Rabu, 10 Juli 2013

Hairless




Penulis                 : Ranti Hannah
Penerbit              : GagasMedia
Terbitan               : Pertama, 2011
Jumlah hal.         : 292 halaman

Buku ini bercerita tentang kisah Ranti Hannah yang merupakan seorang survival kanker. Dia menghadapi penyakit kanker Payudara yang menggerogoti payudara kanan-nya, dan menang! Ya, Ranti melalui tulisannya mencoba berbagi pengalaman hidupnya saat berjuang menghadapi penyakit kanker.

Namun dalam buku ini tidak akan kita temukan kalimat-kalimat melankolis dan adegan-adegan drama bak sinetron yang membanjiri primetime di televisi. Buku ini malah menunjukkan upaya Ranti untuk bersikap tegar menghadapi semua yang mungkin terjadi. Ia bahkan membantu mempersiapkan keluarganya yakni suami, ibu, ayah, dan adiknya dalam menyikapi penyakit yang ia derita. Ia sadar bahwa penyakitnya tidak hanya akan mempengaruhi dirinya tapi juga mempengaruhi kehidupan orang-orang terdekatnya yang menyayangi dan ia sayangi.


Ranti bahkan tidak segan memberi pengetahuan dasar tentang kanker yang dihadapinya, pengobatan-pengobatan yang akan dia jalani serta efek pengobatan tersebut pada dirinya. Mulai dari operasi yang akan mengangkat seluruh payudara kanannya, radiasi serta kemoterapi yang akan ia jalani. Pengangkatan payudara kanan tampaknya adalah hal yang paling sulit dihadapi Ranti. Sebagai seorang wanita saya paham bahwa bentuk tubuh apalagi payudara benar-benar mampu mempengaruhi rasa percaya diri. Apatah lagi usia pernikahan ia dan suaminya, Pandu, masih tergolong muda.

Dalam hal ini pun Ranti cukup terbuka membahas dampak penyakit dan pengobatannya pada hubungan suami-istrinya. Bagaimana suaminya mendukung dan membesarkan hati Ranti. Serta bagaimana tegar dan kuatnya sang suami serta kedua orang tuanya melihat ia yang terus berjuang melawan kanker.

Salah satu moment berat yang ia alami adalah ketika menjalani masa kemoterapi yang membuat daya tahannya menurun, dan rontoknya semua rambut yang ada ditubuhnya. Di masa ini barulah nampak bahwa ia adalah seorang pesakitan yang harus terus bertarung melawan kanker demi masa depan yang ingin dimilikinya bersama sang buah hati.

Dan pada akhirnya semua kerja keras itu terbayar. Ranti menang. Dan kini ia mencoba berbagi itu semua dengan orang lain. Kita akan belajar untuk menjadi lebih bijak menghadapi kesulitan yang kita hadapi. Semoga pesan yang ingin disampaikan penulis bisa nyampe ya (^_^)

Dan jika harus memberi nilai pada buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar