Selasa, 22 Oktober 2013

Dunia Trisa




Penulis: Eva Sri Rahayu
Penerbit: Stiletto
Cetakan: I, Oktober 2011
Jumlah hal.: 295 halaman
ISBN: 978-602-96026-6-1
Trisa, seorang wanita enerjik berumur 25 tahun, sangat terobsesi menjadi aktris terkenal. Sayangnya, dunia entertainment yang penuh persaingan, seperti tidak memberinya kesempatan. Hal itu hampir membuatnya frustasi. Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk casting dimana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saya Trisa memilih Adam, seandainya dia bukan pria yang dicintai Errie, seorang sutradara yang akhirnya bisa mengangkat karirnya.
Di tengah masalah yang menimpanya, dia juga harus kehilangan sahabat terbaiknya. Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meriah semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya
***
Setiap orang punya caranya masing-masing dalam mengejar mimpi. Begitupun Trisa. Bagian sejumlah orang, pilihan hidup Trisa cukup mengherankan. Berjuang dari satu lokasi casting ke lokasi casting lainnya. Bolak-balik Bandung-Jakarta hanya untuk ikut casting dan ternyata hanya mendapat peran kecil bahkan sekedar jadi cameo semata. Mengherankan. Tapi bagi Trisa itulah perjuangan.


Trisa yang selalu ingin menjadi aktris dan menyadari dirinya memiliki potensi untuk jadi aktris. Itu karena secara fisik Trisa memang menarik. Tapi secara prinsip, ia pun berbeda. Trisa menolak memanfaatkan tubuhnya untuk mempermudah perjalanannya menjadi seorang aktirs terkenal. Ia pun menolak untuk berada di bawah agen apapun. Itulah sebabnya, ia sendiri yang mengatur jadwal dan mencari link untuk membuka jalannya.

Suatu hari, kesempatan itu datang. Trisa diberi pekerjaan menjadi model video klip sebuah band ternama. Namun ternyata selain dirinya ada satu model perempuan utama yakni Rhaisya. Uh-oh, Rhaisya adalah musuh bebuyutan Trisa. Dalam video klip itu Trisa, Rhaisya dan Bian, vokalis band tersebut, adalah sahabat. Rhaisya dan Bian berpacaran sedangkan Trisa hanya bisa mencintai Bian diam-diam. Akhirnya syuting video klipnya pun selesai dilakukan. Ini menjadi langkah awal karier Trisa. Di saat yang sama ia pun jadi semakin suka pada Bian.

Setelah syuting video klip ini selesai, Trisa dan Rhaisya kembali dipertemukan dalam sebuah syuting film. Sebenarnya sutradara lebih menyukai kemampuan akting Trisa, namun Rhaisya dijadikan pemeran utama demi mendongkrak pasaran film tersebut. Bagi Trisa ini jelas sebuah langkah besar. Sayangnya, langkah besar ini tersandung oleh sebuah rencana licik yang melibatkan Rhaisya dan Bian.

Satu masalah belum selesai, datang lagi masalah baru. Trisa terancam DO dari kampus. Ini adalah kesempatan terakhir Trisa. Ia pun dengan kalang-kabut menulis skripsinya yang masih nol besar alias belum ada sama sekali. Karena sebelumnya bertengkar hebat dengan Desta, maka sahabat yang sekaligus HTS-annnya itu pun jelas tidak akan bisa membantu. Syukurlah, ada Rhein, sahabatnya yang paling perhatian. Perempuan inilah yang kelak memiliki jasa yang sangat besar bagi karier Tria.

Saat ia sibuk menyelesaikan skripsi, ia dihadapkan dengan dilema, mengejar impiannya dengan mengorbankan pendidikannya, atau melepaskan peluang besar yang ia miliki sekarang untuk menjadi seorang aktris terkenal namun berhasil menyelesaikan pendidikannya. Jelas bukan pilihan mudah. Selain itu, ia pun harus menguatkan Rhein yang ternyata sedang hamil. Ia akan memiliki anak dari pria yang dicintainya. Sayangnya pria itu adalah pria yang sudah menikah.

Semua masalah ini muncul dan syukurlah datang Adam. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya, Trisa dengan dibantu oleh Adam yang menjadi manajernya berhasil membangun karier yang cemerlang. Sayangnya, sebuah skandal menyandungnya kembali. Dan lagi-lagi Bian terlibat didalamnya. Di saat yang sama Trisa harus kehilangan Rhein. Lantas bagaimana hidup Trisa selanjutnya?

Novel ini berhasil membangun sejumlah kerumitan konflik dengan menjadikan pusat cerita adalah sang tokoh utama, Trisa. Penggunaan sudut pandang orang pertama dalam cerita ini membuatnya lebih terasa pergolakannya. Terutama ketika Trisa terjebak diantara dua pilihan. Ceritanya mengalir namun terasa sedikit kurang karena tidak ada letupan atau kejutan-kejutan yang berarti. Satu-satunya moment yang cukup mempengaruhi emosi saya adalah moment kepergian Rhein.

Hm..kalau harus memberi nilai untuk novel ini dalam skala 1 – 10, maka saya memberinya nilai 8. Karena didukung cover yang menarik dan ukuran novel yang ramah untuk dibawa-bawa (^_^).

11 komentar:

  1. Makasih reviewnya kaka...
    Menurut saya buku ini sepertinya menarik sekali setelah membac review kakak, karena konflik di dalamnya sangat sarat dengan emosi, bayangkan Trisa saking kepingin jadi artis sampai rela mengorbankan kebahagiaan nya sendiri dan gelap mata karena deket dengan 3 cowo dan yang tidak sesuai dengan kriteria nya di depaknya....saya penasaran bagaimana Cara Trisa menghadapi semua ini..
    Buku ini juga covernya cantik sekali, bikin eye catching :D keren ^^

    BalasHapus
  2. Wow... sinopsisnya detail. Aku agak lemah kalo misalnya nulis sinopsis yang detail. Waktu ini pernah liat buku ini, tapi gak jadi dibeli *nyesel* >.<

    BalasHapus
  3. Reviewnya jelas banget ya mba, sampe sekarang aku kalo disuruh nge-review masih ga ngerti deh. Diliat dari sinopsisnya si Risa ini terlalu ambisius ya, terlalu nikmatin masa-masa dewasa yang dibawanya jadi kaya anak remaja. Diumur segitu seharusnya udah punya pilihan tetap bukan malah punya 3 pacar. Hoho Tapi kalo dari cover-nya dari 1-10 aku kasih poin 9 buat covernya. Ini keren:D

    BalasHapus
  4. Nah kalau yang ini nggak sepanjang review Love Puzzle, nggak terlalu banyak twist yang dibocorkan. Heheh... Sebagai pembaca hasil resensi yang juga baca buku dari penulis, aku seneng sama karakter khas bagaimana mereka resensi, termasuk Kak Tria, walaupun sedikit panjang, tapi aku suka, Kakak melakukannya dengan be yourself, apa adanya seorang Kak Tria.

    Kalau dibaca dari reviewnya, ini bisa bikin penasaran menurutku. Bagaimana sih jalan cerita dan konflik yang ditulis ini? Apakah benar-benar serumit itu? Tapi nggak hanya pujian yang Kak Tria sampaikan, Kakak juga menuliskan kalau ada bagian yang mungkin kurang disukai seperti pada kalimat, "Ceritanya mengalir namun terasa sedikit kurang karena tidak ada letupan atau kejutan-kejutan yang berarti." Kalau memang suka ya suka, kalau tidak pun ya tidak, dengan alasan tentu saja.

    Overall, aku suka cara Kak Tria me-review, tetap pertahankan ciri khasnya ya Kak :)) Satu pesanku Kak, mungkin akan lebih baik kalau komentarnya nggak pakai captcha gitu, walaupun nggak terlalu ribet, tapi menurutku lebih enak kalau komentarnya langsung muncul. Heheh...

    BalasHapus
  5. Hmm.. detail banget ya review-nya. Salut deh buat orang2 yg bisa mereview buku.
    Based on review, jadi ada rasa penasaran buat baca novelnya langsung karena kerumitan yang terjadi di Dunia Trisa.
    Tapi maaf ya, kok terkesan Atria masih "malu-malu" utk mengungkapkan kekurangan bukunya dimana ya? Aku sih nggak tau dimana letak kekurangannya dimana karena memang belum baca. Hehe. Cuma sekilas aja tersirat dari pemberian nilai 8 hanya karena cover dan ukuran novel, sementara Atria bilang kalo ceritanya masih kurang karena nggak ada letupan kejutan yg berarti? Bukan karena segan sama penulisnya kan ya? Hehe. Kalo menurutku sih, semakin banyak kritikan yang mendukung akan semakin bermanfaat untuk membangun kemajuan penulis.

    Moga terus mereview buku ya. Karena review-annya berarti banget untuk para reader sepertiku.SUKSES! :)

    BalasHapus
  6. Review yang simple tapi "ngena" banget. Hmm mbak Atria bikin saya jadi penasaran dengan buku ini. Review yang oke banget deh :)

    BalasHapus
  7. Baca reviewnya berasa lagi baca sinopsis sinetron >.< Nama tokohnya artis semua sih :p hihihi Nice post mbak ^^

    BalasHapus
  8. Wow reviewnya sungguh detail, konflik ceitanya terpaparkan dengan jelas. Sepertinya konflik dalam cerita tersebut berat dan benar-benar hidup. Jadi makin penasaran jalan cerita lebih detailnya dalam buku tersebut. Cover bukunya juga lucu menggambarkan seorang Trisa banget.

    BalasHapus
  9. dari awal aku baca, review novel ini ,,
    hemmm benar-benar konflik yang bikin galau pakai banget!
    sepertinya kan banyak hal yang bisa aku pelajari (red: ambil hikmahnya) dari novel iniiii ,,

    aku sangat ingin tau jawabannya, apakah trisa bisa menghadapi semua masalahnya yang berjubel [tanda tanya] dan apakah trisa bisa mewujudkan impiannya sebagai artis tanpa harus menomer dua kan pendidikan [tanda tanya] kalo aku jadi trisa (red: butuh meluangkan waktu tuk lari-lari keliling lapangan sepak bola atau di alam yg terbuka deh karna masalah nya terlalu menggalau kan! dan itu pasti ada yg pernah mengalaminya ,, nah loooh ko malah di suruh lari-lari alasannya biar bisa mengurangi stress yg ada pada diri trisa dan sembari lari-lari trisa bisa bicara langsung heart to heart dengan hati nuraninya yg paling terdalam, semoga aja trisa punya solusi yg terbaik tuk ngatasi masalahnya) ,, aku sangat ingin membaca novel ini juga! :)

    BalasHapus
  10. Wow, full konflik. Penasaraaaaannnn banget sama yang ini. Disini review-an Mbak singkat, jelas, padat, dan make me curious with it. Nice post Mbak Tria ;)

    BalasHapus
  11. Setuju sama Mbak Tria kalau cover buku ini sangat menarik. Berdasarkan review, buku ini cukup dipenuhi konflik yang mengitari Trisa, sang tokoh utama. Jadi penasaran bagaimana penulis membawa Trisa menyelesaikan berbagai permasalahan dengan anggun, serta bagaimana Mbak Eva mampu membuat pembaca tidak jenuh dan tetap setia membaca hingga akhir. Terutama karena di review diungkapkan kalo buku ini kurang "letupan". Makasih Mbak buat reviewnya..,

    BalasHapus