Jumat, 30 Agustus 2013

Blue Romance




Penulis : Sheva
Penerbit: PlotPoint Publishing
Cetakan: Kedua, November 2012
Jumlah hal.: vi + 216 halaman
ISBN : 978-602-9481-16-7

Buku ini membuat saya tertarik sejak pertama melihatnya di Rumah Buku. Entah kenapa saya sangat suka membeli buku yang covernya menampilkan gambar secangkir kopi dan ceritanya berhubungan dengan kopi. Honesty, saya bukanlah penggila kopi akut. Saya memang sangat suka menenggak bergelas-gelas cappucino saat suntuk atau saat full inspirasi dan butuh dopping agar mata tetap melek. (^_^)v

Blue Romance adalah sebuah omnibook dimana beberapa cerita saling berhubungan secara tidak langsung. Dalam buku ini Kafe Blue Romance adalah tali penghubungnya. Semua cerita menggunakan kafe tersebut sebagai latarnya. Sebuah kafe yang buka 24 jam dengan interior yang unik. Kafe ini punya jendela kaca besar yang dipenuhi tulisan-tulisan. Selain itu dindingnya dipenuhi berbagai hal yang dibagikan oleh dan kepada pengunjung kafe ini. Ada foto-foto polaroid hingga post-it yang menarik. Hm..membaca deskripsinya saya yakin saya pun akan suka nongkrong lama di kafe ini sambil memerhatikan sekitar dan menulis berbagai hal yang berseliweran di kepala saya. (kenapa jadi curhat gini yah?)


Penulis mengambil sudut pandang orang pertama pada setiap cerpen yang di buat. Itu sebabnya buku ini lebih mudah dicerna karena kita merasa dekat dengan alurnya seolah menjadi setiap sosok yang dihadirkan dalam setiap cerita. Dan tema-tema setiap cerita berbeda-beda.

Kisah pertama cukup menarik dan menggugah saya untuk teru melanjutkan membaca. Judul Rainy Saturday. Cerita ini berkisah tentang seorang cewek yang dulunya sangat menyukai kejutan namun tragedi membuat dia lebih suka pada rutinitas. Itulah sebabnya dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran seorang cowok yang mengganggu rutinitasnya sarapan  Sabtu pagi di Blue Romance. Cowok itu menumpang duduk di mejanya karena saat itu hujan dan membuat area in-door Blue Romance penuh. Namun ia menikmati kehadiran orang itu hingga akhirnya mereka berjanji untuk bertemu sabtu berikutnya. Sayangnya pria itu datang terlambat. (dan kamu tahu, saya sampai sekarang tidak tau nama kedua tokoh ini. Saya malah tahu nama dua barista Blue Romance).

Oiya, sebelum saya lupa. Setiap cerita direpresentasikan oleh jenis-jenis kopi yang berbeda. Ada Affogato, Mochaccino, Café Latte, Americano, Caffé Macchiato, Coffee and Cream, dan Espresso. Semua kopi-kopi ini diberi keterangan tentang campurannya apa saja dan bisa jadi itu adalah filosofi dasar dari cerpen tersebut. Seperti Coffee and Cream  yang merepresentasikan Cerpen “The Coffee & Cream Book Club” maka kita akan mencoba memahami bahwa hidup itu memang seperti kopi yang pahit dengan kadar manis tertentu. Menambahkan creamer hanya sedikit menutupi rasa pahit itu namun tidak menghilangkannya. Maka kita seharusnya menghadapi rasa pahit itu bukannya melarikan diri darinya.

Saya menyukai hampir semua cerita dalam novel ini kecuali Happy Days, karena saya tidak suka konfliknya (ini murni tendensi pribadi..he..he..). Dan bagi saya Kafe hasil imajinasi ini mungkin layak menjadi kenyataan suatu hari nanti J

Hm..jika saya harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8. Sekedar info nih, saya suka dengan desain sampul dan pembatas buku dari dua buku terbitan PlotPoint yang saya baca (Stasiun dan Blue Romance).

2 komentar:

  1. Aku juga suka banget sama buku ini xD covernya cantik, pembatas bukunya unik, cerita2nya juga bagus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he.. iya cover dan pembatas bukunya. Dan (kayaknya) pembatas buku yang terbitan PlotPoint emang unik-unik. *saya sendiri baru punya dua buku penerbit itu*
      (^_^)v

      Hapus