Jumat, 13 Desember 2013

Autumn Once More: Kumcer Metropop




Penulis: Ilana Tan, Ika Natassa, Aliazalea, dkk.
Penyunting: Tim editor GPU
Sampul: Marcel A. W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: April 2013
Jumlah hal.: 232 halaman
ISBN: 978-979-22-9471-2
Cinta < adj >: suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.

Ada bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cinta yang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.

Autumn Once More membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa.

Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.

* Semua royalti buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas untuk membantu sesama kita...
***

Buku ini terdiri atas 13 cerpen karya penulis-penulis metropop Gramedia dan para editor Gramedia yang selama ini selalu ada di belakang layar. Kumpulan cerpen ini memiliki tema umum yang sama yakni tentang cinta. Namun sudut pandang, gaya bercerita dan penyuguhan konflik dari masing-masing penulis tidaklah sama.

Be Careful What You Wish For (aliaZalea). Cerpen ini bagi saya kurang merepresentasikan ceritanya. Berkisah tentang tokoh “aku” perempuan yang suka dan sibuk nge-kepo-in laki-laki yang disukainya. Tidak melakukan apapun sebagai usaha untuk menarik perhatian laki-laki bernama Gonta. Dan ya itu, nothing happened dan sampai akhir hanya itu yanga terjadi. Dalam skala 1-5, cerpen ini saya beri nilai 2.

Thirty Something (Anastasia Aemilia). Bercerita tentang Rachel, perempuan yang mencintai sahabatnya
sendiri yang bernama Erik. Pada pesta perpisahan Erik, barulah tersampaikan tentang kenyataan bahwa Erik pun mecintainya. Namun sayang, semuanya sudah terlambat. Posisi Rachel sebagai perempuan yang telah berusia 30-an membuat keterlambatan Erik menjadi tak tertahankan. Hm..menarik sih, meski konfliknya cukup klise. Baik, saya memberi cerpen ini 3 bintang.
Stuck with You (Christina Juzwar). Tadinya melihat judulnya saya berfikir ini akan bercerita tentang perempuan yang gagal move-on. Namun ternyata judul itu bermakna harfiah. Tokoh aku, Lita, berkali-kali terjebak di lift bersama orang yang sama. Orang tersebut bernama Ares. Ares masih tergolong bos dia dan bersikap sangat menyebalkan. Namun ternyata Ares masih lebih baik daripada Harris yang sempat disukai oleh Lita. Hm..nilainya? Ok, saya beri 3 bintang karena penuturannya runut, dan tidak membosankan.

Jack Daniel’s vs Orange Juice (Harriska Adiati). Membaca cerpen ini, kesimpulannya adalah laki-laki se-brengsek apapun pasti menginginkan perempuan baik-baik sebagai istrinya. Dan TERNYATA perempuan pun menginginkan laki-laki yang baik sebagai suaminya. Ha..ha.. Ok, saya memberinya 3 bintang. (^_^)

Tak Ada yang Mencintaimu Seperti Aku (Hetih Rusli). Argh, saya tidak begitu suka dengan thriller. Dan sejujurnya saya bingung dengan pembuka dan penutup cerpen ini. Tapi karena nggak mau baca ulang, jadilah saya mengabaikan kebingungan itu.  Saya beri bintang 1 saja ya (>_<)

Critical Eleven (Ika Natassa). Tokoh aku, Tanya, dalam cerpen ini adalah sosok yang tampaknya mencintai traveling. Ada beberapa filosofi yang ia sebutkan tentang apa yang bisa diperoleh saat sedang traveling. Cerita bersettingkan pesawat dan obrolan Tanya dan Ale, laki-laki yang menduduki kursi di sebelahnya. Tapi di akhir cerita saya agak bingung. Apakah itu flashback? Atau gimana? Hm. Ok, saya memberinya 2 bintang saja.

Autumn Once More (Ilana Tan). Ini adalah side story novel Autumn in Paris. Saya sudah lupa total dengan ceritanya. Tapi, meskipun tidak mengikuti novelnya, cerpen ini pun bisa tetap dimengerti. Dan konflik yang diangkat sebenarnya mudah, yakni menceritakan moment pertama kali Tatsuya menyadari bahwa dia mencintai Tara. Saya beri 3 bintang untuk certita yang mengalir dan gampang dicerna. (^_^)

Her Footprints on His Heart (Lea Agustina Citra). Bercerita tentang perempuan yang berusaha mengorbankan perasaan dia sendiri demi kebahagiaan laki-laki yang dicintainya. Ariana, seorang desainer yang bertunangan dengan Rendy, seorang internist. Saat mereka telah bertunangan, cinta pertama Rendy datang lagi, dan Arian melihat bahwa Rendy masih menyimpan rasa untuk perempuan itu. Cerpen ini adalah salah satu yang saya sukai di dalam kumcer ini. Saya memberinya 3,5 bintang (^_^)v

Love is a Verb (Meilia Kusumadewi). Cerpen ini menarik. Sangat dekat dengan realita. Dan sejujurnya saya pernah mengalami hal yang hampir serupa dengan tokoh Timal dalam cerpen ini. Bagaimana terkadang sang  kekasih seolah enggan mempublish apapun tentang hubungan yang dijalani bersama. Seolah Cuma tokoh Tamil sendiri yang berjuang dan mencintai. Tapi pada akhirnya Tamil sadar bahwa kekasihnya Rangga memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan rasa sayangnya. Saya beri 3,5 bintang untuk cerpen ini.

Perkara Bulu Mata (Nina Addison). Ha..ha..judul ini memang tidak menjelaskan apapun. Namun setelah membaca kesuluruhan cerita saya menyimpulkan bahwa mengagumi bulu mata seseorang  bisa jadi pertanda bahwa kita jatuh cinta padanya. Ha..ha.. Konflik dalam cerpen ini adalah tentang 4 orang sahabat yang terdiri dari 2 cowok, dan 2 cewek. Salah satu jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Namun akhirnya tetap saja, persahabatan menjadi hal yang lebih ia utamakan. Ok, saya memberi 3 bintang untuk cerpen ini.

The Unexpected Surprise (Nina Andiana). Ini adalah cerpen favorit saya di dalam kumcer ini. Bercerita tentang tokoh Mita yang sempat meng-underestimate ibunya sendiri. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa ada hal yang tidak ia ketahui tentang ibunya dan ternyata ibunya adalah wanita yang hebat dan sangat memprioritaskan keluarga. I miss my mom (>_<). Saya memberi cerpen ini 4 bintang.

Senja yang Sempurna (Rosi L. Simamora). Saya pernah menyebutkan bahwa saya tidak begitu suka dengan cerita yang didominasi oleh narasi. Begitupun cerpen ini. Diksinya memang bagus. Namun saya jadi terkesan terburu-buru membacanya karena takut ngantuk. Pada akhirnya, kenapa sih harus membuatnya berbelit?? (>_<). Sorry, I just have 2 stars for this story.

Cinta 2 x 24 Jam (Shandy Tan). Hm..tokohnya beda. Kalau saya sebut kayaknya malah jadi spoiler. Tapi saya jadi bertanya-tanya, nuansa metropopnya dimana? Hm. Saya beri 1 bintang untuk cerpen ini. Maaf (>_<)
***
Quote:
“Toko buku itu bukti nyata bahwa keragaman selera bisa kumpul di satu atap tanpa harus saling mencela. Yang suka fiksi, komik, politik, masak-memasak, biografi, travelling, semua bisa ngumpul di satu toko buku and find their own thing there. Bookstore are the least discrimination place in the world.” (hal. 94)

“.... But life is a series of coincidances anyway, right?” (hal. 95)

“Waktu adalah satu-satunya hal di duni ini yang terukur dengan skala yang sama bagi semua orang, tapi memiliki nilai yang berbeda bagi setiap orang. Satu menit tetap senilai enam puluh detik, namun lamanya satu menit itu berbeda bagi orang yang sedang sesak napas kena serangan asma dengan yang sedang dimabuk cinta.” (hal. 97)

“..., cowok itu enggak mudah berkata-kata. Nggak mudah nyampein perasaannya. They show you their love, we say it loud” (hal. 158)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar