Senin, 27 Mei 2013

My Life As Writer




Penulis             : Haqi Achmad & Ribka Anastasia Setiawan
Penerbit           : Plot Point
Cetakan          : pertama, Maret 2013
Jumlah hal.     : 191 halaman

Buku ini saya beli online bersama buku “Antologi Cerpen” yang diterbitkan oleh Plot Point bersama Klub Buku Indonesia (sebuah komunitas yang saya sempat ikut menjadi penggiatnya). Saat melihat judulnya saya tertarik untuk membeli mengingat kesenangan saya menulis dan juga kegilaan saya pada buku sehingga saya mengenal penulis-penulis tersebut meskipun bukan pengagum berat mereka.

Pada dasarnya saya bukan penyuka buku-buku motivasi. Menurut saya buku-buku seperti itu sangat naif. Setiap orang memiliki pengalaman hidupnya sendiri dan tumbuh dna besar serta harus menghadapi tantangan yang berbeda. Tidak ada dua  manusia yang benar-benar memiliki latar belakang, kehidupan dan tantangan yang semuanya benar-benar sama persis. Sehingga kehadiran buku motivasi itu saya rasa hanya akan mengena pada mereka yang benar2 merasa bahwa buku tersebut memang cukup merepresentasikan apa yang tengah dihadapi atau pernah dialaminya.


Sejujurnya buku ini tampak ditulis demi mendukung orang-orang yang memiliki impian untuk menjadi penulis. Semacam buku motivasi. Namun karena gaya bahasanya yang lebih “gaul” maka buku ini sangat mudah untuk ditamatkan. Layout bukunya sendiri menarik, berwarna, dan font hurufnya sangat ramah di mata. Pemilihan penulisnya pun menurut saya sudah cukup baik karena diambil dari berbagai genre.

Lima penulis yang di”kulik” ceritanya adalah:
·         Alanda Kariza
·         Farida
·         Clara Ng
·         Dewi “Dee” Lestari
·         Vabyo
Hanya 3 penulis yang benar-benar familiar namanya oleh saya. Hal ini biasanya karena menurut saya buku (pertama mereka yang saya baca) mereka cukup berkesan sehingga saya punya ketertarikan untuk membaca karya-karya mereka yang lain. 

Dari segi isi, buku ini telah membuat garis besar pertanyaan yang kurang lebih sama untuk kelima penulis tersebut. Seperti “apakah dulu mereka menyukai pelajaran Bahasa Indonesia?”, atau “bagaimana mereka memandang profesi penulis dan apa syarat hingga seorang disebut penulis?”.

Namun yang menarik buku ini benar-benar menjabarkan beragam jawaban dengan sudut pandang yang berbeda dari masing-masing penulis. Ada yang cukup tegas dalam memandang profesi penulis dan ada pula yang lebih simple dalam menentukan seseorang bisa disebut penulis atau tidak. Namun membaca buku ini akan semakin membangun pengetahuan kita tentang dunia tulis-menulis dan penerbitan buku. Jadi buku ini memang layak untuk dibaca bagi mereka yang senang menulis, terlebih mereka yang memiliki impian untuk menemukan namanya terpampang di sampul buku sebagai penulis buku tersebut.

Jika harus memberi nilai dengan skala 1 – 10, maka buku ini saya beri nilai 8. (^_^)v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar