Selasa, 22 Oktober 2013

Rahasia Pastel Istimewa




Penulis: Triani Retno A
Penerbit: ANDI
Cetakan: I, 2012
Jumlah hal.: viii + 152 halaman
ISBN: 978-979-29-3309-3
Siapa yng tak kenal kue pastel buatan Dea dan ibunya? Selain rasanya yang top markotop, pastel Dea pun memiliki bermacam-macam isi. Mulai dari isi wortel-kentang, bihun, tumis jamur, stroberi, hingga tumisan mangga yang berasa manis asam.
Kue pastel itu dijual di berbagai tempat, termasuk SD Mutiara Harapan, tempat Dea bersekolah. Di kantin sekolah, pastel Dea menjadi jajanan favorit.
Tapi tiba-tiba, pastel Dea tidak laku lagi. Anak-anak lebih menyukai pastel yang dijual oleh Mang Aji di depan sekolah. Padahal pastel Dea lebih enak,lho, dibandingkan pastel Mang Aji. Kulit pastel Mang Aji tidak renyah, terlalu gurih, sayurannya masih keras, terlalu berminyak, dan kadang-kadang malah agak hangus.
Yasmin, Naya, Abe dan Nando yang kasihan melihat Dea yang selalu bersedih, mencoba mencari tahu tentang Mang Aji. Mereka merasa aneh, mengapa pastel Mang Aji yang tidak ada apa-apanya dibandingkan pastel Dea bisa laris manis.
Apa hanya karena anak-anak merasa bosan dengan pastel Dea? Atau tanda-tanda bahwa Dea harus segera mengganti kue andalannya itu?
Ayo ikuti kelanjutan ceritanya dalam buku ini.
***
Itu adalah sebuah blurb  yang cukup panjang untuk ukuran sebuah buku anak-anak. Selain itu dari segi tampilan cover masih kurang sesuai dengan isi cerita. Mungkin ada baiknya jika menambahkan unsur persahabatan genk Dea, Yasmin, Naya, Abe, dan Nando.

Dari segi cerita, ini bisa menjadi alternatif bacaan untuk adik-adik yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.  Ceritanya ringan, lucu, konyol, tapi juga punya banyak muatan pengetahuan. Penjelasan tokoh-tokoh dewasa seperti Mama Yasmin dan Ayah Abe disetting sebagai suntikan pengetahuan yang singkat namun padat.


Selain itu dalam buku ini juga disisipkan resep membuat bumbu rujak dan resep Pastel Dea. Dari buku ini, adik-adik mungkin bisa jadi tertarik untuk memperaktekkannya. Ini bisa menjadi kesenangan baru untuk mereka. Apalagi kesannya, dalam buku ini, memasak itu bukan hal yang susah.

Persahabatan kelima orang ini yakni Dea, Yasmin, Naya, Abe dan Nando juga menarik untuk disimak. Mereka punya karakter yang berbeda-beda. Dea yang kalem, Yasmin yang pintar, Naya yang tomboy, Abe yang suka bergurau tapi kadang serius, dan Nando yang konyol bisa menjadi contoh baik untuk anak-anak yang membacanya. Sebab orang tua setiap anak memiliki pekerjaan yang berbeda-beda, tapi jelas tidak memengaruhi hubungan mereka berlima.

Sikap ingin tahu, dan selalu membagi cerita dengan orang tua yang dicontohkan Yasmin dan Abe pun bisa ditiru oleh anak-anak. Dan orang tua pun bisa mencontoh sikap terbuka Mama Yasmin dan Ayah Abe dalam mendengarkan cerita anak-anak mereka.

Hm, banyak muatan moral yang bisa dicontoh. Banyak pengetahuan umum yang perlu diketahui anak-anak yang disebarkan di dalam buku ini. Termasuk tentang narkoba. Wuih, berat donk ceritanya? Salah, cara Triani Retno menyisipkan pengetahuan itu membuatnya ringan untuk dipahami anak-anak sehingga mereka bisa mulai mewaspadai jajanan yang mereka beli di sekolah.

Hm..untuk kekuatan cerita sudah bagus. Tapi ini menurut sudut pandang saya yang sudah dewasa. Sedangkan untuk cover, mungkin penerbit bisa lebih memperbaikinya lagi saat melakukan cetak ulang. Satu saran lagi. Penerbitnya mungkin bisa membuat ukuran buku ini sedikit lebih kecil agar mudah dibawa-bawa oleh adik-adik, agar mereka tertarik mengisi waktu dengan membaca dimanapun mereka berada (^_^)

Jadi, kalau harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1 – 10, maka saya memberinya nilai 7,5 karena desain cover yang kurang menarik (^_^)v.

34 komentar:

  1. Bagaimana denga ilustrasi di dalamnya mbak? ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini bukan novel bergambar, mbak. Jadi nggak ilustrasi di dalamnya.

      jadi memang ditujukan untuk anak-anak usia kelas 4 SD ke atas

      Oiya, terima kasih sudah mampir (^_^)

      Hapus
  2. wah sip kalau novel tema kuliner gini disertai resep di dalamnya yg bs bikin yg baca nyoba praktek..

    setuju ttg kavernya kurang menarik seumpama berjajar di tobuk, terlalu kalem kurang berwarna-warni yg biasanya memikat anak2 gitu ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ceritanya mah mendidik banget. Sayang covernya kurang gereget yang bikin saya jadi geregetan (>_<)

      Hapus
  3. Ini novel untuk anak-anak ya, Kak? Wah, jadi pengen baca, hihi *berasabocah* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi kita yang udah *sedikit* lebih tua bisa belajar banyak hal juga lho dengan membaca buku ini

      Hapus
  4. wah untuk anak sd ya? cocok nih, kalau bukunya di buat dongeng untuk adik saya yg paling kecil sebelum dia tidur. apalagi banyak nilai moral yang bisa diambil ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ceritanya bikin adik-adik yang orang yang lebih peka, mau bergaul, dan berani (^_^)

      Hapus
  5. Saya lebih suka review seperti ini, penulis review menuliskan kekurangan buku menurut pendapatnya. Bahkan menuliskan skor nilai buku yang di-review. Jadi bukan hanya menulis tentang bagus-bagusnya dari bukunya saja, tapi juga bisa membidik kekurangan dari sudut pandang pembaca, jadi lebih obyektif, gitu.

    Dari reviewnya, menurut saya buku ini sangat menarik, bahkan dari sudut pandang orang dewasa seperti saya.
    Sisipan resep didalamnya membuat buku ini memiliki nilai tambah.
    Bahkan menyisipkan pesan moral tentang bahaya narkoba didalamnya.
    Good job buat mbak Eno dan buat yang mereview, atria, juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah baca review ini ya, mbak (^_^)

      Hapus
  6. Aku nggak cocok ya baca buku ini? Adik sepupu sama adikku sendiri nggak terlalu suka baca, mereka hobinya main, yang satu main boneka yang satu ngegame. Duuuh, siapa deh yang warisin hobi yang sama kayak aku ><

    Aku suka baca dan aku suka masak, mending bukunya dibaca sendiri deh. Nyesel pernah ngasih ke adik sepupu karena malah dirobek dan dijadiin boneka-bonekaan *hikss...* Iya, aku juga kurang suka sama covernya, kelihatannya terlalu polos karena kurang berwarna dan rada nggak nyambung, kenapa gambarnya laki-laki sedang yang bikin pastelnya itu perempuan (Dea, red). Coba aja kalau covernya dibikin gambar anak perempuan lagi bawa keranjang yang berisi pastel atau semacamnya, terus dikasih warna yang lebih ceria, khas anak-anak menurutku.

    Tapi..., dont judge book by the cover. Iya emaap, kalau dibaca dari review Kak Atria, kayaknya ada banyak banget moral yang bisa diambil. Aku mungkin tahu kenapa pastel Mang Aji bisa laku...., aaah curang ya :D Cocok buat disimpan di rak buku taman bacaan aku, soalnya ada banyak anak-anak yang suka baca (belum termasuk adik sendiri dan adik sepupu, hiks... ngeri :()

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat. Yuk nularin kesenangan membaca dengan menuliskan review yang bisa dibaca teman-teman kita.

      *ih..atria nge-hasut orang buat ikutan review nih..lapor ibu peri lho..*

      Iya, nih mudah2an bukunya dicetak ulang lagi dengan cover yang lebih kece (^0^)

      Hapus
  7. Pastel rasa stroberi sampai manisan mangga, rasanya seperti apa ya .___.
    Awal baca review, kirain novelnya tentang remaja, si Dea yang jualan pastel, terus diganggu anak-anak di sekolah dan ada seseorang yang menolong XD hahaha Ternyata salah besar waktu baca "termasuk SD Mutiara Harapan, tempat Dea bersekolah" hihihihi x(
    Btw, nice review mbak :D Semoga banyak anak-anak yang tertarik sama buku o:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama, saya juga penasaran dengan pastel rasa manisan mangga. Ada yang mau bikinin gak ya?
      *kedip-kedip mata*

      Terima kasih sudah baca review saya, Dian (^_^)

      Hapus
  8. Menurutku, untuk tema persahabatan, cover-nya emang masih kurang dan untuk buku anak, rasa-rasanya kalau ditaruh bersama buku dengan segmen yg sama tapi dari penerbit saingan, buku ini kurang menonjol. Warnanya terlalu muram dan ilustrasinya kurang menggemaskan ^^v

    Ngomongin buku cerita dengan selipan resep masakan, aku jadi ingat Kok Putusin Gue? Itu kalau nggak salah ada resepnya juga muihihi :3 rasanya emang jadi nilai plus kalau ada hal yg bisa kita pelajari dengan sarana fiksi, yah. Soalnya, nggak berasa digurui XD

    Oh, ya, Mbak, dulu di salah satu mata kuliah, dosenku justru menyarankan kalau untuk buku anak lebih baik agak besar ukuran bukunya agar ukuran hurufnya jg bisa dibuat lebih besar. Jadi, nggak bikin capek si anak pas baca ^^

    Setuju sama Mbak, semoga cetakan berikutnya ada perubahan cover :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makasih ilmunya (^_^)
      Iya juga sih untuk anak2 mungkin memang lebih baik kalo ukurannya gede ya..
      *manggut-manggut*

      Hapus
  9. Wah kayanya novel yang satu ini memiliki pesan moral yg banyak ya? Hehe. Dan saya setuju banget sama kak tria, menurut saya memang cover bukunya kurang menarik, jika kita yg sudah dewasa & remaja (saya) kurang tertarik dgn cover bukunya, gimana dengan anak kecil? Tapi kalo dari segi cerita kayanya ngga usah diragukan lagi deh hehe.



    Nama: Linda Novianty
    Twitter: @cumee22
    Email: cumee22@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga nanti bukunya dicetak ulang dengan cover yang lebih cetar membahana
      *eh*

      Hapus
  10. Dari judulnya aku udah bisa nebak kalo buku ini tuh pasti novel untuk anak-anak. Tapi biarpun begitu, pasti masih dapat dinikmati oleh semua kalangan termasuk orang dewasa Karena banyak pesan moral yang dapat diambil ^ ^

    @Oktaviamithaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mbak. Orang tua pun bisa belajar melalui buku tentang bagaimana pola kounikasi yang baik antara orang tua dan anaknya (^_^)

      Hapus
  11. Uwowww...buku anak-anak?!? Tampak unyu pas baca reviewnya! ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, buku anak2nya keren. Nggak cengeng..

      Hapus
  12. Pastel... aku kira yang warna-warna gitu...oh pastel yang bisa dimakan tahh...haha.Aku malah tertarik di resepnya #aduhsalahfokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, nih kayaknya resepnya mudah untuk diikuti.. (^_^)

      Hapus
  13. Penasaran sama sebab pastel Mang Aji lebih laris dari pastel nya Dea...

    BalasHapus
  14. haha, iya ya covernya kurang menarik. tapi sepertinya ceritanya seru ya, ringan. saya suka cerita yang gak ribet-ribet :)
    saya tahu, pasti mang aji pastelnya beli 1 gratis 2 ya?? hihi :p

    BalasHapus
  15. Duh, bacanya aku jadi senyum-senyum sendiri. Menarik, Unyu, Lucu, dan Unik.

    BalasHapus
  16. waaah, pasti unyu. jarang banget nemu buku anak-anak indonesia yang halamannya sampe angka seratus :D
    setuju tentang covernya.

    BalasHapus
  17. iya covernya kurang menarik, terkesan jauh dari anak-anak, padahal novelnya ditujukan buat anak-anak..
    tapi kayaknya seru tuh ceritanya, soalnya nggak ada cinta-cintaan kayak ABG gitu :D

    BalasHapus
  18. Teh Eno ini adalah penulis multitalent kalau aku bilang, semua dia bisa tulis ckckc #mupeng :D termasuk nulis buku anak, Rahasia Pastel Istimewa, well pasti bikin laper baca novel anak ini, ^_^

    BalasHapus
  19. Awal‘a saya pikir buku ini menyasar kalangan 18 tahun ke-atas. tetapi setelah baca review Mba Atria, saya baru tahu kalau ini buku yg menyasar anak-anak. terima kasih Mba Atria!! *baca komen‘a dngan nada orang" bicara di iklan klinik tonggfang* haha. #serius saya cukup senang bhwa ada penulis yg mau menulis u/ anak2. Harus kita appreciate bgad mba Eno buat karyanya yang satu ini.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Makasih Atria.... makasih temen2 yang udah komen di sini. Yuuuk... borong novel ini biar cepat cetak ulang :D

    BalasHapus