Selasa, 02 Juli 2013

The Five People You Meet in Heaven





Penulis                 : Mitch Albom

Penerjemah       : Andang H Sutopo

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbitan               : Desember 2012

Jumlah hal.         : 202 halaman

Satu lagi karya Mitch Albom yang menarik untuk dibaca. Kali ini ia menyuguhkan cerita tentang kehidupan yang dilalui setelah meninggal. Buku ini menyediakan satu alternatif pemikiran tentang bagaimana itu kehidupan di surga? Ketenangan macam apa yang akan diperoleh seseorang di dalam surga?

Buku ini bercerita tentang Eddie, seorang pria berusia 83 tahun yang meninggal pada hari ulang tahunnya. Maka perjalanan dimulai sejak saat itu. Eddie yang diceritakan tengah menuju surga harus bertemu dengan lima orang yang memiliki hubungan dengan hidupnya.

Orang Pertama Eddie adalah “manusia biru”. Ia hanya mengenal orang ini di masa kanak-kanaknya. Manusia Biru merupakan salah seorang anggota sirkus dalam pertunjukan “Manusia aneh”. Ia tidak pernah menyadari bahwa kehidupannya dan kehidupan orang tersebut bersinggungan dengan sangat jelas. Yakni ia menjadi penyebab kematian si Manusia Biru. Fakta ini baru diketahui oleh Eddie saat itu. Bersama Si Manusia Biru, Eddie belajar bahwa hidup seseorang sangat terkait dengan manusia lainnya dan bahwa tidak ada kehidupan yang sia-sia.

Orang Kedua yang Eddie temui adalah “Kapten”. Orang ini adalah orang yang menjadi kapten Eddie saat dia maju sebagai sukarelawan di medan perang di Filipina. Kehidupan Eddie di medan perang mengubah seluruh rencana hidupnya. Ia pulang sebagai manusia yang cacat akibat kondisi lututnya. Selain itu jauh di dalam hatinya ia masih sering dihantui oleh hal-hal yang terjadi di medan perang. Kepribadian Eddie pun berubah, ia menjadi orang yang berbeda.

Dari sang Kapten ia belajar tentang nilai pengorbanan. Ia juga belajar memaafkan. Memaafkan sang Kapten atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Memaafkan dirinya sendiri dan kehidupan yang dijalaninya.

Setelah bertemu sang Kapten, Eddie bertemu seorang wanita yang menjadi Orang Ketiga-nya. Wanita ini tidak dikenal oleh Eddie. Namun akhirnya ia menyadari bahwa wanita ini tidak asing baginya. Nama wanita itu adalah “Ruby”. Kehidupan mereka terkait melalui taman hiburan “Ruby Pier”, tempat Eddie bekerja. Wanita itu adalah pemilik pertama taman hiburan tersebut. Wanita itu berkata, “Aku berharap taman itu tidak pernah dibangun,”. Ya hal ini pun terkait dengan pertanyaan Eddie tentang siapa yang membangun taman hiburan tersebut? Untuk apa dibangun?

Bersama wanita ini, Eddie kemudian mengenal ayahnya lebih jauh lagi. Belajar menerima apa yang terjadi dalam hubungannya dengan sang ayah. Belajar memaafkan sang ayah dan membuang pemikiran bahwa kehidupan tidak bahagia yang dijalaninya adalah kesalahan sang ayah. Ayahnyalah yang membuat dia tidak memiliki pilihan lain selain meneruskan tanggung jawab sang ayah memelihara wahana di Ruby Pier. Serta hal-hal lain yang dianggap Eddie telah direnggut oleh sang ayah dari kehidupannya.

Setelah memaafkan ayahnya, Eddie pun bertemu dengan orang Keempatnya. Kali ini ia bertemua dengan orang yang benar-benar dicintainya. Orang Keempatnya adalah Marguerite, istri yang sangat dicintainya. Marguerite telah lebih dulu meninggalkannya karena tumor otak. Marguerite adalah istri yang sangat dicintainya, yang bahkan setelah kepergian Matguerite, Eddie tidak lagi mampu mencintai orang lain. Namun ternyata ia memiliki penyesalan tersendiri atas apa yang sudah dia berikan kepada Marguerite. Ia berharap bisa memperbaikinya.

Dalam pertemuannya ini, Eddie belajar tentang mencintai dengan tulus. Mencintai dengan kelapangan hati. Tentang bagaimana cinta bisa cukup untuk membuat seseorang merasa bahagia dengan apa yang dimilikinya. Marguerite mungkin tidak selalu berbahagia dalam kehidupan pernikahannya bersama Eddie, namun ia menerima itu dan mampu terus mencintai Eddie.

Setelah berpisah dengan Marguirate, Eddie bertemu dengan orang kelimanya. Orang kelima Eddie adalah seorang anak kecil berdarah Asia –nampak dari ciri-ciri fisik dan bahasa yang ia gunakan-. Saat itulah ia menyadari bahwa anak inilah yang tidak berhasil ia selamatkan dalam perang yang dilaluinya di Filipina. Eddie kemudian merasakan penyesalan yang sangat dalam. Namun gadis itu kemudian menyadarkan Eddie bahwa tidak ada yang sia-sia. Kehidupan Eddie setelah dari perang seolang menjadi penebus kesalahannya. Ia menjaga kondisi wahana-wahana yang ada di taman hiburang Ruby-Pier yang membuat banyak anak-anak bahagia dan sekaligus menjaga keselamatan anak-anak tersebut.

Dan setelah itu, Eddie pun merasakan kedamaian. Semua hal yang mengganjal hati dan pikirannya semasa dia hidup telah berhasil dijelaskan. Ia semakin menyadari bahwa semua peristiwa di dunia ini secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap kehidupan seseorang. Orang-orang asing pun bisa memiliki kaitan yang erat dalam kehidupan seseorang.

Sekali lagi Mitch Albom berhasil menyajikan sebuah karya yang sarat makna. Mengajarkan banyak hal tentang kehidupan melalui kisah-kisah fiksi yang dijalin dengan kisah-kisah nyata yang mungkin saja terjadi di sekitar kita
Quote   :
“Bahwa tidak ada kejadian yang terjadi secara acak. Bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kau tidak bisa memisahkan satu kehidupan dari kehidupan lain, sama seperti kau tidak bisa memisahkan embusan udara dari angin”

“Keadilan, tidak mengatur persoalan hidup dan mati. Kalau keadilan yang mengatur, tidak akan ada orang baik mati muda”

“Cinta yang hilang tetap Cinta, Eddie. Hanya bentuknya saja yang berbeda. Kau tidak bisa melihat senyumnya, atau membawakan makanan, atau mengacak-acak rambutnya, atau berdansa dengannya. Tapi ketika indra-indra itu melemah, indra-indra lain menguat. Kenangan. Kenangan menjadi pasanganmu. Kau memeliharanya. Kau mendekapnya. Kau berdansa dengannya.”

2 komentar:

  1. dari baca review-nya mbak,kok rasanya agak mirip sama novelnya tere-liye yang
    'Rembulan tenggelam di wajah-Mu'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya nggak bisa komentar karena belum baca Rembulan Tenggelam di wajah-Mu (^_^)

      Hapus