Sabtu, 06 Juli 2013

Kekasih





Penulis                 : Arini Putri & Yuditha Hardini
Penerbit              : Gagas Media
Cetakan               : Pertama, 2012
Jumlah hal.         : 291 halaman

Novel ini adalah salah satu dari jenis Gagas Duet yang dikeluarkan oleh Penerbit Gagas Media. Yakni dua penulis menulis bersama untuk sebuah buku. Ada hubungan antara kedua kisah tersebut baik dari segi tema maupun tokohnya.

Dalam Gagas Duet kali ini masing-masing cerita berjudul “The First Fairytale” karya Arini Putri dan “The Last Fairytale” karya Yuditha Hardini.  Kedua cerita tersebut mengambil ide yang sama yakni tentang Cinta Pertama dan Fairytale atau dongeng. Kedua cerita dikisahkan dari dua bersaudara. Cerita pertama tentang kisah sang adik bernama “Kyra” dan kisah kedua tentang sang kakak yang bernama “Naira”.

Maka wajar jika saya menemukan sudut pandang dan gaya penulisan yang berbeda diantara keduanya. Kisah “The First Fairytale” diceritakan tentang kepolosan seorang Kyra yang benar-benar bingung menghadapi cinta pertamanya. Kyra adalah perempuan yang polos dan pemalu. Kikuk menghadapi lawan jenis dan masih percaya pada dongeng-dongeng. Ia hobi membaca dan membuat komik. Kegemarannya pada Korea dan semua sikapnya itu memang mewakili “kemudaan” yang dimilikinya.


Dalam “The First Fairytale” diceritakan tentang Kyra yang diusianya yang keduapuluh tahun, belum juga pernah merasakan cinta. Belum pernah merasakan debar-debar seperti yang biasa dibacanya di komik dan novel atau perasaan yang digambarkan dalam drama Korea yang ia tonton. Hingga suatu hari ia bertemua dengan “Pangeran Sandal Jepit”nya di halte. Insiden yang kemudian berlanjut menjadi keajaiban yang dipenuhi degup-degup cinta. Kyra kemudian berhasil mengenal pria yang ia temui itu, namun semakin ia mengenalnya ternyata ia mengetahui bahwa pria itu telah mencintai orang lain. Haruskah ia menyerah dan merelakan cinta pertamanya berakhir begitu saja atau memperjuangkannya? Dilema cinta pertama yang disertai kebingungan dan kekikukan seorang perempuan muda.

Berbeda dengan “The First Fairytale”, “The Last Fairytale” lebih dewasa alur ceritanya. Naira tidak sedang bingung tentang moment jatuh cinta untuk pertama kali tapi tentang usianya yang sudah mendekati 30 tahun namun masih belum menemukan “the right one”. Ia terjebak dalam rasa cintanya pada sahabatnya sendiri yakni Kama. 10 tahun pertemanan mereka membuat Naira ragu untuk melangkah lebih jauh yakni mengakui perasaannya pada Kama. Kama terlalu sempurna sebagai cowok dan sayangnya Kama seolah tidak melihatnya sebagai perempuan. Kama benar-benar menganggapnya sebagai sahabat saja. Bagaimana Naira harus bersikap? Haruskah ia menyerah dan melupakan perasaannya pada Kama demi memenuhi keinginan orang tuanya yang berharap ia bisa segera menikah?

Buku ini cukup menghibur untuk dibaca di akhir pekan atau untuk mengisi waktu luang. Kalau harus memberi nilai pada buku ini dalam skala 1-10, maka ia layak mendapat nilai 8 (^_^)v

Quote   :
“Love is about Falling, not flying. When you’ve falling in love, you know that someday you’ll feel hutr”
“Chemistry is not guarantee the happy ending ever after that people looking for. Yang penting dari sebuah hubungan itu komitmen, bukan cuma perasaan berbunga-bunga yang sering digambarin di novel-novel roman itu”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar