Senin, 16 September 2013

A Dash of Magic





Penulis: Kathryn Littlewood
Penerjemah: Sujatrini Liza
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, Agustus 2013
Jumlah hal.: viii + 300 halaman
ISBN: 978-979433-811-7

Buku ini adalah buku kedua dari seri The Bliss Bakery Trilogy. Di buku sebelumnya, Bliss, diceritakan tentang Bibi Lily yang mencuri Bliss Cookery Booke dari keluarga Bliss. Rosemary Bliss merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas lepasnya buku tersebut. Nama Lily pun menjadi nama yang terlarang untuk disebut. Hingga suatu hari mereka menemukan sebuah sihir dalam kemasan.

Lily merilis sebuah bumbu dapur yang punya kekuatan magis. Setiap orang yang memakannya menjadi sangat memuja Lily. Setiap hari hampir semua siaran televisi menampilkan sosok Lily. Rose dan ibunya, Purdy, menyadari bahwa ambisi Lily kian membesar. Dia tidak hanya ingin memiliki acara TV-nya sendiri, dia bermaksud menguasai dunia. Mengetahui hal ini keluarga Bliss akhirnya bersepakat untuk mengambil kembali Bliss Cookery Booke.


Mereka menyusun rencana agar Rose menantang Lily secara terbuka untuk bertanding di Gala des Gateaux Grands, sebuah kompetisi masak Internasional di Paris, dengan menjadikan Booke sabagai taruhannya. Jika Rose berhasil mengalahkan Lily dalam kompetisi tersebut, maka Lily harus mengembalikan Booke kepada keluarga Bliss.

Untuk memenangkan kompetisi tersebut mereka harus bersaing dengan resep-resep masakan yang menyihir yang ada di dalam Booke. Untuk itu, keluarga Bliss menemui kakek buyut dari kakek buyut Purdy di Meksiko. Ini karena sang kakek masih menyimpan salinan resep-resep Booke namun menggunakan bahasa lain sehingga butuh waktu untuk menerjemahkannya.

Di Meksiko mereka menemukan kakek yang eksentrik dan seekor kucing yang bisa bicara. Ya, petualangan mereka berikutnya ditemani ocehan kucing dan kemudian ditambah lagi seekor tikus yang bisa bicara. Perlombaan memasak di Perancis memaksa Rose dan keluarganya berjuang mengumpulkan berbagai bahan aneh seperti Rahasia Senyum Monalisa, Dentang Lonceng Notre Dame, Bisikan Kekasih dan juga Hujan Murni.

Kompetisi ini juga menguras emosi Rose. Ia merasa harus bertanggung jawab atas kelalaiannya yang menyebabkan Lily bisa mengambil Booke dari rumah mereka. Selain itu tekad, percaya diri,, dan kemampuan Rose sangat diuji selama kompetisi. Di kompetisi ini kue-kue buatan Rose selalu tampil sederhana, bahkan di perlombaan awal resep Rose gagal total dan nyaris terancam keluar dari perlombaan. Namun syukurlah keberuntungan ada di pihak keluarga Bliss.

Lomba-lomba yang dilalui Rose akhirnya berakhir di final saat ia dan Lily  bertarung. Ia pun masih terus meragukan kemampuannya. Hal ini karena pertaruhannya adalah Booke. Kalau Rose kalah maka selamanya Lily akan memiliki Booke. Dan jika Rose menang, Lily harus mengembalikan buku yang ia pinjam dan menarik Bumbu Sihir yang ia pasarkan.

Nah bagaimanakah perjuangan Rose?  Baca bukunya dan berimajinasilah (^_^)

Hm..kalau harus memberi nilai dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8 karena sampul yang menarik serta cerita yang mengalir dengan menyenangkan. Namun tetap saja seri ini tidak seseru cerita Harry Poter (^_^)v

2 komentar:

  1. kurang ngerti yaaa,, harus baca dari pertama dulu ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak kok. Tapi memang lebih baik baca buku pertama. Biar tahu kenapa mereka harus mengalahkan Lily (^_^)

      Hapus