Kamis, 29 Agustus 2013

After D-100




Penulis : Park Mi Youn
Penerjemah : Putu Pramania Adnyana
Penerbit : Haru
Cetakan: Pertama, Juni 2013
Jumlah hal. : 382 halaman
ISBN: 978-602-7742-18-5

Sejak membaca buku Crying 100 Times saya tertarik untuk membaca buku terjemahan yang diterbitkan oleh penerbit Haru. Saya tertarik untuk melihat cara penulis Asia Timur selain Haruki Murakami. Tidak banyak buku-buku terjemahan dari Asia Timur yang saya baca. Dan semuanya terkesan “berat” seperti karya Haruki Murakami ataupun The Hunter karya Asa Nonami.

Membaca Crying 100 Times dan Her Sunny Side yang lebih ringan membuat saya tertarik membaca terjemahan lainnya. Jika dua buku tersebut adalah karya penulis Jepang, maka kali ini saya mencoba karya penulis Korea. Dengan menjadikan cerita Drama Korea yang selau mengharu-biru maka saya pun menduga bahwa novel ini akan menjadi novel yang “cengeng” yang menguras air mata pembaca atau menceritakan konflik yang sangat menyedihkan.

Sejujuranya, tema ceritanya memang menyedih yakni tentang kemandulan *jadi ingat novel Test Pack* namun penulisnya menceritakannya dengan optimmis. Menggunakan sudut pandang orang pertama, novel ini dipenuhi dengan pikiran-pikiran Kang Gyung Hee, tokoh utama dalam novel ini, yang cukup ceria. Namun ketika masalahnya semakin kompleks kita akan bertemu dengan sosok Gyung Hee yang lebih sinis, lebih pemarah, dan bahkan yang kebingungan dan bersedih.

Novel ini dimulai dengan penuturan Gyung Hee tentang hidupnya yang normal dengan suaminya, Lee Jung Chul, yang ia cintai. Sayangnya tanpa sengaja ia melihat sebuah rahasia yang disembunyikan suaminya darinya. Ia pun mulai menjadi kritis terhadap sikap suaminya yang selama ini dingin padanya dan bahkan tidak terlalu menganggap penting kehadirannya.  Sejak itu ia pun berjanji pada dirinya sendiri bahwa 100 hari setelah ia melihat foto itu, ia akan meminta cerai dari suaminya.

Sejak melihat surat itu ia menjadi sosok yang berbeda. Sikapnya pada suaminya pun menjadi berubah. Sejak itu pula satu persatu masalah muncul dalam rumah tangganya. Hingga akhirnya ia mengetahui sebuah rahasia besar. Ternyata suaminya mandul, dan selama dua tahun pernikahan mereka suaminya terus menyembunyikan hal itu.

Selama dua tahun itu pula Gyung Hee harus menerima perlakuan keluarganya yang menganggap bahwa dirinyalah yang mandul. Mulai dari ayahnya yang menyesali kondisinya, ibu mertuanya yang memperlakukannya dengan buruk, hingga prosedur pengobatan yang harus diajalani demi mencoba kemungkinan untuk bisa memiliki anak.

Akhirnya setelah kebohongan itu terungkap, keluarganya mendukung keputusannya untuk bercerai. Namun ia kemudian bimbang. Bukankah suaminya pun mengalami sakit hati yang dalam? Terutama sejak ia mengetahui kemandulannya di usia muda dan menanggung semuanya sendiri karena merahasiakan kemandulannya itu dari keluarganya. Benarkah keputusannya untuk bercerai?

Nah, saya tidak akan bercerita mengenai akhir kisahnya apakah mereka bercerai atau tidak. Lebih baik bagian itu pembaca temukan sendiri di bukunya (^_^)v
Nah, komentar tentang sampul bukunya, maka bagi saya sampul buku After D-100 ini memang menarik. Kemudian kalimat yang tertulis di sampul belakang pun menarik. Tidak memberi cukup banyak clue untuk menebak akhir buku. Dari segi konfliknya pun bagus karena gak datar dan sedikit kompleks namun tetap bisa dipahami. Ide ceritanya juga masih jarang digunakan yakni tentang kemandulan. Selain itu karakter tokoh-tokohnya pun kuat.  Pikiran-pikiran Gyung Hee menarik untuk diikuti. He..he..dan menurut saya sedikit lucu.

Hm..kalau harus memberi nilai pada buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8 (^_^)v

1 komentar:

  1. wah kisah rumah tangga.. kayaknya sedih yaa.pasti akhirnya gak jadi pisah ya, kasian suaminya :(

    BalasHapus