Jumat, 20 September 2013

Last Roommate




Penulis: Theresia Anik
Penerbit: Stiletto
Cetakan: I, Juni 2012
Jumlah hal.: vii + 203 halaman
ISBN: 978-602-7572-04-1
Renata Camelia, seorang perempuan biasa-biasa saja. Penampilannya biasa, pekerjaannya biasa (kalau tidak bisa dibilang membosankan), kondisi keuangannya juga biasa (metafor dari pas-pasan), dan dia belum punya pacar di usia matang. Benar-benar terlalu biasa
Yang luar biasa adalah rekornya berganti teman seapartemen hingga empat kali dalam dua tahun. Kepolosan dan kebaikan hati Renata sering disalahartikan oleh teman seapartemennya tersebut. Padahal sebenarnya, dia hanya menginginkan seseorang yang bisa menjadi sahabatnya. Bukan gadis bermulut manis tapi berbisa, bukan cewek oportunis, atau malah cewek minderan yang hanya bisa hidup dala fantasi.
Beruntunglah akhirnya Renata menemukan teman lebih dari apa yang diharapkannya. Seorang sahabat cowok bernama Nesta yang membuatnya kembali merasa bahagia, utuh dan terlindungi. Apalagi Renata bisa tetap bebas mondar-mandir di apartemennya dengan hanya memakai celana pendek atau bahkan berkeliaran dengan bikini saja, karena Nesta adalah seorang gay.
Tunggu, tapi apakah benar Nesta adalah seorang gay seperti pengakuannya? Karena ternyata Nesta juga punya begitu banyak rahasia. Dan seperti bom waktu, akhirnya rahasia-rahasia itu meledak dan membuat Renata seperti terpental sampai ke bulan.
***
Renata adalah perempuan muda yang tengah menikmati hidupnya yang nyaris tanpa riak. Ia adalah perempuan yang hidup dengan pandangan bahwa dirinya adalah sosok yang biasa saja . Ini membuat sahabatnya, Calista, gregetan. Karena menurut Calista, Renata terlalu memandang rendah dirinya. Sikap Renata ini membuatnya sering diperlakukan seenaknya baik di kantor maupun di apartemen.

Bicara tentang apartemen, Renata selalu tidak beruntung terkait masalah teman-teman seapartemen. Roommate pertamanya bernama Scarlett.
Tipe perempuan yang menarik. Tapi sepertinya ada yang salah. Scarlett terlalu mendominasi. Baru sehari di apartemen, ia sudah mendekor ruang tamu apartemen dengan warna pink. Calista seketika tidak menyukai Scarlett. Ditambah lagi Scarlett sibuk bercerita tentang pria-pria yang menyukainya dan mau berkorban apa saja untuknya. Renata pun selalu mearasa curiga terhadap Calista. Benar saja satu persatu tindakan buruk Scarlett terbuka. Mulai dari kedatangan teman seapartemennya yang sebelumnya hingga kabar pemecatan dan perselingkuhan yang dilakukan Scarlett. Akhirnya Scarlett pun diusir keluar oleh Renata.

Setelah Scarlett pergi, Renata kembali mencari teman seapartemen.  Hingga akhirnya datanglah Andrea. Andrea dalam hal penampilan mirip dengan Renata. Biasa saja namun lebih sadar fashion daripada Renata. Andrea adalah perempuan yang ramah. Calista pun menyukainya. Namun entah kenapa Renata kembali menyimpan kecurigaan pada Andrea. Ia kemudian menemukan sejumlah sikap Andrea yang membuatnya menduga bahwa perempuan itu adalah tipe perempuan manipulatif. Ia bisa menghalangkan segala cara demi kenyamanannya meski itu harus “menyikut” orang lain. Betapa leganya Renata saat Andrea keluar dari apartemennya karena ingin tinggal di apartemen yang lebih mewah.

Tidak lama kemudian masuklah Magnolia. Ia benar-benar mirip Renata. Perempuan biasa saja yang benar-benar sangat biasa dan perilakunya pun biasa saja. Hanya saja Magnolia lebih sering berada di kamar. Renata jarang sekali bertemu dengannya. Namun ada yang berbeda antara Renata dengan Magnolia. Meskipun berpenampilan biasa saja, Magnolia telah berganti pacar lebih dari sekali. Bahkan ia sudah pacar bernama Ben. Namun ada yang aneh. Ben bahkan tidak pernah mengunjungi Magnolia di apartemen. Hingga suatu hari ia pun menemukan jawabannya. Ternyata Magnolia punya kelainan mental. Ia hidup dalam dunia fantasi yang diciptakannya. Akhirnya Magnolia pun dijemput oleh keluarganya.

Hidup Renata tidak hanya terkait dengan apartemennya. Di kantor ia pun mendapat masalah. Syukurlah dia punya sahabat yang baik yakni Calista dan Gladys. Gladys adalah anak dari pemilik perusahaan tempat Renata bekerja. Mereka membantu Renata hingga akhirnya suasan di kantor menjadi lebih menyenangkan. Di tambah lagi kehadrian Desta, teman apartemennya yang baru, yang memberinya saran. Desta pun selalu bersikap baik dan perhatian padanya. Selain itu Desta pun sering mendukung Renata dan membantu mendongkrak percaya diri Renata. Ia bahkan berhasil mempengaruhi Renata untuk ikut les vokal padahal sebelumnya Renata merasa bahwa suaranya biasa saja.

Namun mendadak, sebuah rahasia tersingkap. Rahasia yang melibatkan Desta, Gladys dan Calista. Kenyataan tersebut membuat Renata merasa dikhianati. Ia bingung harus bersikap bagaimana. Ia marah pada mereka. Ia pun kembali memikirkan hidupnya dan semua yang telah mereka lakukan untuknya. Namun tetap saja ia tidak bisa memaafkan mereka begitu saja. Apakah rahasia tersebut?

Saya suka dengan ide buku ini. Cara penulis menggambarkan karakter-karakter teman seapartemen Renata pun sangat jelas. Namun ceritanya cukup bisa ditebak karena clue yang muncul terkait rahasia tersebut sudah sangat sering muncul. Selain itu pengungkapan masalahnya terlalu mendadak. Seharusnya bisa didramatisir. (sok tau deh..he..he..)
Hm..kalau harus memberi nilai untuk novel ini dalam skala 1 - 10, maka saya memberinya nilai 8 (^_^).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar