Kamis, 26 Desember 2013

How to be Popular




Judul terjemahan: Panduan Meraih Popularitas
Penulis: Meg Cabot
Penerjemah: Maharani Aulia
Ilustrasi dan Desain Sampul: Rizki Arnosa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Desember 2010
Jumlah hal.: 312 halaman
ISBN: 978-979-22-6497-5

Apakah kau ingin menjadi populer?
Semua orang ingin populer---termasuk Stephanie Landry. Steph adalah cewek paling tidak populer di kelas sejak terjadi musibah Super Big Gulp lima tahun yang lalu.

Pentingkah menjadi populer?
Penting banget---bagi Steph. Karena itulah tahun ini dia berencana secepatnya bergabung dengan Kalangan A. Dia mendapat sebuah senjata rahasia: sebuah buku tua berjudul---apalagi kalau bukan---Panduan Menjadi Gadis Populer.

Apa saja syarat untuk menjadi populer?
Yang harus dilakukan Steph hanyalah mengikuti semua petunjuk dalam buku, dan dia akan segera berpesta dengan Kalangan A (termasuk Mark Finley, gelandang tim football sekolah), alih-alih melewatkan malam Minggu dengan duduk-duduk di The Hill, memandangi bintang-bintang di langit dengan sobat kuper-nya, Becca, dan Jason yang lebih kuper (sekarang dia lumayan seksi, tapi tetap saja), yang tertarik pada astronomi.
Siapa yang butuh ditemani para kurcaci merah jika kau diundang ke pesta paling seru di kota?

Tapi jangan abaikan hal terpenting tentang popularitas!
Menjadi populer itu mudah. Kenapa tidak? Ikuti panduannya!
***
Novel dibuka dengan sebuah penjelasan berikut:
Populer: ks. Disukai atau dihargai banyak orang; disukai oleh para kenalan; banyak dicari untuk dijadikan teman.
Popularitas.
Kita semua menginginkannya. Kenapa? Karena populer berarti disukai. Semua orang ingin disukai.
...
***
Diceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Steph Landry yang mengalami kehidupan sebagai seorang gadis yang menjadi bahan lelucon karena menumpahkan minuman ke baju putih seorang anak perempuan yang populer saat duduk di kelas enam. Sejak saat itu selama lima tahun dia menjadi lelucon yang bahkan menyebar ke seluruh kota. (Wow!! Apakah itu memang bisa terjadi jika sekelompok remaja populer menjadi “penguasa”).

Karena semua lelucon itu dia akhirnya hanya punya dua orang teman yakni Jason dan Becca. Keduanya pun bukan orang populer. Jason sebenarnya punya potensi untuk jadi cowok populer karena berasal dari keluarga kaya dan memiliki tubuh yang keren, tapi karena kecintaannya pada astronomi ia pun dianggap aneh oleh anak-anak lain. Becca?? Dia juga mendapat cap tukang tidur karena dia dulunya sering tertidur di kelas. Dia sering mengantuk karena dulu harus membantu ayahnya yang petani dan harus bangun cukup subuh untuk bisa tiba di sekolah tepat waktu. Akhirnya ia dicap sebagai anak aneh juga.

Sebenarnya ketidak populeran ini membuat Steph geram. Ditambah lagi dirinya benar-benar menjadi lelucon umum di masyarakat. Sering kali ia mendengar kalimat, “Jangan seperti Steph” atau “Kelakuanmu seperti Steph banget!” setiap kali orang mengomentari sikap orang lain yang dianggap konyol dan aneh.  Akhirnya dengan bantuan sebuah buku tua yang tanpa sengaja ia temukan dari tumpukan barang-barang Kitty, nenek Jason sekaligus calon nenek tirinya, berusaha mengubah dirinya. Buku tua itu adalah buku panduan menjadi populer, dan Steph merasa yakin bahwa saran-saran di dalam buku tersebut akan membantunya.

Dia pun mempersiapkan semuanya, mulai dari membeli pakaian baru yang lebih sesuai trend maupun mengubah gaya rambutnya. Dia pun berusaha lebih mempertimbangkan setiap tingkah laku dan ucapannya. Dia berusaha memenuhi saran-saran yang ada di buku tersebut. Ia melakukan hal-hal yang disarankan oleh buku. Hingga akhirnya ia benar-benar diterima oleh kelompok populer. Namun bersamaan itu, Jason dan Becca merasa dirinya aneh. Mereka merasa Steph sudah berbeda. Padahal Steph berusaha agar tetap bisa akrab dengan mereka.

Hingga akhirnya di satu titik, Steph pun mendapat ujian yang cukup berarti yang menjadi klimaks dari semuanya. Sebab hal tersebut menjadi penentu segalanya. Jika ia melakukannya maka dia benar-benar membuang dirinya yang dulu, dan jika dia menolak maka itu berarti semua kepopuleran yang berhasil dia bangun akan menguap begitu saja.

Apa pilihan Steph? Apakah ia benar-benar berhasil menjadi orang yang populer?
***
Saat menulis review ini, saya sambil mendengarkan lagu Pemenang milik SO7. Hm, ini menyadarkan saya bahwa iya benar, dunia ini penuh persaingan bahkan dalam hal popularitas. Kemenangan bukan milik orang-orang tertentu, ia milik semua orang yang mau mengusahakannya. Seperti halnya kepopuleran. Setiap orang punya peluang menjadi populer. Hal fisik terkait kecantikan, warna kulit dan bentuk tubuh memang mempengaruhi peluang itu tapi tidak berarti menjadi hal terpenting. Yang paling penting adalah bagaimana kita mencintai diri kita dan selalu bisa menjadi diri sendiri serta selalu bersikap baik dan ramah ke orang lain. Pada akhirnya kita akan menjadi sosok yang disukai untuk dijadikan teman oleh siapapun. Sebab orang yang mencintai dirinya sendiri akan lebih mudah dicintai. (entah pernah membaca kalimat ini dimana) 

Membaca buku ini pun sebenarnya memperlihatkan bahwa obsesi menjadi populer pun menuntut pengorbanan. Mulai dari waktu yang dibutuhkan untuk tampil menarik, hingga kesulitan untuk menemukan sahabat yang benar-benar baik. Selain itu banyak hal-hal manipulatif yang cukup menggoda untuk dilakukan agar kita bisa populer dan mempertahankan kepopuleran itu. Lihatlah Lauren yang menjadi pembohong dan pendengki ulung. Atau yang cukup konyol ya Darlene, yang berpura-pura bodoh namun ternyata itu menjadi sesuatu hal yang menyenangkan darinya. (^_^)v

Terkadang kita memaksakan diri menjadi populer hingga akhirnya lupa untuk menjadi diri sendiri. Saya rasa Meg Cabot berusaha mengingatkan hal ini pada semua anak perempuan di luar sana. Bahwa pada akhirnya jauh lebih menyenangkan menjadi diri sendiri. Selain itu, yang terpenting adalah dicintai seperti adanya kita, bukan seperti diri kita yang mereka inginkan. (hm?? Memusingkan?? Mudah-mudahan nggak ya :D)

Lalu apa itu berarti apa yang dilakukan oleh Steph salah?? Nggak juga. Karena dia punya alasan untuk itu. Tapi akan salah jika akhirnya dia melakukan segala hal untuk itu bahkan hingga menjatuhkan orang lain. Kalau sudah seperti itu, dia jelas tidak ada bedanya dengan Lauren. Itulah kenapa akhir kisahnya dibuat seperti itu oleh Meg Cabot, yaitu agar jangan sampai kita malah menjadi mirip dengan orang yang tidak kita sukai karena dendam yang kita simpan pada orang itu. Kalau seperti itu, apa bedanya kita dengan orang yang kita benci itu?? Setuju kan?? (^0^)

Saya suka buku ini. Meski genrenya teenlit. Ini karena buku ini nggak melulu tentang remaja galau yang jatuh cinta melainkan tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang tangguh. Bagaimana kita menghadapi sikap orang-orang yang suka mem-bully. Ini layak dibaca oleh remaja-remaja masa kini. Oiya, tentang cewek-cewek populer yang biasanya selalu diidentikkan dengan cewek cantik, dan selalu berkelompok dan punya cowok populer. Hm, buku ini bisa menjadi cara meluruskan sesuatu bahwa cantik dan populer nggak berarti dia berhak menghakimi orang lain, dan bahwa mereka yang biasa-biasa pun bisa menjadi cantik dan populer jika mau mengusahakannya. Tapi ya, sekali lagi itu akan menuntut pengorbanan. Nah, ini saatnya menentukan prioritas. Apakah menjadi populer itu prioritas? Apakah demi menjadi populer kita rela kehilangan “kekhasan” karakter pribadi kita dan menjadi seragam dengan anak-anak perempuan lain yang ada di geng populer?

Ok, jika harus memberi nilai untuk novel ini, saya memberinya nilai 8. *Kok nggak tinggi-tinggi amat? Padahal biasanya kalau novel yang punya nilai moral, suka kamu kasih nilai tinggi, Tria?* Hm.itu mungkin karena saya nggak berhasil menikmati banyak hal dari novel ini. Nggak berhasil mengaduk-aduk emosi saya. Buktinya saat membaca novel ini saya membaca 1 novel lain juga (^_^)v
***
Quote:
“Hindarilah popularitas jika kau menginginkan kedamaian.” –Abraham Lincoln  (Hal.280)
“Popularitas adalah hal termudah untuk diraih, namun paling sulit dipertahankan” –Will Rogers (hal.298)
... di dunia ini ada banyak Steph Landry – orang-orang yang melakukan kesalahan di depan umum, orang-orang yang rambutnya nggak tertata rapi setiap saat, yang bukan anak orang kaya yang setiap tahun bisa dibelikan mobil baru – lebih banyak daripada ratu kecantikan sepertimu. Dan kalau kau tidak mau baik-baik pada kami, pada akhirnya kau akan menyadari betapa kesepian hidupmu.” (Hal. 301)


Tentang Penulis
Meg Cabot adalah pengarang serial Princess Diaries, yang adaptasi filmnya dibuat oleh Disney dengan judul sama. Buku-buku lain karangannya termasuk seri Mediator, 1-800-Where-R-You, All American Girl, Ready or Not, Teen Idol, Avalon High, dan How to Be Popular, juga Nicole and The Viscount dan Victoria and the Rouge. Dia juga menulis buku untuk dewasa termasuk The Boy Next Door, Boy Meets Girl, Every Boy’s Got One, Size 12 Is Not Fat, dan Queen of Babble. Dia masih menunggu orang tua kandungnya, sang raja dan sang ratu, mengembalikan takdir aslinya untuk menduduki takhta. Dia tinggal di Key West dan New York dengan suami dan seekor kucing bermata satu bernama Henrietta, dan berbagai kucing cadangan lain.

1 komentar:

  1. Aku suka buku2 karya Meg Cabot, terutama yang The Mediator... keren abisss ^^

    BalasHapus