Sabtu, 23 November 2013

I Love My Boss



Penulis: Alberthiene Endah
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Kedua, Mei 2006
Jumlah hal.: 344 halaman
ISBN: 979-22-1941-2
Salahkah bila sekretaris naksir bosnya sendiri? Semua orang menyikapi itu dengan pandangan menghina. Tapi apa salahnya, jika keadaan itu ditinjau dari cinta sepasang manusia (tanpa embel -embel bos dan sekretarisnya)?

Setahun bekerja di sebuah perusahaan event organizer, Karina Dewi tak bisa mengelak dari pesona bosnya, Rene Natalegawa. Pria muda yang sukses, cerdas, tampan, karismatik... dan sedang dalam proses perceraian dengan istri yang selama ini menjadi "hantu" baginya.

Celakanya, sang istri, Mariska, mendadak menelepon Karina dan memintanya jadi "mata-mata" untuk meneropong tingkah polah Rene, dan membantu Mariska merekatkan lagi kedekatannya dengan Rene. Mana cinta yang akan keluar jadi pemenang? Cinta tulus sekretaris, atau cinta posesif istri?
***

Sudah lama juga sejak terakhir saya membaca buku dengan genre “metropop” terpampang di sampul. Hm seingat saya, saya bahkan tidak punya buku metropop dalam rak buku yang saya miliki di Makassar. Maka itu artinya buku ini adalah buku metropop pertama yang saya punya. Meskipun termasuk buku lama dan saya beli dar hasil “cuci gudang” anggota BBI yang lain.

Dunia sekretaris jelas merupakan dunia yang memang rentan terhadap gunjingan orang-orang. Mereka cukup serba salah saat harus bertugas. Jika mereka cuek, maka mereka dianggap tidak melakukan pekerjaan dengan baik, sedangkan jika mereka terlalu perdulian pada keperluan si bos maka mereka akan dianggap keganjenan. (-___-“)


Buku ini bercerita tentang Karina Dewi (disapa Karin) yang bekerja sebagai sekretaris di sebuah event organizer yang cukup well-known. Pekerjaan ini adalah pekerjaan pertamanya, itu sebabnya sebisa mungkin ia mencoba tabah menghadapi segala rintangan dalam pekerjaannya ini setelah 2 tahun sebelumnya ia menjadi pengangguran.

Namun ia mulai merasa tersiksa dalam menjalankan tugas-tugasnya saat bosnya yang tampan, Rene Natalegawa, mebuatnya berada di posisi yang tidak mengenakkan akibat rencana perceraian sang bos. Mariska, istri Rene yang akan segera berstatus mantan istri, “meneror” Karin untuk membantunya agar bisa rujuk dengan sang suami. Di lain pihak Karin lambat laun jatuh cinta pada sang bos.

Perasaan ini kian mendalam akibat simpati yang ia rasakan pada keadaan Rene yang benar-benar dizholimi oleh istri. *ceritanya Rene mengalami KDRT dari sang istri (-_-)* Selain itu kebersamaan mereka dengan sikap Rene yang sangat perhatian dan lembut membuat Karin tidak bisa menolak pesona Rene. Ia benar-benar jatuh cinta pada sang bos.

Gayung bersambut, Rene meminta Karin untuk mendampinginya selama proses perceraian dijalankan. Rene melimpahi Karin dengan cinta dan kemesraan. Resmilah Karin menjadi kekasih sang Bos dengan posisi yang serba salah dan dengan hubungan yang disembunyikan.

Acapkali dia harus kebingungan menjelaskan dan menyembunyikan hubungannya dengan Rene dari “gank sekretaris” yaitu Lucia dan Diandra. Mereka berdua adalah sahabat terbaik Karin di kantor mengingat mereka sama-sama sekretaris di dalam kantor tersebut. Watak masing-masing bos berbeda dan mereka akhirnya saling dukung dalam menjalankan pekerjaan mereka. Sedekat-dekatnya mereka bertiga, tetap saja Karin tidak bisa bercerita tentang hubungannya dengan Rena pada mereka. 

Selain itu muncul juga Artha, sahabat Rene, yang tampaknya mencoba mendekati Karin. Ini membuat Karin semakin kebingungan. Di tambah lagi Mariska masih terus mendesaknya untuk membantu “memata-matai” Rene dan mencari tahu selingkuhan Rene. Karin benar-benar dibuat stress oleh keadaan tersebut.
Hm..bagaimana akhirnya hubunga Rene dan Karin? Apakah akhirnya Mariska tahu bahwa Karin-lah “selingkuhan” sang bos?

Honesty, saat membaca novel ini saya cukup penasaran dengan akhir hubungan Rene dan Karin. Apakah pada akhirnya Rene bercerai dari Mariska dan “meresmikan” Karin sebagai kekasihnya? Namun nampaknya konfliknya terus berputar-putar hingga akhir cerita yang ternyata diluar dugaan. Namun jujur saya tidak terlalu dapat mengikuti emosi sosok Karin. Mungkin ini ada kaitannya dengan persepsi pribadi saya mengenai sekretaris yang menjalin hubungan dengan bosnya (seperti pendapat orang pada umumnya). Jadi saya tidak begitu bersimpati pada sosok Karin.

Di lain pihak saya juga tidak suka pada sikap lemah Rene yang membiarkan dirinya jadi bulan-bulanan Mariska dan kemudian bermanja pada sekretarisnya. Bagi saya itu bukan sikap gentle, jadi secara pribadi saya cenderung menarik diri dari tokoh-tokoh dalam cerita ini.

Jadi, jika saya harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1 – 10, maka saya memberinya nilai 7,5 (^_^)v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar