Rabu, 06 Maret 2013

Catatan Musim : Ketika Cinta Tak Pernah Berhenti



Judul                    : Catatan Musim

Oleh                     : tyas Effendi

Penerbit               : Gagas Media

Cetakan               : pertama, 2012

Tebal                    : 267 halaman

Sebuah perkenalan bisa menjadi hal yang terjadi lama kemudian setelah pertemuan. Percayalah semua itu terjadi jika sebuah keberanian tidak perah kunjung datang. Dan penantian selalu jadi kawan dekat bagi kisah seperti itu.


Diceritakan tentang Tya Mahani yang bertemu dengan Gema di sebuah halte dekat sebuah Katedral di kota Bogor. Mengambil setting di kota hujan itu, kisah pun bergulir. Cukup lambat. Tya adalah seorang mahasiswi yang menggilai buku dan bekerja paruh waktu menerjemahkan buku  sedang Gema adalah seorang pemuda yang tergila-gila pada seni lukis. Mereka pun tanpa sadar saling menunggu.

Namun agaknya kisah mereka harus berjalan sedikit memutar dengan endingnya acapkali ragu untuk kita tebak. Ya, dalam kisah ini kebersamaan mereka lebih banyak untuk saling memberi kenyamanan untuk satu sama lain, dan secara tidak tertulis bersepakat untuk tidak mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
Ujian pun datang satu demi satu. Gema yang menderita kanker akibat luka kecil yang diabaikannya hingga kahirnya harus menerima bahwa salah satu bagian tubuhnya harus diamputasi. Hal ini pun mengubah keputusan-keputusan pribadi Gema tentang ia dan Tya. Gema pun melarikan diri ke Lille, sebuah kota di Perancis.

Kepergian Gema menyisakan kekosongan bagi Tya. Hal ini terus coba diisi oleh Tya namun pada akhirnya ia menyadari bahwa hal itu tak mudah. Ia kemudian mencoba mengejar Gema ke Lilie. Dan kali ini takdir memihak mereka. Mereka bertemu melalui sebuah insiden kebetulan. Dan kondisi yang sama tetap terulang. Mereka saling menjaga tanpa pernah mengungkapkan perasaan masing-masing. Dan kali ini pun takdir mempermainkan mereka lagi.

Muncul sosok Agam yang merupakan sahabat Tya sejak kecil. Ia adalah tetangga masa kecil Tya yang berusia lebih tua. Hubungan mereka yang cukup lama terjalin melalui kegiatan saling berkirim cangkir membuat mereka tetap dekat satu sama lain. Namun sebuah kejutan datang saat Agam datang secara mendadak ke Lilie. Menjadi pihak yang menyelusup di antara Tya dan Gema. Menghembuskan ragu pada Tya untuk memilih kepada siapa ia ingin menjaga hati.  Kemudian kondisi Gema kembali memburuk dan lagi-lagi itu mempengaruhi hubungan Tya dan Gema.

Puncaknya saat Gema mengusir Tya secara langsung dari hidupnya. Dan Tya memutuskan untuk memenuhi keinginan Gema tersebut. Mereka pun berpisah di Lilie saat Tya akhirnya pulang ke Bogor setelah menyelesaikan studinya.
Pada akhirnya setiap kisah mungkin harus menemui akhir. Namun tak ada yang perlu disesali jika kita telah mengusahakan yang terbaik semampunya, bagaimanapun akhir dari kisah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar