Rabu, 05 Juni 2013

Montase




Penulis                 : Windry Ramadhina
Penerbit              : Gagas Media
Terbitan               : kedua, 2013
Jumlah hal.         : 357 halaman

Seperti biasa, Gagas Media selalu menyuguhkan sinopsis yang menggugah rasa ingin tahu di sampul belakang buku. Covernya pun menurut saya pribadi, cukup menggugah. Dan sampulnya berhasil merepresentasikan bagian-bagian penting dalam buku ini. Sampul depan yang menggambarkan sakura dalam sebuah rol film bisa secara umum menggambarkan cerita dari novel ini (jika kita mampu menebak dengan baik).

Ya, buku ini menceritakan tentang dunia sinematografi dari sudut pandang seorang Rayyi, terkadang disapa Bao, yang merupakan seoarang mahasiswa IKJ dari Peminatan Produksi. Pada dasarnya ia mencintai dunia perfilman dokumenter, namun beban sebagai anak satu-saru dari Irianto Karnaya yang merupakan seorang Produser yang cukup besar namanya di dunia perfilman Indonesia membuat Rayyi hanya berani bermimpi untuk mendalami dunia film dokumenter.


Perkenalannya dengan Haru Enomoto pun ikut mempengaruhi hidupnya. Haru adalah mahasiswa dari Jepang. Haru berhasil memasuki hati Rayyi. Perasaan kesal karena berhasil dikalahkan oleh Haru Enomoto dalam kompetisi Film Dokumenter akhirnya sirna setelah ia menjadikan Haru sebagai obyek film dokumenternya. Kehadiran Haru pun membuat Rayyi terpacu untuk membuat film dokumenter yang lebih bagus lagi.

Namun, sayangnya baik cita dan cintanya tak berjalan mulus. Cita-cita Rayyi harus dihadapkan pada sikap ayahnya yang tidak mendukung impiannya untuk berkecimpung di dunia dokumenter. Di lain pihak hubungannya dengan Haru pun tidak menunjukkan kemajuan yang berarti bahkan mendadak Haru pulang ke Jepang dan meninggalkannya. Apa yang terjadi sebenarnya??

Konflik dalam novel ini dikemas dengan lambat namun menarik. Ada ilmu-ilmu terkait dunia sinematografi yang menjadi tambahan pengetahuan yang menarik untuk pembaca. Yang paling saya sukai dari novel ini adalah kemampuannya menggarap akhir cerita sehingga berakhir lambat dan cenderung mampu membawa emosi pembacanya. Dalam novel ini kita bisa juga memahami bahwa bentuk “happy ending” dalam sebuah buku bisa bermacam-macam. Tidak hanya tentang “berbahagia bersama selama-lamanya” dan segala hal indah seperti itu.

Maka jika harus memberi nilai pada buku ini, maka saya memberinya nilai 8 (^_^)v

Quote:
“Selalu ada impian yang besar dari impian yang lain”

“Pohon Sakura berbunga setahun sekali. Calon bunganya mulai terlihat sejak pertengahan Januari, tapi baru akan mekar pada awal April. Sakura yang telah berkembang bertahan selama satu sampai dua minggu, lalu gugur dan kelopak-kelopaknya terbawa angin.  Keindahan Sakura hanya sebentar, tapi karena itu dia begitu berharga”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar