Rabu, 31 Juli 2013

Scene on Three (1)


Hm..satu lagi meme blogger BBI yang coba saya ikuti (semoga bisa rutin minimal sebulan sekali), yaitu Scene on Three hosted by Zee (belum pernah kenalan sih..he..he. Yang pasti salam kenal aja mbak). Nah kalau Buying Monday -nya Aul itu pengakuan dosa a.k.a ngelist timbunan buku, maka meme yang ini adalah ajang curhat. Kenapa?? Kita bisa nulis scene favorit dari buku yang kita baca. Kan kalo baca kita suka "memutar" adegan itu dalam "film" di kepala kita. Nah tau-tau feelnya dapat dan kita jadi suka banget sama adegan itu atau deskripsi itu. Nah disinilah kita bisa curhat sambil ngerekam adegan itu beserta deskripsi feeling yang kita dapat..he..he..




Nah scene yang saya bagi di sini adalah salah satu adegan dari buku "Seven Days" karya Rhein Fathi. Baca resensinya di sini.



“Kamu mencintai Reza, Nilam?”

Eh? Kepalaku mendongak, menatap Shen bingung, “Iya, dong,” jawabku singkat.

“Kenapa?” tanya Shen lagi.

Mataku berputar-putar memikirkan jawabannya. Kebersamaanku dengan Reza selama tiga tahun ini mengalir begitu saja. Saling mendukung saat kondisi buruk menghadang, bersukacita bersama ketika sukses datang. Keberadaan sudah seperti bagian dari hidupku sehari-hari. “Karena aku nyaman sama Reza.”

Shen manggut-manggut. “Kalau suatu hari dia membuatmu gak nyaman, kamu nggak cinta lagi?”

Pertanyaan Shen mulai menjebak. “Dia juga cowok sabar, Shen. Jarang ada cowok sabar di dunia ini.”

“Kalau suatu hari dia berubah jadi nggak sabaran, yakin kamu masih cinta? Pribadi orang bisa berubah seiring waktu, kan?”

Sebenarnya, aku tidak pernah terlalu ribet dalam urusan cinta-cintaan. Sama-sama suka, nyaman, jadilah pacaran. Kalaupun sampai menikah, ya berarti jodoh. Simple saja, kan. Beda dengan Shen yang harus mempertanyakan banyak hal bahkan untuk mencari sosok pacar. Bagiku, cinta itu dinikmati, dirasakan, meski harus dari sosok yang datang dan pergi.

“Nilam?”

Panggilan Shen membuyarkan lamunanku. “Ya, kalau udah menikah nanti, mau nggak mau aku bakal menerima Reza apa adanya, Shen. Aku juga bukan sosok sempurna buat Reza. Nah, dari rasa saling legowo akan ketidaksempurnaan masing-masing, cinta itu akan tumbuh.”

“Lalu kenapa sampai sekarang kamu masih belum menjawab lamaran Reza?”


Pertanyaan Shen benar-benar langsung menohok hati. Mengapa? Karena aku masih belum siap untuk dimiliki seorang pria dan melepaskan Shen tentunya. Ah, andai dia bisa mengerti tentang itu. “Aku belum siap menikah,” elakku.

Shen tertawa. “Belum siap atau ragu?”

Aku menatapnya bingung. Ragu? Apa mungkin setelah tiga tahun bersama, hatiku masih merasa ragu? “Kita bahas yang lain aja, ya?”

Lagi-lagi Shen tertawa. “Nilam menurutku ada dua jenis cinta dalam memilih pasangan hidup.”

Kurasakan tatapan Shen mulai serius memandangku. Sorot mata yang biasa dia lakukan untuk meyakinkan segala rencana atau teori-teori dalam otaknya. Dan aku seperti tersihir, larut dalam letupan dunia kecil yang Shen ciptakan.

“Ada cinta yang tumbuh karena witing trisno jalaran soko kulino,” tutur Shen lirih. “Mungkin itu yang kamu rasakan dengan Reza. Lalu ada juga cinta yang memang muncul tanpa ada alasan. Cinta itu hadir, ditujukan pada seseorang, karena hati memang memilihnya,” lanjutnya.

 Adegan ini jadi berkesan bagi saya, karena saya pernah mengalami pembicaraan yang hampir serupa dengan teman pria saya. Dia bertanya kenapa saya bisa suka sama dia, dan ketika saya menjawab karena dia sabar, maka dia menjawab, "Kalau saya nanti jadi nggak sabaran lagi kamu jadinya gak suka sama saya donk," dan saya bingung menjelaskannya. Akhirnya kami sibuk berlogika tentang hati. Namun kesimpulan perdebatan kami adalah bahwa logika bahasa gak akan bisa menjelaskan logika hati. Ha..ha.. kok jadi curcol. Tapi yah memang membahas mekanisme kerja perasaaan atau yang disebut dengan cinta gak akan ada habisnya dan sulit untuk bersepakat tentangnya. Jadi urusan perasaan ya nikmati dan jalani sajalah. (^_^)

mau ikut  Scene on Three juga?? ini rulenya :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

2 komentar:

  1. Hai, salam kenal juga, Atria.
    Cinta itu memang sulit didefinisikan, dan pasti bakal berubah seiring dengan usia dan pengalaman *eaa ikut curcol*
    Makasih ya sudah ikutan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. he..he..sama-sama kak. Senang bisa ikut berbagai kegiatan dalam keluarga BBI
      *pendatang baru yang sibuk kenalan sama tetangga-tetangga*
      (^_^)v

      Hapus