ke labirin yang entah ke mana berujung ….
***
“Karya yang manis, hangat, dan bikin penasaran hingga halaman terakhir.”
— Dyah Rinni, penulis “Unfriend You” dan “Serial Detektif Imai”
“… kepingan demi kepingan cerita yang mengundang rasa penasaran pembaca.”
— Valleria Verawati, penulis “Bidadari di Bawah Hujan” dan “Nggak Usah Jaim, Dech!”
***

Prolog dibuka dengan keseruan Rasi dan 3 sahabatnya, Reta, Cherry, dan Aji menonton film horor. Saat Reta, Cherry, dan Aji berteriak ketakutan, Rasi nampak biasa saja. Setelah nonton, ia pun bercerita tentang pengalaman masa kecilnya yang membuat dia tidak takut pada hantu. 

Setelah itu cerita pun mulai bergulir. Perkenalan Rasi dengan Raja di atap Bandung Indah Mall (BIM). Tempat perkenalan mereka adalah tempat favorit Rasi untuk memotret. Sebab dari ketinggian tersebut ia bisa melihat banyak hal tanpa terhalang gedung-gedung tinggi.

Pertemuan kedua Rasi dengan Raja adalah di lapangan basket indoor saat Rasi datang untuk memotret Reta yang sedang bermain basket. Rencananya, hasil foto hari itu akan mereka gunakan sebagai pelengkap dokumen pengajuan lomba atlet sekolah berprestasi. Pertemuan kedua ini membuat Rasi kesal karena bersikap seperti orang yang tidak mengenalnya sama sekali. Seolah ia lupa bahwa mereka sempat berkenalan di atap BIM.

Keesokan harinya Rasi berkenalan dengan Ayara, perempuan cantik yang terlihat mirip boneka Jepang. Awalnya Rasi tertarik menjadikannya sebagai objek foto namun saat menyadari bahwa gadis itu seperti orang yang kebingungan, akhirnya dia pun menolongnya. Ternyata pertolongan spontan itu bermakna cukup dalam bagi Ayara. Dan membuat Rasi kebingungan dengan reaksinya.
Pertemuan kedua Rasi dengan Ayara terjadi di lapangan basket indoor (lagi!). Kali ini ia tanpa sengaja mencuri dengar obrolan Ayara dengan seorang pemain basket di sana. Laki-laki itu bersikap sangat kasar kepada Ayara. Namun belum sempat Rasi melakukan sesuatu, laki-laki tersebut langsung pergi meninggalkan Ayara yang sedang menangis.

Setelah itu satu persatu hal terjadi. Kebingungan-kebingungan mulai muncul dan membuat Rasi pusing dibuatnya. Tentang Ayara yang ternyata mencintai Raja. Tentang Raja yang bersikap aneh yang sering kali seperti orang yang lupa pada apa yang telah dia katakan sebelumnya pada Rasi. Tentang perasaannya yang berubah-ubah pada Raja. Di satu saat ia menjadi berdebar-debar saat bertemu Raja, dan di saat lain dia merasa sangat tenang dan nyaman namun tidak ada debaran seperti yang sebelumnya dia rasakan.

Dan setelah itu satu persatu fakta pun terungkap. Tentang Raja dan masa lalunya. Tentang Ayara dan rasa cinta serta penolakannya untuk menerima kenyataan. Dan tentang cinta masa kecil Rasi, juga cinta masa kini Rasi.

Pada akhirnya, kebenaran akan melukai banyak pihak. Lantas haruskah ia diam? Atau menyampaikan kebenaran yang ia ketahui meski itu akan Raja, Ayara, dan dirinya sendiri?

Oiya, lihat juga book trailer Love Puzzle ini. Keren lho 

***
Membaca bagian prolog saat Rasi bercerita tentang pengalamannya dengan hantu membuat saya teringat pada adegan di film kartun Scooby-doo. Ha..ha.. Apa-apaan bendera putih itu?? #upsss. Jujur saja, saya mulai membaca buku ini malam hari. Setelah menerima paket buku yang ternyata berisi novel Love Puzzle, saya pun berusaha menuntaskan buku lain yang tengah saya baca. Akhirnya, malam harinya saya langsung membaca novel ini.

Sebelumnya saya pernah menyampaikan bahwa saya tidak suka novel horor. Nah, cerita di prolog sukses membuat saya menggeliat gelisah. Ragu-ragu untuk melanjutkan membaca. *Ya..ya..saya memang penakut (-_-“)* Tapi karena optimis bahwa novel ini adalah novel romance saya pun kembali melanjutkan membaca.
Hm..apa yah, setelah membaca dan duduk di depan laptop untuk menuliskan review-nya, saya menjadi bingung harus menulis apa. Kemungkinan spoiler-nya akan cukup tinggi, tapi ini adalah pondasi cerita yang jika tidak saya tuangkan akan membuat saya tidak bisa me-review apa pun.  *halah..buruan ceritanya. Kalau bingung terus nanti malah nggak nge-review sama sekali*

Baiklah, sebelumnya maaf buat penulis kalau ternyata ini malah menjadi spoiler, tapi saya merasa bahwa ia bisa menjadi bahan pertimbangan pembaca untuk tertarik membaca buku ini. Jadi izinkan saya menuliskan semuanya di sini. *halah..mulai deh lebay-nya Tria*

Cerita ini mengangkat tentang saudara kembar. Dua sosok yang berbeda namun sama. Kompleksitas cerita berputar di antara dua sosok ini yang sampai akhir mulai bisa saya tebak tapi tetap merasa ada beberapa potongan puzzle yang masih bolong. Ya, seperti judulnya, ada beberapa teka-teki dalam novel ini. Bagaikan menyusun sebuah puzzle, terkadang kita sudah bisa menebak gambar apa yang sedang kita susun, namun masih ada sejumlah puzzle  yang tidak pada tempatnya atau bahkan masih kosong. Begitu pula novel ini.

Saya sudah menduga bahwa Raja adalah dua sosok dalam satu nama. Tapi alasan mengapa salah satu ikut menggunakan nama “Raja” membuat saya bertanya-tanya. Apa maksudnya? Kenapa harus menggunakan satu identitas. Namun sosok Raja yang lain pun membuat saya bingung, kenapa ia seperti dua orang dalam satu tubuh.

Hm..bagi pecinta drama Taiwan berjudul Mars yang dimainkan oleh Vic Zhou dan Barbie Hsu yang sempat booming di Indonesia, maka dugaan awal akan mengarahkan cerita ke sana. Cerita drama ini adalah tentang Chen Ling yang menyaksikan sendiri kematian saudara kembarnya Chen Seng dan setelah sempat menjalani rehabilitasi dia pun berusaha hidup normal meski terkadang trauma itu mengganggunya.  Awalnya saya pun berfikir ke arah sana, namun posisi tokoh Rasi jelas berbeda dengan tokoh Han Qi Luo yang diperankan Barbie Hsu. Barbie Hsu dikisahkan sebagai perempuan yang introvert namun Rasi malah lebih cocok jika saya sebut dengan kata "perkasa" :D

Drama Taiwan "Mars" *film zaman SMP* sumber: novieagassi.blogspot.com

Saya kemudian teringat dengan sebuah komik berjudul “The Other Marionette” yang menceritakan tentang tokoh kembar yang hidup dalam 1 tubuh. Ketika salah satunya meninggal, yang masih hidup menampung “jiwa” saudara kembarnya yang telah mati. Mereka jatuh cinta pada perempuan yang sama. Baca komik itu waktu SD padahal kayaknya komik itu ratingnya Dewasa deh *Upss..kok ceritanya malah kemana-mana* Tapi ini beda. Hm..Raja tidak berkepribadian ganda, yang ada dia malah bingung dengan identitasnya sendiri.
Komik lama dan dewasa (-_-") Sumber: www.angelzon.com

Hm..awalnya cukup sebel sama penulis, kok kesannya jadi nggak orisinil. Tapi setelah satu persatu fakta terbuka saya akhirnya malah jatuh iba pada tokoh Raja. Saya kemudian sedih memikirkan perasaan penulisnya. *Lho, kok?* Yup, bagi yang belum tahu, Mbak Eva Sri Rahayu ini adalah saudara kembar Mbak Evi Sri Rezeki penulis CineUS. Hm, saya yakin mbak Eva sempat harus membayangkan bagaimana rasanya kehilangan mbak Evi. Saya aja yang nggak punya saudara kembar malah nangis bombay *yeah, saya ngaku saya nangis saat membaca novel ini*, apa lagi kalau punya saudara kembar. Huft, yah akhirnya setelah membaca novel ini saya bangun terlambat dengan mata bengkak. *cari kompres mata..es batu..mana es batu..*

Hm..ok, izinkan saya menyampaikan kelebihan-kelebihan novel ini: dari segi kekuatan cerita jelas ini cukup kuat, apa lagi novel ini pasti tidak jauh dari kehidupan mbak Eva yang juga punya saudara kembar. Penokohannya juga sangat kuat. Karakter tokoh-tokohnya dapat terbaca melalui sikap, perilaku, serta cara mereka menghadapi masalah. Cerita juga rapi. Alurnya meskipun maju-mundur, tapi tidak membuat saya bingung melainkan berhasil menjawab pertanyaan saya satu persatu.

Selain itu, banyak pesan moral dalam buku ini. Ada pesan moral tentang pem-bullyan yang bisa jadi pelajaran penting bagi remaja-remaja sekarang. Kita bisa belajar tentang betapa bullying bisa merusak hidup orang lain. Lebih membahagiakan jika semua remaja bisa bersikap seperti Rasi yang ramah dan mudah menolang daripada bersikap arogan dan memperlakukan orang lain seenaknya. Bukankah kita seharusnya memperlakukan orang lain seperti kta ingin diperlakukan oleh orang lain? *mendadak dewasa (^_^)v*

Dan satu lagi, saya suka covernya. Cover depan dan cover kedua sama “manis”nya menurut saya, meskipun mungkin akan lebih menarik jika ada dimensi puzzle yang dimasukkan ke dalam cover. Ilustrasi yang nampak seperti potongan-potongan puzzlenya yang diletakkan di awal bab-bab tertentu pun menarik dan mencerminkan ceritanya. Saya rasa akan lebih menarik jika covernya mengikuti tema ini.

Salah satu gambar puzzle di dalam buku
Kalau dari segi isi, saya sebenarnya merasa bahwa prolog membuat cerita ini gampang ditebak. Bahkan dari prolog, bab Puzzle 1 jadi bisa terduga dengan mudah oleh pembaca. Dan jaraknya yang terlalu dekat membuat salah satu puzzle langsung terjawab, hanya menunggu penjelasan yang sebenarnya saja.

Selain itu saya pribadi merasa kurang nyaman dengan penggunaan “bahasa bicara” dalam dialog yang ditulis. Contohnya dalam dialog di halaman 72, “....Bukan penginku punya badan kayak gini....” Bagaimana kalau menggunakan kata “Bukan mau ku punya badan kayak gini”, penggantian ini tidak akan menghilangkan karakter “manja yang nyaris kronis” dari tokoh tersebut. *he..he..iya saya memang cukup gemas dengan tokoh ini*

Oiya, saya juga mau protes sedikit atas nama Reta, Cherry, dan Aji. Kok peran ketiga tokoh ini semakin ke belakang semakin minim? Padahal dimensi persahabatannya bisa lebih kental jika ketiga tokoh ini ikut membantu Rasi menemukan kepingan puzzle. Apalagi ada adegan berbahayanya *yup, cukup spoilernya, Tria* Jadi, kesan Rasi sebagai cewek super tangguh bisa sedikit dilembutkan (^_^)

Soal persahabatan Rasi dan Ayara bagi saya terasa terlalu cepat dijalin. Karena saya pribadi suka gemas dengan tipe seperti Rasi yang ingin langsung jadi sahabat dekat. Persahabatan itu butuh kepercayaan dan kepercayaan butuh proses untuk ditumbuhkan. Tapi saya mengerti sih, dari sosok yang punya girl power yang selalu full, perasaaan ingin melindungi yang lebih lemah itu gampang tumbuh. Apalagi masalah bully-membully jelas mengusik perasaaan Rasi sebagai pembela kebenaran.

 Hm..saya rasa cukup itu saja tentang novel ini. Saya pribadi memang merasa bahwa sudah tidak ada tema yang orisinil di dunia ini, yang harus bisa diasah adalah sudut pandang, penceritaan, dan fokus ceritanya yang dipertajam. Ini bisa melahirkan karya yang berbeda. Dan penulis sebenarnya mampu melakukan itu, karena setelah sampai di 1/3 akhir cerita, saya merasa bahwa ternyata kisahnya tidak lagi sama dengan kisah-kisah tokoh kembar lainnya. Dan satu lagi, bisa nggak prolognya diganti?? *ditabok penulis & editor pake buku..hap..bukunya ditangkap dan dibawa kabur*

Hm..kalau harus memberi nilai untuk novel ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8,5. Nanti diganti deh jadi 9 klo prolognya diganti *keukeuh* (^_^)
***
Quote:
"....Menurut gue, baik itu juga nggak egois sama diri sendiri, ya. Kalau bikin rugi, bukan jadi kebaikan lagi...." (hal.31)

"Kenangan, kadang terasa lebih nyata dari kenyataan. Seberapa pun besarnya perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan hanya hidup dalam ingatan" (hal.68)

"....Penindas cuma kumpulan orang bodoh yang pura-pura bersahabat." (hal. 107)

"....Cinta dilahirkan, bukan diciptakan. Cinta bukan 'tidak harus memiliki', tapi memang 'tidak semua cinta bisa dimiliki'."
***

http://www.smartfren.com/ina/home/ 

www.noura.mizan.com

32 komentar:

  1. ada cerita tentang anak kembar ya? wah jadi pengen baca :) semoga sukses kontesnya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cerita tentang anak kembar yang ditulis oleh penulis yang punya saudara kembar..he..he..

      Iya, do'akan bisa menang ya

      Hapus
  2. Wah makasih reviewnya lengkap banget :D jadi makin penasaran pengen baca ... apalagi ada quote yang mengena banget di aku :
    "Cinta dilahirkan, bukan diciptakan. Cinta bukan 'tidak harus memiliki', tapi memang 'tidak semua cinta bisa dimiliki'."

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha..ha..semoga tergoda buat baca.
      Iya, ada beberapa quote yang menarik di buku ini.
      Dan buku-buku Mbak Eva dan Mbak Evi memang selalu ada pesan moralnya. Jadi nggak tentang cinta mellow melulu. (^_^)v

      Hapus
  3. Keren Kak reviewnya, sayangnya kepanjangan. Heheh... Lengkap sih, tapi kalau sepanjang ini kayaknya malah menyebutkan spoilernya juga. Walau di kalimat "Baiklah, sebelumnya maaf buat penulis kalau ternyata ini malah menjadi spoiler, tapi saya merasa bahwa ia bisa menjadi bahan pertimbangan pembaca untuk tertarik membaca buku ini. Jadi izinkan saya menuliskan semuanya di sini." Coba aja Kakak nggak perlu untuk menjelaskan reviewnya secara mendetail, soalnya sayang, tingkat penasaran yang baca nggak seantusias di awal. Heheh...

    Maaf ya Kak, kalau aku menyebutkan ketidak-sukaanku dengan tegas. Heheh... Jangan marah ya Kak Tria :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Terima kasih untuk kritikannya.
      Saya sadar resiko mereview secara lengkap bisa jadi menurunkan semangat dan bisa jadi malah menambah ketertarikan untuk membaca dan membuktikan.

      Terima kasih sudah menyampaikan pendapatnya yah (^_^)v

      Hapus
    2. Eh tapi Kak, katanya sih ada lomba review lagi buat Love Puzzle nya, coba cek disini http://tamanbermaindropdeadfred.wordpress.com/2013/12/11/lomba-review-novel-love-puzzle-bersama-smartfren-dan-noura-books/ :)

      Hapus
    3. Iya, saya juga ikut lomba review itu. Do'akan bisa menang ya (^_^)

      Hapus
  4. Reviewnya bagus mbak :D Aku merasa nggak ada spoiler kok? Malah tambah bingung dan penasaran sama Raja. "Raja adalah dua sosok dalam satu nama." Hmm, jadi si kembar ini Raja-Raja? Aku pikir Raja-Rasi itu kembaran, tapi Raja waktu kecil kecelakaan terus lupa ingatan dan wajahnya dioperasi plastik jadi nggak mirip Rasi lagi *aduh, maaf mbak Eva kalau dugaan awal saya terlalu vulgar (?) dan malah membelokkan cerita menjadi jauuuuh sekali* Jadi mau baca novel ini ^_^ penasaran bin apa aja deh pokoknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. baca prediksi Dian malah bikin saya teringat film taiwan (atau korea) berjudul Twins. Saya juga baru sadar nama Raja-Rasi ternyata mirip.. *dikeplak mbak Eva*
      (^_^)v

      Hapus
  5. Remaja banget ya, idenya juga menarik. Dan itu covernya....... SUKA BANGET!! :3

    Belum baca ini dan ohya soal reviewnya lengkap, malah makin bikin penasaran. Walau bisa ketebak endingnya bakal gimana tapi tidak mengurangi rasa aku untuk pengen banget baca ini! ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, bukunya memang remaja banget.
      Kira-kira tebakan Mita tentang endingnya benar gak ya??
      *penasaran*

      Hapus
  6. Keren!!!! Pengen bacaaa u,u

    BalasHapus
  7. Hai mbak Atria :) suka deh sama review nya. Keren dan lengkap, membuat orang yang membaca review jadi penasaran dan pengen baca bukunya :)
    Suka banget sama kutipan : Kenangan, kadang terasa lebih nyata dari kenyataan. Seberapa pun besarnya perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan hanya hidup dalam ingatan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..alhamdulillah kalau review-nya memuaskan.

      Iya nih, dalam bukunya banyak kutipan yang bikin meleleh (^_^)

      Hapus
  8. Hmm.. Setelah baca beberapa review kamu, kayaknya ciri khas review kamu emang dari segi "kelengkapannya" ya.. Sekedar ingetin aja nih, hati-hati, review yang lengkap kadang memang bikin pembaca tertarik buat baca bukunya langsung, tapi kadang juga malah jadi males karena udah ketebak dari reviewnya.

    Untuk review yang ini, jujur, di beberapa sisi justru membuat aku bingung, kayak puzzle yang dipisah-pisah... :'(
    Awalannya memang fokusnya sama Raja, tapi kok kesannya jadi membingungkan. Apa aku-nya yang lemot ya? Wakakakak..

    Overall, selalu salut buat orang-orang yang rajin mereview setelah baca. Semangat trs yaaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..iya, saya cenderung ingin mereview lengkap karena dari sana saya bisa bicara tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Jadi bisa lebih adil ke penulis dan pembaca.
      Terima kasih sudah membaca review saya (^_^)

      Hapus
  9. kutipan ini :

    Kenangan, kadang terasa lebih nyata dari kenyataan. Seberapa pun besarnya perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan hanya hidup dalam ingatan.

    Yupz, setuju banget! ku pernah mengalaminya ,, hemm sampai detik ini pun masih suka berjuang agar kenangan bersama almarhum sahabatku jadi kenyataan tapiii itu semua gak semudah seperti aku menghabiskan seporsi mie ayam di campur gehu dan satu cup sedang es alpukat (red: makanan tadi penghilang galau ckckc nah loooh ko malah curhat lagi) ,,

    review kali ini, detail banget!
    yupz aku setuju dengan kutipan ini :

    saya cenderung ingin mereview lengkap karena dari sana saya bisa bicara tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Jadi bisa lebih adil ke penulis dan pembaca.

    Jarang ada penulis novel yang menyebutkan kekurangan dan kelebihan pada hasil karyanya berupa novel di review novelnya (red: pertahankan ya dan tetap semangat! jadilah diri sendiri asalkan gak melanggar aturan lalu lintas yang ada di jalan raya ckckckc)

    Aku suka teka teki (red: alasannya biar ngilangin rasa malas tuk cari jawaban dari masalah apa pun) ,,
    Novel ini sepertinya bisa memotivasiku tuk lagi, lagi dan lagi tuk baca mpe ketemu jawabannya! yupz, jawaban dari teka teki yg ada di novel Love Puzzle ini! Aku sangat ingin membacanya! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih.
      semoga suka dengan review2 lainnya.
      (^_^)

      Yuk, dibaca buku Love Puzzle-nya (^_^)

      Hapus
  10. Waahh lengkap banget Mbak review-annya, keren! Saya penasaran sama isinya, mana banyak teka-tekinya lagi, covernya manis banget.
    Sebelum saya tau kalau ada Raja yang lain, saya kira Raja punya kepribadian ganda xD sempet bingung juga tadi Mbak, untung ada penjelasannya dibawah.
    Juga ada perbandingan dengan cerita yang lain, itu bacaan Mbak waktu SD? dan sekarang masih ingat? keren Mbak, abisnya aku selalu lupa sama judul buku yang uda pernah aku baca #plaak..
    Aku suka quote yang terakhir, rasanya pengen nyubit pipi Mbak Eva, jleb banget :D

    Sukses ya Mbak! Semoga menangin kontes review ini dengan khas gaya review-an Mbak B) *aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..saya sendiri membuat banyak dugaan saat membaca buku ini. Tapi akhirnya baru dapat jawaban dan penjelasannya setelah dibaca sampai tuntas (^_^)v

      Ha..ha..Quoter yang itu seperti berusaha memberi jawaban logis untuk urusan hati. Ha..ha..

      Hapus
  11. Di awal membaca keanehan kelakuan Raja saya sudah menduga bahwa ini ada 2 orang yang berbeda tapi mirip ( cerita begini sudah banyak muncul di novel & sinetron :D). Belum pernah baca karya Eva Sri Rahayu tapi melihat rating yang diberikan, boleh juga untuk dibaca kali ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bunda Nannia my beloved Santa..he..he..
      Ide pasti udah susah orisinil.
      Menurut saya yang menarik adalah upaya menemukan jawaban-jawaban dari puzzle yang masih bolong-bolong (^_^)v
      Baca sampai akhir baru saya paham karakter tokoh-tokohnya dan keseluruhan cerita..he..he..

      Hapus
  12. oh ini bukunya yaa :) kayaknya bagus, saya suka covernya.
    sepertinya puzzlenya seru, saya suka dengan cerita yg sulit ditebak, eh tapi tentang kembar itu udah dibuka disini yaaa ._.
    eh saya juga suka dulu nonton mars waktu bulan puasa, gak taraweh gara2 nonton ini _-_ ampun dah
    itu komiknya pernah baca kayaknya, tapi kok aku lupa ceritanya yaa ._. *saking banyaknya komik yg dibaca*
    iya ya, banyak komik jadul yg temanya dewasa ya. saya waktu SMP suka penasaran klo ada unsur2 seperti itu di komik -,- *aib *namanya juga bocah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha..ketahuan nih generasi zaman kapan (^o^)

      Iya bukunya seru, bikin penasaran.
      Ending cerita nggak harus hebat. Tapi gimana cerita itu diselesaikanlah yang harus keren.
      Setuju? Ok sip *maksa*
      :D

      Hapus
  13. Reviewnya top, Mbak. Buku ini emang komplit, ada genre romance + misterinya. Setalah baca sampai akhir, aku cuma bergumam "Amazing" sambil melongo. Nice review Mbak Atria!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah baca bukunya juga??
      He..he.. pasti nggak berhenti baca sampai tamat (^_^)

      Jadi nunggu buku mbak Eva lagi nih..

      Hapus
  14. Baru sempat baca secara menyeluruh. Kalau soal review cerita, kayaknya kita mi jagonya, Ndi'. 1 saja yang perlu diingat, menghindari kesan-kesan subjektid dari pembuat review. Yang seperti "Saya merasa bla bla bla..." (^_^) Saya pelakunya sih kalau disuruh buat review hhehehehe... Tapi sudah tobat.

    So far, karyanya bagus. Sukses ki, Landak1!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he.. iya, terima kasih sarannya kak (^_^)9
      Susah sih buat nggak subjektif dalam mereview karena tergantung sama selera masing-masing orang.
      Makanya tetap pakai kata "menurut saya" atau "saya merasa" biar kesannya nggak mengeneralisir pendapat orang. He..he.. jadi pertanggungjawabannya jelas (^_^)v

      amin kak. Qta juga sukses terus ya kakak..
      Btw, saya tunggu ki di Bandung..he..he..

      Hapus
  15. Terima kasih reviewnya, Atria ^_^
    *nulis catetan saran-saran*

    BalasHapus
    Balasan
    1. *ngintip catatan mbak Eva*
      He..he..
      Saya tunggu novel berikutnya ya, Mbak (^_^)9

      Hapus