Senin, 26 Agustus 2013

Bliss




Penulis : Kathryn Littlewood
Penerjemah : Nadia Mirzha
Penerbit : Noura Books
Cetakan : I, November 2012
Jumlah hal.: 310+Viii
ISBN : 978-979-433-690-8

Buku ini adalah seri pertama dari The Bliss Bakery Trilogy. Sudah lama saya tertarik untuk memilkinya mengingat banyak yang berkata bahwa ceritanya menarik. Hingga akhirnya saya menerima buku ini sebagai sebuah hadiah ulang tahun yang diberikan lebih cepat (Thankyou Herdi :*)

Buku ini berkisah tentang keluarga Bliss yang nampak seperti sebuah keluarga yang biasa-biasa saja yang terdiri dari Purdy Bliss (ibu), Albert Bliss (Ayah), beserta keempat anak mereka Thy, Rose, Sage, dan Leigh. Cerita dituturkan oleh penulis dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan menjadikan Rose sebagai tokoh utama.

Rose merupakan anak perempuan tertua dengan seorang kakak laki-laki yang tampan, Thy. Dan dua adik yang lucu dan menggemaskan. Ia merasa menjadi anak yang paling tidak menonjol dan bahkan seperti diabaikan. Padahal Rose yang paling sering membantu di Toko Roti Bliss yang dikelola oleh orang tuanya. Dia pula yang paling sering membantu mengurus adik-adiknya saat orang tuanya sibuk.

Rose sangat menyukai Toko Roti Bliss dan sangat penasaran dengan resep kue yang dimiliki orang tuanya. Hal ini karena Rose ingat bahwa ia pernah melihat ibunya mengaduk halilintar dalam semangkuk adonan. Ia pun yakin bahwa orang tuanya menggunakan sihir dalam kue yang mereka buat. Hingga akhirnya kesempatan itu datang.

Orang tua Rose harus pergi ke kota sebelah untuk membantu menghentikan wabah penyakit dengan menggunakan resep kue mereka. Maka mereka pun menitipkan toko roti pada Rose. Mereka juga menunjukkan sebuah buku resep “Bliss Cookery Booke” yang telah diwariskan turun temurun di keluarga mereka. Rose dipercaya memegang kunci pintu tempat buku resep tersebut disimpan. Akhirnya kecurigaan Rose mulai terbukti. Namun sayangnya orang tuanya melarang mereka menggunakan buku resep. Rose dilarang menunjukkan buku tersebut kepada orang lain.

Tidak lama setelah orang tua mereka pergi, datang seorang wanita yang mencurigakan yang mengaku sebagai bibi mereka. Namanya Lily.
Dia pun menunjukkan bukti sebagai anggota keluarga Bliss dengan memperlihatkan tanda lahir yang dimiliki oleh semua anggota keluarga Bliss. Yakni sebuah tanda lahir yang janggal, segumpal bintik dengan jejak pegangan panjang, ujungnya berpengait. Ini membuat Rose tidak bisa membantah kehadiran Lily sebagai anggota keluarga.

Selain itu Lily berhasil menarik hati saudara-saudara Rose yang lain. Thy yang biasanya malas membantu mendadak bangun lebih awal dan ikut membantu di toko kue. Lily pun bisa menangani Sage dan Leigh dengan cerdas. Lily pun bisa membuat Chip, asisten yang telah bertahun-tahun membantu di toko roti Bliss, yang pemarah dan mudah tersinggung menjadi penurut. Bibi Lily pun bisa memahami perasaan-perasaan terdalam Rose yang ingin diperhatikan dan berharap saudara-saudaranya mau lebih menyadari keberadaannya.

Akhirnya dengan desakan Thy dan Sage, Rose kemudian menyalin beberapa resep untuk mereka peraktekkan dan jika berhasil akan mereka berikan resep tersebut pada Bibi Lily sebagai cara mereka membalas kebaikan dan keramahannya selama ditinggal oleh orang tua mereka. Rose memang mengagumi Bibi Lily sebagaimana saudaranya yang lain namun tetap saja dia menyimpan kecurigaan terhadap kehadiran Bibi Lily di toko roti mereka. Selain itu dia juga heran, kenapa setiap kali orang tua menelpon dan ia ingin menceritakan tentang kedatangan Bibi Lily, lidahnya selalu kelu.

Di tengah kecurigaannya pada Bibi Lily, Rose dan Thy melakukan percobaan membuat kue dnegan menggunakan resep yang mereka salin dari Bliss Cookery Booke. Resep yang pertama yang mereka coba adalah Muffin Labu Hijau untuk melarutka berbagai rintangan cinta. Mereka memberikannya pada Mr. Bastable dan Miss Thistle yang ia yakini sudah lama saling menyukai. Setelah itu mereka membuat Koekjes van Waarheid atau Cookie Kebenaran. Mereka membuat ini untuk Mrs. Havegood yang menurut mereka terlalu sering berbohong. Namun karena sebuah kesalahpahaman kue-kue itu malah dimakan oleh hampir semua orang di kota mereka, Calamity Falls. Dan ini berdampak sangat buruk. Untuk memperbaiki keadaan mereka kemudian membuat Cake Pemutar-Balik-Keadaan-Seutuhnya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat Cookie Kebenaran. Namun kondisi malah semakin buruk.

Nah, bagaimana cara mereka memperbaiki semua kondisi yang mereka sebabkan akibat membuat kue berdasarkan resep Bliss Cookery Booke? Berhasilkah mereka menyelesaikan seluruh kegemparan itu sebelum kedua orang tua mereka datang? Bagaimana dengan Bibi Lily? Apakah ia memang memiliki maksud-maksud tertentu? Ataukah itu semua hanya kecurigaan Rose belaka? Nah, baca ceritanya lebih lengkap.

Menurut saya ide ceritanya memang menarik. Ini seperti masuk ke dunia sihir tapi yang berhubungan dengan kue-kue. Bagi yang imajinasinya tinggi, bisa saja mereka meyakini bahwa kue-kue ini mungkin ada di dunia nyata. Namun kesenangan dari membaca buku ini bukan pada keyakinan itu melainkan karena kita bisa ikut merasakan dunia sihir yang tercipta di dapur Toko Roti Bliss. Sayang saya tidak merasakan euforia yang sama dengan yang saya rasakan saat membaca buku-buku Harry Potter.

Jika harus memberi nilai pada buku ini, maka saya akan memberinya nilai 9 karena ceritanya yang menarik dan cover bukunya yang menggugah. (^_^)v

Kalimat “Don’t judge the book by the cover” memang bagus namun tetap saja cover yang menarik akan membuat buku-buku itu dilirik pembaca saat memilih buku di toko buku. Maka sudah sewajarnya jika cover sebuah buku di desain sebagus mungkin.

2 komentar:

  1. penasarannn.... kayaknya kuenya yummiii eh, *salah fokus*

    salam kenal :)

    BalasHapus
  2. he..he.. saya juga awalnya penasarannya karena covernya memang bagus (^_^)
    ceritanya memang menarik tapi gak se"wah" Harry Potter..

    BalasHapus