Jumat, 23 Agustus 2013

Tata Kota Kerajaan Mataram


Naskah : Mustofa W Hasyim
Cerita : Pang Warman
Gambar : Fida Irawanto
Penerbit : REKOMPAK
              Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya
              Java Reconstruction Fund
Cetakan : Pertama, Maret 2011

Buku ini adalah Seri Pendidikan Pusaka untuk Anak Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya memperolehnya secara gratis saat mengikuti kegiatan yang diadakan oleh BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia) dalam rangka HUT BPPI, HUT RI, dan HUT Boscha pada 17 Agustus lalu.

Nah, membaca buku ini kita bisa mendapat gambaran tentang kondis Kotagede. Dengan mengambil penokohan lewat sudut pandang seekot perkutut, kita akan berjalan-jalan menyusuri daerah Kotagede sambil mendapat sedikit cuplikan tentang Kotagede. Selain itu ilustrasinya pun menarik.

Diceritakan bahwa seekor perkutut datang ke Kotagede untuk menemui induk asuhnya sekaligus melihat kembali Kotagede yang sudah lama ia tinggalkan. Daerah pertama yang ia datangi adalah Pasar Legi. Di sana ia melihat hiruk pikuk kegiatan masyarakat di sekitaran Pasar Legi. Ia kemudian di sapa oleh seekor burung Gereja.


Dengan bantuan burung Gereja ia pun mencari kembali rumah tempat ia tinggal dulu sambil berharap bahwa induk asuhnya masih ada di sana. Dalam perjalanan mencari rumah tersebut Burung Gereja berbagi info tentang Kotagede bak seorang Guide. Ia pun menghubungkan informasi dari Burung Gereja dengan dongeng dan cerita yang dulu sering diceritakan oleh induk asuhnya saat ia kecil.

Hingga akhirnya sampailah dia di tempat tujuan berkat bantuan Burung Gereja yang mengerahkan seluruh teman-temannya untuk mencari rumah yang dimaksud dengan ciri-ciri yang diceritakan oleh Burung Perkutut. Ia pun berhasil menemui induk asuhnya.

lewat buku ini saya memang jadi sedikit tahu tentang kerjaan Mataram tapi saat membahas kawasan dengan keterangan  selatan, utara, timur dan barat, saya jadi agak kesulitan sebab navigasi saya cukup buruk. he..he.. (^_^)

Sayangnya jika buku ini dimaksudkan untuk buku anak-anak, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni:
- ilustrasinya memang menarik namun kurang "ceria" untuk anak-anak
-tulisannya terlalu padat sehingga membosankan jika dilihat sekilas
- gaya bahasanya terlalu serius sehingga untuk anak-anak usia SD mungkin akan sedikit kesulitan sebab banyak istilah yang kurang familiar bagi anak-anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar