Senin, 27 Mei 2013

Meniti Jembatan Emas



Penulis                 : Yan Daryono
Penerbit              : PT Grafiti Budi Utami
Cetakan               : Pertama, 2008
Jumlah hal.         : 369 halaman

Jika berbicara tentang pahlawan wanita Indonesia, maka nama RA Kartini menjadi nama yang paling familiar. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan kurikulum sekolah kita yang memang lebih mengedepankan sepak terjang seorang Kartini (entah dengan alasan apa *maaf ini pendapat pribadi*). Nama Raden Dewi Sartika tidak cukup dikenal bahkan oleh mereka yang tinggal di kota Bandung. Perempuan-perempuan Bandung kadang lebih banyak tahu tentang RA Kartini daripada Raden Dewi Sartika.

Hal ini cukup disesalkan. Bisa jadi karena tulisan tentang R.Dewi Sartika masih sangat sedikit. Saya sendiri saat mencoba mencari buku-buku tentang beliau hanya berhasil menemukan 3 buku yang benar-benar berisi tentang kisah hidup dan perjuangan beliau.  Selain ketiga buku tersebut, penulis berhasil menemukan 2 buku yang merupakan kumpulan tulisan yang salah satu tulisannya membahas tentang Dewi Sartika. Tapi sudahlah, tak perlu membahas hal ini cukup jauh. Lebih baik saya berfokus pada buku yang ingin saya resensi.

Buku “Meniti Jembatan Emas” adalah buku yang mencoba mem-fiksi-kan kisah hidup Raden Dewi Sartika. Buku ini secara runut, berdasarkan kronologi waktu, bercerita tentang perjuangan Dewi Sartika muda saat merintis “Sakola Istri” yang kemudian berubah nama menjadi “Sakola Kautamaan Istri” yang kemudian berubah menjadi “Sekolah Raden Dewi”. Perjalanan ini tidak mudah, karena ternyata mendapat tentangan bahkan dari kaum Menak yang notabene adalah orang pribumi.



Dari segi isi, data di dalam buku ini cukup bisa dipercaya meskipun saat mencoba mengenali daerah-daerah yang dideskripsikan oleh penulisnya, ada kebingungan tersendiri. Selain itu dari segi gaya bahasa, novel ini terlalu hiperbola. Sejujurnya gaya bahasa ini cukup membuat bosan. Namun saya pribadi meneruskan membaca novel ini karena memerlukan informasi lebih banyak tentang R.Dewi Sartika. 

Dari segi sampul pun, buku ini kurang menarik. Selain itu masih sedikit yang mengetahui keberadaan buku ini. Hanya mereka yang benar-benar tertarik dengan sosok Raden Dewi Sartika lah yang akan menemukan informasi tentang buku ini. Setahu saya, bahkan penerbitnya pun kini sulit ditelusuri keberadaannya. Dan bisa jadi buku ini memang hanya pernah sekali diterbitkan. ( - _ - “)

Yah diluar apresiasi saya atas niat baik penulis yang mencoba mendokumentasikan hidup seorang Raden Dewi Sartika, buku ini jika harus saya beri nilai dalam skala 1 – 10 maka saya beri nilai 6,5. (maaf pak (^_^))v

Semoga setelah ini semakin banyak orang yang tertarik membaca dan menulis tentang Raden Dewi Sartika. Jika ingin membaca sepak terjang beliau lebih banyak silakan buka link ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar