Selasa, 05 November 2013

Always With Me




Penulis: Hyun Go Wun
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, 2013
Jumlah hal.: 428 halaman
ISBN: 978-602-7742-23-9

KISAH LELAKI YANG SANGAT PERCAYA PADA ‘TAKDIR’, DAN WANITA YANG MENGANGGAP SEMUA KEJADIAN HANYA ‘KEBETULAN SEMATA’.

Chae Song Hwa, Cinderella Bertubuh Besar
“Dasar lelaki cabul! Awas saja kalau kau tertangkap tanganku lagi.”

Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia  dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya.
Mencurigakan! Pasti ada sesuatu yang busuk di balik semua sikapnya itu.

Yoon Sang Yup, Romeo yang Kurang Ajar
“Pasti nanti kau akan menyesal. Sudahlah, tidak usah banyak alasan. Ayo, berpacaran denganku!”

Setiap pagi wanita itu selalu tertidur di dalam kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tidak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes. Benar-benar ‘suguhan’ sebelum bekerja yang tidak menyenangkan. Namun entah sejak kapan, wanita bernama Song Hwa ini mulai membuatku tersenyum.
 Akan tetapi, ketika aku mengajaknya berpacaran, mengapa ia malah menjawabnya dengan permainan gunting-batu-kertas? Aneh. Apa yang sebenarnya ada di dalam kepala wanita itu? 
***

Cerita dibuka dengan pertengkaran sepasang suami istri. Menampilkan cinta sepihak seorang istri dan kekecewaan cinta yang tak sampai dari seorang suami. Dan satu orang bocah kecil menjadi saksi pertengkaran itu. Jujur saja, hingga pertengahan cerita kilasan pertengkaran itu selalu membuat saya bertanya-tanya. “Kenapa adegan itu yang dipilih sebagai pembuka? Apa hubungannya dengan kisah cinta Chae Song Hwa dan Yoon Sang Yup?”

Setelah itu cerita dimulai dari pertemuan Song Hwa dan Sang Yup di kereta Subway. Pertemuan yang ternyata bukan pertemuan pertama, melainkan sebuah gabungan dari serangkaian kebetulan (ataukah takdir) di antara mereka berdua. Namun ada sedikit kebingungan yang saya alami saat membaca penjelasan di chapter awal ini. Dalam sudut pandang Song Hwa kejadian ia dan Sang Yup bertemu baru terjadi semalam sebelumnya. Sedangkan dalam sudut pandang Sang Yup pertemuan pertama mereka terjadi seminggu sebelumnya.

Kejadian pertama ini sama yakni saat Sang Yup salah mengenali Song Hwa sebagai laki-laki dan berusaha membantu Song Hwa yang sedang mabuk berat. Namun ternyata Song Hwa malah memukulinya dan mengatai Sang Yup “cabul”. Tidak lama kemudian Sang Yup menyadari bahwa orang yang ia tolong ternyata perempuan. 

Terlepas dari kebingungan ini, saya pun melanjutkan membaca buku Always with Me  ini dengan penasaran. Kapan mereka akan bertemu lagi. Ternyata pertemuan Song Hwa dan Sang Yup terjadi di sebuah Haniwon (ini berarti rumah sakit pengobatan tradisional Korea). Sang Yup adalah dokter kepala di rumah sakit tersebut dan Song Hwa datang sebagai pasien akibat kecelakaan yang ia alami di tempat kerja.
Pertemuan mereka tidak berjalan baik. Ini karena ketakutan Song Hwa pada jarum serta ketidaksukaan Song Hwa pada rumah sakit dan sang dokter. Yang Sup segera menyadari bahwa Song Hwa adalah perempuan yang sama dengan perempuan yang telah memukulnya dan selalu tertidur di subway. Sedangkan Song Hwa menilai Sang Yup sebagai pria yang sok akrab, terlalu percaya diri, dan memiliki cara bicara yang tidak menyenangkan. Ini membuat Song Hwa kesal setengah mati pada Sang Yup.

Namun tanpa terduga Sang Yup secara gigih mendekati Song Hwa dan mengajaknya berpacaran. Setelah ditolak berkali-kali oleh Song Hwa, akhirnya Sang Yup berhasil meluluhkan (atau menjebak?! (^_^)v) Song Hwa untuk mau berpacaran dengannya. Namun ada satu hal yang salah tentang awal hubungan mereka. Sang Yup menyembunyikan alasan sebenarnya kenapa ia mengajak Song Hwa berpacaran. Dan alasannya bukan karena ia mencintai gadis itu.

Ah, hubungan mereka menjadi makin rumit saat JangMi, adik tiri (adik seayah) Song Hwa, yang merupakan seorang aktris terkenal Korea menyukai Sang Yup. Tanpa mengetahui yang disukainya adalah kekasih Onni-nya sendiri, Jang Mi terus mengejar-ngejar Sang Yup. Dan ketika ia tahu bahwa Sang Yup adalah kekasih kakaknya, ia bukannya menyerah melainkan semakin mendesak Song Hwa untuk melepaskan kekasihnya. Ya, gadis cantik itu sering kali menyebalkan. Kemudahan yang sering didapatkan karena memiliki wajah dan fisik menarit membuatnya menjadi egois dan merasa semua hal yang ia inginkan harus bisa dia dapatkan.

Sejumlah kelicikan (khas drama Korea jika dapat saya tambahkan) dilakukan oleh Jang Mi untuk memecah belah Song Hwa dan Sang Yup. Muslihat dan kata-kata kejam dilakukan Jang Mi kepada Song Hwa untuk mempengaruhinya agar mau memutuskan hubungan dengan Sang Yup.

Puncak ujian untuk hubungan Sang Yup dan Song Hwa adalah saat mereka memutuskan untuk menikah. Persiapan pernikahan yang dilakukan dengan cepat berujung pada perpisahan mereka. Kenapa? Ternyata ada masalah antara keluarga Sang Yup dan Song Hwa di masa lalu. Apa itu? Kenapa ini berhasil membuat hubungan yang semakin kuat di antara mereka berakhir?
Benarkah hubungan itu berakhir di sana??
***

Sampul buku ini yang menggunakan warna-warna ceria dengan beberapa gambar benda yang melambangkan benda-benda yang sering kali ada dalam dongeng memang menarik. Cuplikan-cuplikan yang dipakai Hyun Go Wun untuk membuka chapter-chapter dalam buku ini cukup unik. Ia menggunakan cerita dongeng dan mengubahnya menjadi menarik dan berbeda. Lihat saja cuplikan yang terkait dengan Dongeng Cinderella. Ia membuat sudut pandang baru tentang Cinderella yang jika saya tidak tebak berasal dari keluarga yang hidup di negeri kerajaan itu. Tipe orang yang sinis dan logis yang memandang pernikahan Cinderella bukan sebagai sebuah penyatuan yang indah dan romantis merupakan penderitaan baru bagi Cinderella.

Selain cuplikan yang menarik, nilai lebih dari buku ini adalah cerita yang benar-benar mengalir dengan sejumlah konflik yang terhubung secara jelas dan kemunculannya tidak terkesan mendadak. Timing setiap konfliknya tepat. Peran serta dan percakapan sengit saudara-saudara tiri Chae Song Hwa, Jang Mi dan Yang Ji, pun menarik untuk disimak. Saya selalu suka membaca buku yang diisi dengan percakapan cerdas dan bukan sekedar berisi kata-kata indah atau menggurui.

Hm..Jika harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8,5. Cukup menyenangkan membaca buku ini. (^_^)

1 komentar:

  1. saya selalu suka baca buku dari penerbit haru, selain covernya yang selalu lovely alias cewek banget gitu, ceritanya juga so swit gimana gitu (penggermar drama korea) selain itu bahasanya yang formal gitu berasa lagi nonton drama korea. penerbit haru biasanya ceritanya gak klise kayak kisah umum yang biasa kita baca dari penerbit buku korea yg lain yg ceritanya kebanyakan semacam cerita BBF ato kawin kontrak ala full house.
    kayaknya cerita ini bagus ya? ratingnya 8,5. klo di toko buku lagi diskon, aku beli deh ._.

    BalasHapus