Rabu, 24 Juli 2013

Macaroon Love: Cinta Berjuta Rasa



Penulis                 : Winda Krisnadefa
Penerbit              : Qanita
Cetakan               : I,  Maret 2013
Jumlah hal.         : 262 halaman

Novel ini termasuk dalam salah satu Naskah Unggulan “Lomba Penulisan Romance Qanita”. Buku ini saat melihatnya pertama kali cukup bikin jatuh cinta. Kenapa?? Tampilan bukunya sangat ramah buat dibawa kemana-mana. Ukuran buku yag cukup mini membuatnya mudah diselipkan di dalam tas sehari-hari. Selain itu sampul dengan warna lembut itu bikin penampilan makin keren saat duduk manis menuggu di kafe atau bahkan dipinggir jalan sembari menunggu angkot (^_^)

Macaroon Love ini dimulai tentang keluhan simple. Ya, masalah kecil menurut saya yakni tentang kekesalan seorang perempuan pada namanya yang tidak umum. Tokoh utamanya bernama Magali yang berasal dari bahasa Perancis yang berarti “Mutiara” atau lebih keren dan romantis lagi yakni “daughter of the sea”. Nama Magali masih tergolong aneh dan tidak umum di Indonesia. Hal ini membuat Magali harus menghadapi berbagai reaksi orang atas namany mulai dari salah menyebut nama hingga namanya dipelesetin macam-macam (ini terjadi di zaman dia sekolah).


Novel dibuka dengan wish birthday Magali yang setiap tahunnya sama yakni andaikan nama dia bukan Magali. Dengan ditemani sepupu yang sekaligus sahabatnya yang bule kere bernama Beau. Saat itu, Magali tidak menyangka bahwa usia 24 akan membawa berbagai cerita ke dalam hidupnya. Hal ini ditandai dengan perkenalannya dengan Ammar yang memiliki restoran “Suguhan Magali”. Ya, restoran itu memiliki nama yang sama dengan namanya. Apakah ini sebuah kebetulan tanpa arti? Ataukah benar kata orang bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan, selalu ada alasan untuk setiap kejadian?

Sejak itu Magali mulai belajar melihat dirinya melalui kacamata seorang Ammar. Selama ini dia selalu merasa sinis bahkan terhadap namanya sendiri. Ia merasa bahwa namanya yang aneh dan berbeda membuatnya menjadi pribadi yang aneh dan sulit di pahami orang lain. Hal yang ia senangi berbeda dengan hal yang secara umum disenangi oleh orang lain.

Pekerjaan Magali sebagai freelance writer di Free Magazine untuk rubrik wisata kuliner. Ya, Magali memang sangat menyukai dunia kuliner. Kecintaan ini mungkin dipicu karena Jodhi, ayah Magali, bekerja sebagai juru masak di sebuah kapal pesiar. Setiap pulang Jodhi pun membawa majalah-majalah kuliner dari negara-negara yang ia singgahi, hal ini semakin memperluas pengetahuan Magali tentang dunia kuliner.

Namun akhirnya pada satu titik Magali mempertanyakan pilihannya sendiri. Tentang alasan ia masih bertahan pada pekerjaan freelance writer yang tidak menjanjikan kemapanan ekonomi dan tidak bisa ia nikmati itu. Magali tidak mampu menyukai pekerjaannya meskipun membuat dia tetap berkecimpung di dunia makanan, sebab selera makan Magali cukup aneh. Tidak umum. Berbeda. Dan dalam tulisan yang ia buat saat meliput sebuah tempat makan, ia harus memaksa diri dan sudut pandangnya sesuai dengan selera makan yang umum dan cenderung seragam.

Maka ketika satu persatu masalah mengganggu pikirannya, Magali belajar memahami dan menghadapinya. Mulai dari masa depan dan pekerjaan yang harus dia pertimbangkan ulang dengan memperhitungkan Nene, neneknya Magali, Jodhi dan Beau hingga masalah perasaan yang tidak bisa dia mengerti. Tentang perasaannya pada Ammar. Dan puncaknya ketika idenya dicuri dan saat kabar buruk tentang Jodhi datang.

Saat itulah Magali belajar menemukan hidup dan masa depannya. Magali berdamai dengan namanya. Berdamai dengan kehidupan yang dia anggap biasa saja dan bahkan cendurung ia pandang dengan sinis.

Yah, secara keseluruhan buku ini jauh lebih dekat dengan kehidupan pribadi saya. Usia 24 tahun, masa depan yang belum pasti, nama yang tidak umum. Saya paham perasaan terkait nama itu, tapi syukurlah saya pribadi sudah berhasil berdamai dengan persoalan nama tersebut. (^_^)v

Hm..ok, secara keseluruhan saya menyukai buku ini. Dan jika harus memberi nilai pada buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8,5 (^_^)v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar