Kamis, 22 Agustus 2013

Semata Cinta




Penulis                 : Chacha Thaib
Penerbit              : Wahyu Media
Cetakan               : Kedua, 2013
Jumlah hal.         : 242 halaman

Saya tertarik pada buku ini karena melihat covernya yang manis dan sebuah ungkapan yang tertulis di covernya, “Karena yang setia tak perlu diminta untuk menunggu”. Saya kemudian menemukan beberapa pendapat orang di cover belakangnya beserta sedikit keterangan tantang tema cerita di buku ini.

Saat mengetahui bahwa novel ini bercerita tentang Long Distance Relationship (LDR) saya pun tertarik membacanya. Mungkin ini ada hubungannya dengan relationship saya yang dulu yang kandas karena jarak setelah kebersamaan kami yang hampir 3 tahun. Dan kini saya kembali menjalani LDR dengan pria yang sayangi. Dan kali ini kondisinya sama dengan tokoh cerita, yakni jarak Jakarta-Bandung menjadi penghalang. *aduh jadi curcol gini*

Buku ini mencertikan tentang Arani yang bekerja di majalah In Town, Bandung dengan kekasihnya bernama Nugie yang merupakan seorang wirausaha. Nugie memang berasal dari Jakarta. Pertemuan mereka terjadi tanpa sengaja saat Arani melakukan liputan untuk majalahnya dan tertarik dengan desain chloting line milik Nugie. Akhirnya mereka pun jadian dan telah menjalani LDR selama 2 tahun.

Namun tampaknya setelah LDR 2 tahun pun Arani masih saja merasa Insecure hingga suatu hari ia melihat Nugie jalan berdua dengan clientnya, Disya. Padahal saat itu Arani telah bersusah payah untuk datang ke Jakarta dan mengajak berbaikan setelah pertengkaran mereka. Akhirnya Arani pun mulai meragukan Nugie. Ia pun tidak bisa berhenti mempersalahkan jarak di antara mereka.


Lalu datanglah Dana, teman sekampus Arani dulu, yang sedang patah hati karena putus dari pacarnya yang juga teman Arani. Arani pun berfikir bahwa dia memang membutuhkan seorang teman cowok yang bisa diajak bertukar pikiran tentang hubungannya dengan Nugie. Namun tanpa ia sadari hubungan mereka ternyata berkembang lebih jauh. Arani menikmati kedekatannya dengan Dana. Ia merasa senang dengan semua perlakuan Dana yang selalu bisa ada di dekatnya kapan pun ia butuhkan. Tentu ini berbeda dengan Nugie.

Hingga akhirnya suatu hari Dana meminta untuk diberi kesempatan untuk bisa bersama Arani. Ya, Dana tidak keberatan dijadikan selingkuhan sebab ia yakin ini hanyalah proses hingga kelak Arani siap melepaskan Nugie. Di saat yang sama Nugie mulai mempertimbangkan untuk stay di Bandung. Fokus pada Chloting line nya yang ada di Bandung. Ini membuat Arani gelagapan. Dia bingung. Hatinya telah bercabang.

Siapakah yang akan dia pilih? Sanggupkah ia melepaskan pria sebaik Nugie? Apakah benar semua ini karena jarak? Ataukah karena dirinya yang tidak mampu menjaga hati? 

Hm..ending ceritanya sih memang cukup menguras air mata. Tapi sejujurnya keseluruhan cerita menampilkan wanita (yang seharusnya) dewasa yang sangat cengeng. Saya cuku kesal dan juga geleng-geleng kepala saat membaca bahwa Arani ini selalu saja menangis setelah bertemu dengan Nugie dan harus berpisah karena Nugie akan kembali ke Jakarta. Padahal saya pikir jarak mereka masih bisa ditempuh dengan perjalanan darat. Cukup dengan berkendara beberapa jam. Itu sebabnya saya kemudian menyimpulkan bahwa mungkin novel ini diperuntukkan untuk remaja  meskipun tokohnya sudah berusia dua puluhan. 

Dan jika saya harus memberi nilai atas novel ini dalam skala 1-5, maka saya memberinya nilai 7 (^_^)v. Cover dan ide konfliknya sudah bagus. Tinggal mengembangkan penokohannya yang saya rasa masih perlu dieksplorasi lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar