Sabtu, 07 Desember 2013

Cheer Boy!!



Cheer Boy yg penuh bookmark krn bnyk quote kerennya

Judul Asli: Cheer Danshi!!
Penulis: Asai Ryo
Penerjemah: Faira Ammadea
Penyunting: Tia Widiana
Proofreader: Dini Novita Sari
Desain Cover: Bambang ‘Bambi’Gunawan
Penerbit: Penerbit Haru
Cetakan: Pertama, November 2013
Jumlah hal.: 428 halaman

Cheerleader…. Biasanya cewek yang melakukannya, kan?”
Haruki cedera. Cowok itu menggunakan cederanya sebagai alasan untuk berhenti dari Judo karena menyadari batas kemampuannya. Padahal Haruki lahir dalam keluarga pejudo dan kakak perempuannya selalu jadi pemenang dalam setiap kejuaraan Judo.
Kazuma, teman sepermainan Haruki tiba-tiba ikut berhenti Judo dan menyarankan hal gila. Mereka akan membentuk tim cheerleading cowok!! Padahal, olah raga itu kan olah raga cewek!
 Tapi, saat anggota berhasil mereka kumpulkan, ternyata mereka adalah cowok-cowok 
dengan masalah masing-masing.
 Saat masalah itu saling berbenturan, akankah cheerleading bisa membuat mereka tetap bersatu? Akankah cheerleading bisa menyelesaikan semua masalah?
***
Cheerboy bercerita tentang Haruki yang mendirikan grup cheerleader bersama sahabatnya Kazuma. Sebelumnya Haruki adalah seorang atlet Judo. Ia anak dari pemilik dojo dan adik seorang judoka handal bernama Haruko. Haruki sangat menggumi kakak perempuannya itu. Namun akhirnya Haruki menyadari bahwa kecintaannya pada judo tidak sebesar kecintaan Haruko pada judo. Pada saat ia mengalami cedera di bahunya, ia pun membulatkan tekad untuk berhenti dari judo.


Tepat setelah memilih berhenti dari judo, sahabat Haruki yang bernama Kazuma mengajaknya untuk mendirikan grup cheerleader. Haruki dan Kazumi adalah mahasiswa tingkat pertama di Universitas Meishi’in. Mereka sudah bersahabat selama 10 tahun sejak mereka duduk di bangku kelas 3 SD. Banyak hal yang mereka lewati bersama. Dan setelah itu pun semakin banyak hal yang menempa persahabatan mereka.

Setelah berhenti dari judo, hubungan Haruki dan Haruko menjadi renggang. Haruko menganggap Haruki sebagai orang yang mudah menyerah karena hanya memperoleh cedera bahu saja dia sudah menyerah. Haruki sendiri sibuk menjelaskan perasaan dan pikirannya pada sang kakak. Akhirnya Haruki pun mencoba abai pada masalah yang terjadi pada hubungannya dengan Haruko. Haruki menyibukkan diri dengan grup cheerleader yang dibangunnya bersama Kazuma.

Anggota pertama yang berhasil mereka rekrut adalah Mizoguchi, menyusul kemudian Ton (nama aslinya sih Toono Kooji. FYI, “Ton” dalam bahasa jepang dapat berarti babi), Ichiro, dan Gen. Mereka berenam kemudian membujuk Sho yang memiliki kelenturan dan ilmu yang cukup banyak tentang cheerleader untuk bergabung ke tim mereka. Akhirnya, mereka bertujuh membentuk sebuah tim cheerleader cowok. Saat itu, di Jepang masih sangat aneh sebuah tim cheerleader terdiri oleh anggota cowok seluruhnya. Biasanya yang ada adalah tim cheerleader putri atau campuran (putra-putri). Mereka bertujuh kemudian sepakat menamai kelompok mereka “BREAKERS”.

Setelah itu dimulailah perjuangan mereka hingga akhirnya bisa tampil pertama kali di Festival Universitas Meishi’in. Setelah tampil di festival itu muncullah anggota-anggota baru. Mereka adalah Kin, Gin, dan Dou, semua nama ini adalah nama karangan Mizoguchi seperti dia seenaknya memberi panggilan “Ton” pada Toono Kooji. Selain itu ada pula Takeru, Takuya, Takumi, Saku, dan Hisashi. Plus satu lagi anggota baru yang mengejutkan, dia adalah Takagi pelatih tim DREAMS, grup cheerleader putri Universitas Meishi’in, yang menjadikan dirinya pelatih BREAKERS. Yup dia menunjuk dirinya sendiri sebagai pelatih BREAKERS. Ha..ha..

Target BREAKERS selanjutnya adalah tampil dalam Turnamen Cheerleading Nasional. Ini membuat mereka harus berlatih ekstra keras. Di tengah semua kepadatan latihan, satu persatu masalah yang muncul dari masing-masing tokoh pun timbul. Semua anggota BREAKERS punya masalah pribadi dan mempengaruhi kekompakan tim.

Bukankah yang terpenting dalam cheerleader adalah rasa percaya antara sesama anggota. Rasa percaya antara base dan top? Rasa percaya bahwa mereka dapat saling mendukung? Cheerleader tidak dapat dilakukan sendirian, ia adalah olahraga kelompok. Kekompakan tim menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan penampilan yang terbaik selama 2 menit 20-30 detik.

Sanggupkah BREAKERS memenangkan turnamen tersebut? Sanggupkah BREAKERS menghancurkan stigma bahwa tim cheerleader cowok tidak pantas ada dalam dunia cheerleader?
***
Membaca novel Cheer Boy!! memberi banyak hal baru untuk saya. Novel ini dibuka dengan ilustrasi ketujuh anggota awal BREAKERS. Setelah itu dilanjutkan dengan informasi tentang peraturan dalam cheerleading (pertandingan cheerleader), kamus cheerleader, dan ilustrasi serta keterangan tentang motion (gerakan) dalam cheerleader.

Dunia cheerleader adalah dunia yang sejujuranya sangat asing bagi saya. Saat saya SMP dan SMA dulu *gak usah sebut tahun yah ;) *, cheerleader selalu identik dengan group cewek-cewek populer. Hal ini dibenarkan dengan banyaknya film dan novel remaja yang menggambarkan bahwa anggota cheerleader adalah cewek-cewek cantik, populer, dan punya power di sekolah.

Membaca novel ini  membuat saya tergugah dan berfikir, “Iya, ya. Kan tidak ada peraturan bahwa tidak boleh ada tim cheerleader cowok”. Selain itu, ini juga mengubah pendapat saya tentang anggota cheerleader pasti hanya berisi cewek-cewek yang sok kuasa (karena cantik) dan tidak kenal kerja keras. *maaf yah. Nggak ada maksud tertentu kok*

Membaca novel ini saya jadi tahu bagaimana beratnya menjadi cheerleader bagaimana mereka harus berlatih dengan keras dan harus berhadapan dengan konsekuensi cedera saat melakukan berbagai motion.  Salut deh sama para cheerleader.

Novel ini juga mengangkat tentang persahabatan. Porsi romance-nya sangat sedikit. Dan mengingat tokoh-tokohnya adalah cowok, maka pembicaraan mereka selalu kocak. Saya tertawa sendiri membaca tingkah mereka terutama saat pertama kali Mizoguchi bergabung dengan mereka. Buku ini penuh dengan quote-quote keren berkat Mizoguchi. Ha..ha.. 

Hm..tapi sejujurnya alur cerita yang maju dan kemudian mendadak mundur sedikit mengganggu saya. Penulis berusaha menyimpan kejadian tertentu untuk menjelaskan perasaan tokohnya di waktu tertentu. Tapi ini terkadang membuat saya harus berfikir sebentar sebelum muncul pemahaman “Ah, ini pembicaraan saat di situ, toh”. Selain itu penjelasan-penjelasan tentang kondisi dan masalah masing-masing anggota yang muncul di benak Haruki saat mereka tampil terasa agak berat bagi saya. Ini karena penjelasan tersebut diselingi dengan keterangan-keterangan gerakan Haruki saat tampil.

Hm..itu pendapat saya tentang buku ini. Sejujurnya, ekspektasi saya terhadap buku ini tidak begitu tinggi karena dari cover dan tema membuat saya mengira ini akan jadi novel dengan genre komedi. Tapi ternyata, penulis mampu menampilkan sisi hubungan yang dinamis dan kompleks dalam sebuah kelompok yang berisi 7 (kemudian jadi 15) orang anggota. Hubungan di antara mereka mampu dijelaskan dengan baik oleh penulis. Dan benar-benar dinamis, ada yang renggang kemudian mengerat, ada yang jauh kemudian menjadi semakin akrab. Saya suka dimensi cerita persahabatannya.

Jadi, jika saya harus memberi nilai untuk novel ini dalam skala 1 – 10, maka saya memberinya nilai 8,5 (^_^). Ini karena buku ini benar-benar berhasil melampaui ekspektasi saya dan juga punya cover yang eye-catching.

cover edisi jepang (sumber: www.google.co.id)


Tentang Penulis:
Asai Ryo lahir di perfektur Gifu pada bulan Mei 1989. Saat ia duduk di bangku Universitas Waseda Fakultas School od Culture, Media and Society, ia memenangkan Shousetsu-Subaru Newcomers Award yang ke-22 dengan karya debutnya yang berjudul Kirishima, Bukatsu Yamerutteyo. Tahun 2011 Cheer Danshi!! Memperoleh penghargaan Tenryu Literary Award dan dipilih oleh para siswa SMU. Pada Januari 2013, novelnya yang berjudul Nanimono memenangkan Naoki Literary Award yang ke-148.
Karyanya yang lain adalah: Hoshi Yodari no Koe, Mou Ichido Umareru, Shojo wa Satsugyo Shinai, Gakusei Jidai ni Yaranakute mo li 20 no Koto, dan Sekaichizu no Shitagaki.
 
Naoki Prize winners Ryutaro Abe (left) and Ryo Asai (center), along with Akutagawa Prize winner Natsuko Kuroda, attend a news conference after being named recipients of the literary awards Wednesday evening. (sumber: http://www.japantimes.co.jp)


Qoute:
“...Seperti campuran warna dasar yang baru diketahui menjadi warna apa setelah ditorehkan di atas kertas, manusia harus banyak berinteraksi dengan orang lain.Dengan begitu, barulan kita tahu kita berubah menjadi apa”(hal.46)
“Kesempatan takkan datang mengetuk pintumu dua kali.” –Chamfort, filsuf asal Prancis (hal.53)
“Hal paling esensial dalam kehidupan manusia adalah kebahagiaan yang datang dari persahabatan.” (hal.59)
“Segila apa pun sebuah ide, dunia takkan berubah bila kita tidak mewujudkannya. –Michael Moore, penulis buku dan sutradara amerika. (hal.71)
“Awal yang sekecil biji sesawi pun, kalau sudah berakar dan mengeluarkan daun bisa menjadi besar sebesar-besarya. Itu kata Nightingale” (hal.92)
“Karena manusia akan memperoleh kebahagiaan setelah berhasil melalui penderitaan.” Bethoven (hal. 114)
“Kegagalan adalah saat kita berhenti berusaha saat gagal. Keberhasilan adalah saat kita terus berusaha sampai berhasil” Matsushita Konosuke, pendiri Panasonic (hal. 151)
“Yang terpenting adalah bukan sebanyak apa yang kita berikan, melainkan selapang apa hati kita saat memberikannya” Mother Theresa (hal. 201)

26 komentar:

  1. Wah buku ini keliatannya bagus dan seru, gimana cowo yang gemulai menari ya..:P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hebatnya novel ini, group cowoknya nggak gemulai sama sekali. Bahkan kesan cowok dan kocaknya dapat banget. (^_^)

      Hapus
  2. Kayaknya novel ini bisa jadi penyegar setelah UN SMP saya nanti ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget (^_^)
      Oiya, akan ada blog Tour buku Cheer Boy!! ini lho. Ikut yuk (^_^)v

      Hapus
  3. jadi inget jmovie fure-fure girl. ini tim cheerleadernya kayak pemandu sorak di movie itu gak yah?? *mikir**

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum nonton film fure-fure girl itu..
      mauuuu donk.. he..he..

      Hapus
  4. sepertinya seru cerita nya "seorang cowok yang mendirikan grub cheerleader"

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dan ini melebihi ekspektasiku. Buku ini sukses bikin aku begadang dan ngakak tengah malam.. ha..ha..

      Hapus
  5. Reviewnya keren, jadi kepingin baca novelnya :D

    BalasHapus
  6. Jadi pengen baca langsung bukunya apalagi kak atria kasih nilai 8,5 makin penasaran bangett :D

    BalasHapus
  7. Bener-bener gak kebayang atlet judo jadi cheer. Judo kan identik dengan kekuatan, sedangkan cheer dengan kelenturannya. Menarik banget!
    Apalagi novelnya berbau komedi, ah pas banget buat ngilangin penat.

    BalasHapus
  8. Woww!! Generasi baru di dunia cheerleading :)
    Serius deh jarang banget ada cowok yang mau ikutan kegiatan yang biasanya dilakuin sama cewek. Sayang, aku baru denger ini hanya di novel. Aku pengen liat yang nyatanya. Pasti seru banget itu!
    Tapi yang jelas, aku dukung 100% buat tim cheer cowok :) :)

    BalasHapus
  9. reviewnya bagus^^
    setelah aku liat review kakak, yang tadinya penasaran jadi TAMBAH penasarannnnn:) pengen tau ceritanya gimanaa, soalnya banyak orang yg bilang kalo buku itu kocak abiss, apalagi aku suka banget yg berbau komedii hihi^^

    BalasHapus
  10. Review nya bagus kak. Serius.
    Penjabaran detail dengan gaya tulis yg asik. Lamat mengalir dan ujung2nya bkin aku kepo sama nih buku. Hadeh..
    Seru banget kyaknya? Ceritanya juga ga biasa ttg cheerleader cowok. Ahai..
    Mupeng nih kak. Lemparin satu dong, haha

    BalasHapus
  11. temanya unik, olahraga dan persahabatan.. :)
    reviewnya juga bikin tambah pengen membaca cerita lengkapnya :)

    BalasHapus
  12. Reviewnya sangat bagus, mudah untuk dipahami n tdk berbelit2 jd bacanya juga enak. Yang aku bikin penasaran sama novel ini tuh ttg bgaimana Haruki n Haruko bsa berbaikan lg? Dan bgaimana mereka bisa menyelesaikan masalah tanpa mengganggu cheerleding mereka? Pokoknya penasaran bgt sma crta yg satu ini, apalagi setelah ka atria ngeriviewnya. o(≧∇≦)o

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. woaaah^^~
    makasih banyak ya kak udah ngereview novel ini\(^o^)/ aku jadi makin semangat buat googling tentang cheerleader lagi:D
    sukses terus ya kak^^ kalau bisa review buku yang lain ya hehe :p

    BalasHapus
  15. wah, review kakak bagus bnget. bahasanya pun easy. jadi memudahkan readers dalam memahami isi bacaannya. next time aku harus bisa mereview buku/novel sebagus review kak @atriasartika ^^
    twitter : @NovaaMunira

    BalasHapus
  16. setelah saya baca reviewnya di blog ini saya jadi tertarik untuk baca novel ini secara keseluruhan. saya ga kebayang kalau cheerleader itu isinya cowok-cowok, pasti isi novel Cheer Boy lebih seru dan asik dari review nya ^_^

    BalasHapus
  17. Dari novel ini kita jadi dipaksa buat tau mengenai dunia cheerleading sebagai kompetisi dan olahraga, bukannya sekumpulan cewek yg (mengaku) populer *upss

    BalasHapus
  18. Setuju sama Kak Atria, aku selalu berasumsi bahwa anggota cheerleaders itu biasanya cewek-cewek centil nan ganjen, deuuuh x_x Dan asumsi lagi, cowok yang ikut kegiatan ini mungkin agak melambai. Awalnya aku pikir juga gitu tentang Cheer Boy ini, udah nggak suka duluan mengingat dari judul dan cover-nya tentang cowok, "masak sih cowok ikutan?" Hahah, tapi aku ketipu ya, semoga nggak salah lagi kalau udah dapat buku ini :D

    BalasHapus
  19. dri dulu smpai skarang aku taunya cheerleders itu terdiri dari cewek - cewek. Tapi ini beda...... CHEER BOY... cheerleader yg terdiri dari cwok - cwok..... ada untuk pertama kalinya dan hanya satu - satunya diciptakan oleh Asai Ryo... pasti keren banget.... pengen bacaa... >_< :D

    BalasHapus
  20. Awal liat buku ini saya heran, emang ada cowok jadi cheerleader? Aku ngebayanginnya kalau cowok itu pasti lemah gemulai. Ups, ternyata tidak. Apalagi pas baca kalau cowok disini bahkan tetap cool dan gokil.
    Tapi, tapii tokohnya banyak bener *siap-siap pusing deh aku:( tapi pas liat bookmark kakak yang em..uh..ohh :D kayanya uda bulat pengen beli ini.
    Give applause and 5 thumbs for penerbit Haru deh! Gokil, selalu oke dan bikin cengo dengan buku terbitannya. Tapi kadang kemahalan xD *ditimpuk buku sama mimin Haru :D*

    BalasHapus
  21. Review-nya detail banget, ya! Sampai tentang penulisnya juga dimuat, nih. Keren, hehe. O, ya, aku punya bukunya, lho. Tapi belum baca. Setelaj baca review Mbak Atria aku jadi kepengin cepet-cepet bacanya. Tapi apa daya karena masih ada banyak buku yang sedang dibaca dan besok aku ulangan *curcol*. Mungkin sehabis ulangan aku bisa sempet2in baca ini. O, ya, makasih ya review-nya dan biodata penulisnya, Mbak Atria! ^^

    BalasHapus
  22. "Dunia cheerleader adalah dunia yang sejujuranya sangat asing bagi saya. Saat saya SMP dan SMA dulu *gak usah sebut tahun yah ;) *, cheerleader selalu identik dengan group cewek-cewek populer. Hal ini dibenarkan dengan banyaknya film dan novel remaja yang menggambarkan bahwa anggota cheerleader adalah cewek-cewek cantik, populer, dan punya power di sekolah."

    Setuju banget sama pernyataan di atas kak :D
    Apalagi aku punya pengalaman yang memperkuat asumsiku itu :3
    Ngomong-ngomong reviewnya lengkap banget kak, sampai dikasih profil penulisnya juga :)
    Suka sama quote-quotenya pilihan kakak ;)

    BalasHapus