Selasa, 03 September 2013

Sweet misfortune: Cinta dalam Kue Ke(tidak)beruntungan




Penulis: Kevin Alan Milne
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Juli 2011
Jumlah hal.: 456 halaman
ISBN: 978-602-9225-11-2
____________________________
Dicari: Kebahagiaan
Tolong bantu aku mencari sesuatu
yang hilang dari hidupku. Kirim sa-
ran ke PO BOX 3297, TACOMA,WA
98402 (Kumohon, hanya kebahagia-
an yang bertahan lama. Bukan yang
hanya bertahan sementara)
___________________________


Menemukan buku ini sebagai salah satu buku yang diobral oleh Togamas Buah Batu adalah keberuntungan tersendiri untuk saya. Pada saat ke togamas buah batu bulan lalu saya melihat buku ini dan sempat terbesit keinginan untuk membelinya. Sayang pelototan sang kekasih karena mengetahui uang yang sudah saya habiskan untuk buku pun menyurutkan niat saya. Namun akhirnya saya pun datang sendiri ke Togamas untuk kembali melihat-lihat buku. Dan sukseslah saya membeli buku ini.

Buku ini dibuka dengan kemuraman tokoh utamanya, Sophie Jones, di hari ulang tahunnya. Ia tidak pernah menyukai hari ulang tahunnya sendiri. Karena tepat pada hari itu tragedi yang merenggut keluarganya terjadi. Dua puluh tahun yang lalu tepat pada 21 September 1989, seluruh keluarganya tewas saat mereka dalam perjalanan pulang dari merayakan ulang tahunnya di sebuah restoran China.

Kejadian tersebut masih membekas jelas di benaknya. Ini karena ia merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ia merasa bahwa ia dan pesan dari kue keberuntungan yang ia perolehlah yang membuat kecelakaan tersebut terjadi. Sebuah pesan yang berisi: Kebahagiaan adalah anugerah yang bersinar di dalam dirimu. Permohonan hatimu akan segera terwujud. Sejak saat itu Sophie terus menyalahkan dirinya sendiri. Bahkan hingga kini di usianya yang menginjak 29 tahun pun ia masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri.


Sejak kejadian itu ia tinggal dengan seorang ibu angkat, Ellen Monreo, yang merupakan petugas polisi dan kebetulan adalah orang yang paling pertama ia temui saat kecelakaan itu terjadi. Saat itu Ellen sedang bertugas. Selain memiliki Ellen, Sophie juga punya saudara yang juga anak angkat Ellen bernama Evalynn. Dengan merekalah Sophie tumbuh besar.

Di usianya yang ke 29, Sophie merasa bahwa tidak ada kebahagiaan yang bertahan lama. Ia pernah memiliki kekasih. Mereka bahkan telah bertunangan. Namun pria itu, Garret Black, meninggalkannya dan membatalkan pernikahan mereka 2 minggu sebelum pernikahan dilaksanakan. Itu adalah sebuah pukulan yang telak bagi Sophie. Padahal ia telah berhasil meyakinkan dirinya bahwa mungkin kebahagiaannya bersama Garret adalah sebuah kebahagiaan yang permanen.

Akhirnya sejak saat itu Sophie semakin skeptis dalam memandang hidup. Ia selalu melihat kemungkinan terburuk dari sebuah kejadian. Ia selalu bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan tersebut. Ini membuat ia selalu berhati-hati dalam menanggapi setiap kebahagiaan yang ia rasakan. Ia yakin kebahagiaan itu akan segera berlalu.

Untuk mengobati rasa sakitnya, Sophie kemudian membuat sebuah resep baru yakni “Kue Kemalangan”. Ya kue ini adalah lawan dari “Kue Keberuntungan”, isinya berupa ramalan yang bersifat negatif. Bagi Sophie ramalan kemalangan itu adalah sebuah kenyataan dalam dosisi tepat. Tadinya ia berfikir bahwa kue ini hanya akan menjadi salah satu menu selingan yang bertahan sementara. Namun ternyata kue itu bertahan hingga saat ini dan menjadi salah satu menu favorit pelanggannya di Chocolat’ de Soph.

Tepat di ulang tahunnya yang ke 29 ini sebuah kejutan datang padanya. Mantan tunangannya datang kembali padanya. Ia ingin menjelaskan alasan kenapa ia meninggal Sophie setahun yang lalu.  Namun Sophie menolaknya. Garret pun terus memaksa Sophie. Hingga akhirnya Sophie membuat satu syarat yakni Garret harus membuktikan bahwa kebahagiaan sejati memang ada. Bahwa kebahagiaan ada yang bersifat permanen.

Ia pun menyuruh Garret membuat iklan pencarian kebahagiaan dan memasangnya hanya di Seattle Time. Dan jika ada 100 surat yang benar-benar mampu menjelaskan tentang kebahagiaan sejati maka Sophie akan bersedia melakukan kencan sekali saja dengan Garret.

Sayangnya Sophie dan Garret sama-sama tidak menyangka akan ada gelombang besar kehebohan akibat iklan tersebut. Iklan itu menuai banyak tanggapan. Hingga akhirnya Sophie dibuat kewalahan dalam menyortirnya. Namun di antara surat-surat tersebut ada sejumlah surat yang membawa kebahagiaan untuk Evelynn dan surat yang menyingkap masa lalu Sophie. Memaksa Sophie menghadapi kembali tragedi yang terjadi di ulang tahunnya yang kesembilan.

Hm..kisahnya menarik. Dan satu kebetulan yang menyenangkan adalah buku ini ada hubungannya dengan bulan September dan ulang tahun. Ini jelas berhubungan dengan saya yang berulang tahun di bulan September. *ugh..maksa deh*

Penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga sehingga kita bisa menjadi semacam sutradara dan memutar sendiri film yang diadaptasi dari buku ini di dalam kepala kita. Penuturannya pun menarik. Kita jadi bertanya-tanya tentang bagaimana semua kejadian terhubung dengan tragedi 21 September 1989 itu? *saya sampai hapal dengan tanggal tersebut..mungkin karena tahunnya sama dengan tahun kelahiran saya..ha..ha..*

Alur ceritanya memang sempat maju-mundur. Tapi jelas kok. Tidak bikin kita bingung. Malah memberi penjelasan atas beberapa hal yang belum dijelaskan di awal cerita.

Quote:
Ini adalah sejumlah kalimat yang menjadi pembuka setiap Bab. Digambarkan sebagai ramalan-ramalan dalam Kue Kemalangan.
“Bersabarlah; hari-hari hujan akan segera kembali”
“Kau memiliki kenangan yang indah, yang dibebani oleh kenangan buruk”
“Sesuatu yang hilang darimu sebentar lagi akan kembali, tapi ada beberapa hal yang sebaiknya tetap hilang”
“Sebutir apel sehari bisa menghindarkanmu dari seorang dokter. Kau harus berinvestasi di perkebunan apel”
“Kau takkan sepenuhnya bahagia. Menyedihkan sekali”
“Apakah itu cinta atau rasa iba? Cobalah agar tidak tenggelam di dalamnya”
“Kau akan segera jatuh cinta. Perhatian: saat seseorang jatuh, biasanya ada sesuatu yang patah”
“Jika ditawari sebuah mimpi yang bertahan seumur hidup, KATAKAN TIDAK! Ingat, itu hanya sebuah mimpi”
“Sukses terbesar yang kau miliki adalah bakat alami untuk mengalami kegagalan”
“Terimalah sesuatu yang tidak bisa kau ubah. Contohnya: penampilanmu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar