Senin, 29 Juli 2013

A Cup of Tea for Writer




Penulis                 : Triani Retno A, Herlina P. Dewi, dkk
Penerbit              : Stiletto
Cetakan               : I, September 2012
Jumlah hal.         : 195 halaman

Buku ini adalah buku yang disusun oleh Penerbit Stilleto sebagai penyemangat hati. Seri “A Cup of  Tea” adalah kumpulan kisah-kisah inspiratif dengan tema-tema tertentu. A Cup of Tea for Writer adalah buku yang disusun untuk memberi semangat pada para penulis, terutama penulis pemula yang pasti menghadapi banyak tantangan dalam meraih impian menjadi penulis yang well known. Selain A Cup of Tea for Writer ada pula tema lain seperti “A Cup of Tea for Single Mom” yang dari judulnya saja bisa kita tebak peruntukkannya. Ada pula “A Cup of Tea for Complicated Relationship” yang akan membagi 20 kisah cinta untuk para pembacanya bersama berbagai masalah dalam sebuah hubungan. Dan “A Cup of Tea – Menggapai Mimpi” adalah kumpulan kisah yang diharapkan mampu membuat pembacanya tidak menyerah dalam meraih mimpi mereka.

Seri A Cup of Tea ini bisa dikatakan seperti Chicken Soup versi Indonesia. Kisah-kisahnya akan terasa lebih dekat karena gambaran kehidupan, pola pikir, dan budayanya akan mirip dengan pembaca di Indonesia daripada buku Chicken Soup yang sebagian besar tulisannya berlatar belakang kehidupan di Eropa dan Amerika.

Buku A Cup of Tea for Writer sendiri menyuguhkan 20 kisah dengan masalah-masalah yang berbeda dari 20 orang penulis.
Keragaman latar belakang penulisnya cukup memperkaya buku ini. Ada penulis yang berstatus mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga single fighter (saya lebih suka menyebut mereka begitu untuk para orang tua tunggal). Selain itu usia penulisnya pun sangat beragam. Hal ini membuat masalah yang diceritakan menjadi semakin berwarna.

Buku di buka dengan cerita dari mbak Triani Retno yang menceritakan bagaimana menulis telah banyak membantunya melewati berbagai lika-liku kehidupan. Menulis ternyata bisa menjadi terapi bagi kehidupannya dan sekaligus memberi manfaat bagi kehidupan orang lain. Triani Retno menemukan bahwa menulis benar-benar memberi bantuan yang besar pada hidupnya.

Dalam buku ini kita juga akan menemukan bagaimana menulis tidak dianggap sebagai pekerjaan yang menjanjikan. Hal ini membuat sejumlah penulis tidak mendapat dukungan dari keluarga mereka. Perjuangan mereka tidak hanya tentang bagaimana karya mereka bisa diterbitkan namun juga bagaimana mereka bisa membuktikan dan membuat orang-orang terdekat mengakui kemampuan mereka. Namun di lain pihak ada juga penulis yang mendapat dukungan besar dari keluarganya dan membuat mereka semakin bersemangat untuk menulis agar bisa terus membanggakan orang tua.

Selain itu dalam buku ini juga terselip sebuah cerita dari seorang editor yang akan memperkaya pengetahuan seorang penulis. Keberadaan editor itu bagai kawan yang jika tidak dimanage bisa jadi lawan. Komunikasi dan kerja sama seorang penulis dengan editornya akan membuahkan buku yang bagus untuk pembaca. Pengetahuan ini akan kita peroleh dari cerita Herlina P. Dewi yang merupakan editor in chief di Penerbit Stiletto.

Ya, membaca buku ini seperti memasuki sesi konseling untuk menumbuhkan kembali semangat untuk terus menulis. Semua penulis-penulis ini tidak ada yang mulus perjalanannya. Penolakan baik dari pihak penerbita hingga dari pihak keluarga pun mereka hadapi. Namun jika semangat mereka tidak surut kenapa yang lain harus menyerah? Di akhir buku kita akan diberi pula 10 tips menulis yang simple. Jadi, untuk para penulis yang semangatnya naik turun, buku ini layak untuk dijadi penyemangat.

Dari segi sampul, buku ini cukup simple dan manis. Menarik dan jelas menunjukkan tema bukunya. Penulisan judul di sampul pun eye catching. Tapi tulisan “Writer”nya warnanya agak tenggelam oleh latar belakang (^_^). Selai itu kutipan kalimat-kalimat dari dunia kepenulisan yang ada dia akhir setiap cerita sangat sesuai untuk mendukung para penulis untuk terus menulis.

Ok, jika harus memberi nilai untuk buku ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8 (^_^)

35 komentar:

  1. kyaa kerennn...
    thanks review nya
    pengen beli bukunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segera cek toko buku aja. Kalo nggak bisa pesan langsung ke penerbitnya kok (^_^)v

      Hapus
  2. Buku ini paling banyak berjejer di toko buku yang ada di kota saya :) beberapa penulisnya saya juga kenal lewat sosial media :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..mungkin itu indikasi bahwa profesi penulis merupakan profesi yang semakin diminati (^_^)

      Hapus
  3. review nya ngena banget kak, nih buku kayaknya bagus amat, menceritakan perjuangan seorang penulis dan lika likunya, cocok banget bagi penulis awam seperti saya yg pingin banget bisa nulis, dan memberi motivasi bagi penulis awam lainnya, bagus banget nih buku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bagus untuk memotivasi kita agar semakin semangat menjadi penulis (^_^)

      Hapus
  4. A Cup of Tea, serinya ada beberapa tapi aku belum punya satu pun *kode lagi*. Di tiap serinya juga menyuguhkan cerita-cerita yang punya benang merah yang kuat menurutku (setelah baca review tentu saja), dan itu dekat banget sama keadaan setiap orang. Ya katakanlah, "Gue bangeeett!"

    A Cup of Tea For Writer ya? Aku bingung harus komentar apa, kadang iya semangat surut kalau mood menulis nggak mendukung, kadang butuh motivasi tapi teman-teman terdekat nggak ada yang suka hobi yang sama. Huft... susah memang kalau hidup diantara orang-orang yang belum paham sama apa yang kita inginkan *ini bukan kode kok*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba baca buku yang ini deh. Menarik lho. Kita jadi tahu pengalaman beberapa penulis. Dan bisa belajar dari sana (^_^)

      Hapus
    2. Iya nih Mbak, setuju kalau serial A Cup of Tea itu bisa jadi Chickensoup versi Indonesianya, setelah baca ternyata punya kesan yang baik. Ada satu hal yang tersirat yang menjadi pesan dari buku ini, 'Menulislah!'

      Hapus
  5. A Cup of Tea, kayaknya agak mirip La Tahzan, ya. Mengingat ada beberapa seri untuk berbagai kasus :D
    Sekadar saran atau mungkin bertanya, A Cup of Tea for Mahasiswa ada nggak ya u.u Butuh semangat nih hehehe
    Nice review mbak :D Semoga selalu semangat karena A Cup of Tea ^^

    BalasHapus
  6. saya punya buku ini juga
    buku yang mengisahkan perjuangan peroranga dengan menulis, saya juga ikut audisinya lho hahaha tapi sayangnya belum beruntung :D habisnya yang ikutan senior semua jadi kalah :( tapi tak menyurutkan langkah saya bersaing, saya malah semakin tertantang. Buat yang demen nulis wajib deh punya buku ini untuk memotivasi kita

    BalasHapus
  7. Aku udah sering denger soal menulis sebagai terapi. Sebagai pengguna setia diary sebelum kenal blog, aku ngerasain banget kebenarannya. Kadang, hati lagi kalut sekalipun, bisa langsung lega kalau udah nulisin itu :3

    Sebagai writer wannabe, kayaknya aku butuh buku ini. Oh btw, rasanya kok aku jadi kayak orang kurang bersyukur, ya. Yg ga dapet restu dari keluarga aja masih niat nulis, aku didukung abis-abisan sama banyak orang masihhh aja males. *ditimpuk*

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Pengen baca buku ini... aku mungkin untuk menjadi seorang penulis masih jauh, tp setidaknya aku jadi tau lika liku Menjadi seorang penulis

    BalasHapus
  10. Habis membaca review ini, pengin banget punya buku A Cup Of Tea For Writer... Hehehe, karena aku belum punya seri yang ini. Pengin banget jadi writer yang berprestasi.

    BalasHapus
  11. Belum pernah baca seri ACOT satu ini.
    Tapi dari resesnsi ini aku bisa menebak bahwa buku ini penuh dengan aura perjuangan para penulis dalam mengejar impian mereka. Pasti di sana bertebaran hikmah, inspirasi dan tips menulis yang beragam. Ditambah lagi dengan bocoran tips menjalin kerja sama yg baik dengan editor. Bocoran ACOT for writer ini bikin aku pengen punya bukanya hiks...........

    BalasHapus
  12. Reviewnya bagus nih,dan bukunya juga pasti bagus, apalagi buat para penulis baru yang ingin menerbitkan buku. Bisa jadi pembelajaran & pengetahuan yg bagus.


    Nama: Linda Novianty
    Twitter: @cumee22
    Email: cumee22@gmail.com

    BalasHapus
  13. Sudah kuduga bahwa ini chicken soup versi Indonesia haha walaupun belum baca dua-duanya sih :D

    Kadangkala membaca cerita tentang pengalaman seseorang (terlebih dibalik kesuksesan seseorang pasti ada suka dan dukannya tersendiri) banyak pelajaran yang bisa diambil pastinya..

    @Oktaviamithaa

    BalasHapus
  14. Beberapa penerbit lagi musim chicken soup ala Indonesia, ada versi Gramedia Pustaka Utama ama Stiletto. Pengen baca yang bertema tentang dunia tulis menulis ini, Penasaran kisah-kisah dibalik buku ini... ;)

    BalasHapus
  15. hihi..keren.Pengen baca dan pengen nyoba trik-triknya, aku sampe ngehayal jadi penulis, yah..... yang bisa sharing cerita-cerita unik yang selama ini pernah singah atau mapir di kehidupanku.he...

    BalasHapus
  16. Buku yang cocok tuh buat akusebagai penulis pemula banget :D

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Waah, makin penasaran sama buku nya ;)

    BalasHapus
  19. setuju, covernya memang kece :) saya suka dengan buku bercover bagus, makanya kalo beli buku pasti atas dasar pertimbangan cover , haha dangkal banget penilaiannya ya :p
    penasaran sama buku ini, sepertinya bagus dan menginspirasi :)

    BalasHapus
  20. Seri buku ini sudah mencapai seri Cinta Buta, aku tapi belum satu pun membacanya. Padahal sangat penasaran dengan buku ini. Covernya manis, dengan membaca buku ini kita akan mendapat pembelajaran tentang menulis. menarik!.

    BalasHapus
  21. Baru punya ACOT Menggapai Mimpi dan belum selesai dibaca. Sengaja bacanya sedikit-sedikit sebagai mood booster sih. Ngincer buku ini juga, pengen tau perbedaannya karena sebagian mimpi di Menggapai Mimpi juga mimpi sebagai penulis.

    BalasHapus
  22. wah buku yang bagus nih kayaknya. berguna banget buat motivasi seorang penulis pemula.. covernya juga menarik perhatian, jadi enak buat dilihat bukunya dan insyaallah enak dibaca juga :)

    BalasHapus
  23. Slalu menyenangkan mendengar cerita orang lain yg menyukai hal yg sama dgn diri kita sendiri (saya jg bercita" menjadi penulis). Buku‘a mungkin seperti motivasi yg dikemas dalam bentuk cerita. menurut saya begitu, bgaimana menurut Mba?? HAHA

    BalasHapus
  24. Waaah baca review ini bikin saya jadi tahu kalo ada chicken soup yang versi Indonesia. Selama ini saya taunya chicken soup aja, paling banter yang versi Korea-nya oleh Kim Dong Hwa #kemaneaje. dan review ini sukses banget unsur persuasifnya mba, hehehe, bikin pengen baca.
    Pas saya baca kalimat 'Semua penulis-penulis ini tidak ada yang mulus perjalanannya', saya penasaran bagaimana masing-masing penulis di buku ini menceritakan kisahnya di bidang tulis-menulis. Soalnya, di zaman sekarang ini, dimana profesi penulis sudah semakin dilirik, masih banyak saja yang beranggapan ingin menjadi penulis karena enak, gampang, mudah terkenal, dsb. padahal yang dilihat mereka adalah penulis yang udah pada sukses, tanpa mereka tahu bahwa penulis-penulis mapan itu juga punya kisah yang sangat tidak mulus pastinya di awalnya dan akan sangat butuh semangat yang tinggi untuk bisa sampai seperti sekarang. Dan sama halnya juga yang terjadi pada berbagai profesi lainnya. Tentunya kalo di buku ini, kisah tersebut disampaikan akan menarik sekali sepertinya.

    BalasHapus
  25. 'Gue banget' nih kayaknya buku. Reviewnya sukses bikin kita semua penasaran sama isinya. Terlebih buat yang mau jadi penulis *kayak aku :D* supaya tahu kalo diluar sana ternyata banyak yang 'jungkir balik' buat nulis sampe akhirnya diterbitin. Joss lah ^^

    BalasHapus
  26. Aku punya buku a cup a tea for wedding kalo gak salah :p
    dan ia karena ini kisah-kisah dari orang Indonesia jadi terasa sangat dekat ^^ agak bedalah sensasi bacanya dengan chicken soup ^^

    BalasHapus
  27. Rikzan Ubaidillah12 Maret 2014 11.05

    Sepertinya buku ini bagus untukku yang seorang penulis pemula. Apalagi semangat menulisku masih sering pasang surut, tak menentu. Semoga dengan membaca buku ini, aku bisa konsisten dan semakin semangat dalam menulis.

    BalasHapus
  28. belum punya sbuku ini... saya harus punya.. ;)

    BalasHapus
  29. Buku ini sangat menarik, menceritakan kisah nyata dan berbagi pengalaman pribadi sbagai motivasi dan masukan untuk para penbacanya.

    @Ana_On3
    aanaa929@gmail.com

    BalasHapus
  30. Keren, sepertinya buku tersebut cocok untuk dijadikan moodbooster bagi para penulis pemula yang ingin belajar serius di dunia tulis menulis, kaya diriku ini yang lagi belajar menulis hehhee.
    Hmmm jadi pengin bisa menjadi penulis yang terkenal heheee, supaya seru bisa berbagi kaya gitu :)

    BalasHapus