Selasa, 28 Mei 2013

The Hunter




Penulis                 : Asa Nonami
Penerjemah         : Julanda Tantani
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan               : I, Desember 2012
Jumlah hal.         : 536 halaman

Buku ini membuat saya tertarik karena sebelumnya saya baru saja menamatkan buku “The Tokyo’s Zodiak Murderer” (jika saya tidak salah ingat judul, dan saya lupa nama penulisnya (^_^)v). Apalagi ketika membaca sinopsis saya melihat bahwa novel ini pun ber-genre detektif. Maka ketika sedang berada di Pesta Buku Bandung, buku ini pun berhasil saya beli. (Ah, selalu menyenangkan saat bisa membeli buku yang kita inginkan dengan harga yang lebih murah).

Buku ini dibuka dengan kronologi dari sisi saksi mata saat sebuah kebakaran terjadi. Kebakaran yang ketika diinvestigas lebih jauh ternyata bermotif pembunuhan. Akhirnya satuan Polisi Kriminal pun dikerahkan untuk menyelidiki masalah ini. Termasuk detektif perempuan bernama Takako Otomachi yang merupakan mantan polisi patroli sepeda motor.

Dalam proses penyidikan, sejumlah kasus baru bermunculan dengan ciri-ciri yang aneh. Yakni keberadaan gigitan hewan dengan taring dan kekuatan yang cukup besar. Dalam kasus yang pertama memang korban pun memiliki luka gigitan hewan, namun tidak menjadi penyebab kematiannya. Namun pada kasus berikutnya, kematian korban disebakan oleh cabikan hewan buas yang dicuriga sebagai anjing namun memiliki ciri yang berbeda.


Proses penyelidikan ini pun selain menjadi berat karena kebingungan menemukan otak dan motif dari kasus tersebut, Takako harus menghadapi tantangan sebagai perempuan yang bekerja di bidang yang didominasi oleh kaum pria. Ya, adanya kehati-hatian dalam bersikap baik oleh rekan kerja dalam tim investigasi yang besar maupun dari dirinya sendiri. Hal ini semakin dipersulit karena dalam investigasi, Takako dipasangkan dengan Takizawa, seorang detektif senior yang bersikap sinis karena kenyataan bahwa dirinya adalah perempuan.

Banyak pergulatan batin baik dari pihak Takako maupun Takizawa yang diceritakan dalam buku ini. Memperjelas kondisi yang dialami oleh wanita di dunia kerja yang masih dianggap sebagai “wilayah pria”. Tekanan duni kerja dan persepsi rekan sekerja tentang emosi wanita dan bagaimana itu akan mempengaruhi pekerjaan mereka.

Dalam hal alur cerita ada bagian-bagian yang memang sangat seru untuk diikuti. Seperti layaknya membaca sebuah novel detektif lainnya, tanpa sadar kita pun ikut mengambil peran menginvestigasi dan membuat asumsi-asumsi berdasarkan yang kita baca untuk memperkirakan pelaku pembunuhan dan motifnya. Namun buku ini punya kekuatan yang unik dengan penentuan sosok pembunuhnya. (Ah, saya takut mengganggu kesenangan pembaca dengan membocorkan informasi)

Jika harus menilai secara keseluruhan, dari segi sampul buku ini pun menarik meski tidak tergolong unik. Dari segi Layout tulisan ya biasa saja. Kalau dari segi kekuatan cerita masih cukup bagus dan berhasil membangun ketertarikan pembaca terhadap kasus dan sikap personal Takako dalam menghadapi lingkungan kerjanya. (saya sering bertanya2 akankah Takako akan “meledak” dan mengkonfrontasi rekanannya, Takizawa).

Jika harus membeli nilai pada buku ini dalam skala 1 - 10, maka saya memberinya nilai 8 (^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar