Rabu, 17 Juli 2013

Coba Tunjuk Satu Bintang




Penulis                 : Sefryana Khairil
Penerbit              : GagasMedia
Cetakan               : pertama, 2013
Jumlah hal.         : 208 halaman

Menjadikan cinta sebagai sebuah tema tulisan tidak akan ada habisnya. Selalu ada yang bisa ditulis tentang tema yang satu ini. Dan novel-novel GagasMedia selalu bisa mengambil sudut pandang yang berbeda-beda tentang tema cinta.

Buku Coba Tunjuk Satu Bintang pun mengangkat tema percintaan dengan dua tokoh central  yakni Marsya dan Dio. Cerita dibuka dengan perpisahan yang terjadi diantara keduanya. Dio melepaskan Marsya demi mengejar apa yang ia pikir adalah masa depannya. Namun benarkah pilihannya??


Kehidupan Marsya sendiri setelah ditinggal Dio menjadi berbeda. Semua itu nampak dari lukisan-lukisan yang dihasilkannya. Ya, Masrya memiliki studio lukisan dan sempat berencana membuat pameran tunggalnya. Sayang rencana itu kandas setelah perpisahannya dengan Dio. Tiga tahun berlalu dan ternyata itu belum cukup untuk melupakan Dio.

Marsya memutuskan untuk menyendiri di sebuah tempat. Di tempat itu ia bertemu kembali dengan Andro, seorang teman yang sempat membantu persiapan pamerannya yang gagal terlaksana. Saat itu kehadiran Andro mampu memberi rasa nyaman yang sudah tidak pernah ditemuinya sejak berpisah dari Dio.

Di saat yang sama Dio pulang. Pulang untuk meraih kembali apa yang pernah dilepaskannya. Dia pulang untuk menemui Marsya. Ternyata tiga tahun tak berarti apa-apa bagi Dio. Apa yang ia pikir masa depannya ternyata tidak mampu mengisi kekosongan hatinya karena berpisah dengan Masrya. Namun masih adakah kesempatan itu? Bersediakah Marsya memaafkannya?

Sahabat Marsya dan Dio yakni Kimmy dan Rama mencoba menyatukan kembali mereka berdua. Mulai dengan merencanakan liburan berempat ke Bunaken hingga mencoba menguatkan Dio untuk terus memperjuangkan Marsya. Saat itu Marsya sendiri mulai kebingungan dengan keputusannya. Dio sudah melukainya sedalam itu, sudah meninggalkannya dan kini kenapa harus kembali ke hidupnya? Andro pria yang baik dan menarik, cintakah Marsya padanya?

Hingga akhir kita akan terus menebak ke mana arah hubungan Marsya dan Dio. Bersatukah? Ataukah berpisah untuk selamanya?  Kuncinya ada  pada Marsya. Adakah hatinya sudah mendua?
Oiya, dalam setiap bab dalam novel ini selalu ada petikan-petikan tentang astronomi. Bahkan kisah Marsya dan Dio dideskripsikan melalui hubungan bintang-bintang dan rasi bintangnya (meski saya tidak begitu mengerti tentang dunia astronomi). Selain itu ada pengantar-pengantar singkat yang manis yang menjadi penengah dari setiap bab. Contohnya :
Sepertinya kita tidak ke mana-mana. Hanya berdiri di tempat yang sama. Kita berhenti berusaha. Kita sama-sama tidak percaya pada apa yang kita punya.

Dan satu lagi nilai plus dari buku ini yaitu sampulnya yang menggugah. Seperti biasa GagasMedia berhasil mendesain cover yang menarik dan menggugah. Selain itu huruf-huruf dalam buku ini pun cukup ramah bagi mata.
Hm..kalau harus memberi nilai pada buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8(^_^)v

Quote:
-----“Menurutmu, kenapa cinta itu tidak seperti asas Black?”
“Tentang kalor itu?”
“Yup!” Andro mengangguk.
“Karena untuk urusan cinta nggak selalu sebesar apa pun kita memberi, sebesar itu pula kita menerima,” Mata Marsya mengarah pada bintang di langit.-----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar