Kamis, 28 Februari 2013

KLUB FILM



Klub Film
             Karya Terjemahan yang berdasarkan true story
Judul                     : Klub Film
Pengarang          : David Gilmour
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbitan               : 2011

Buku Klub Film ini adalah terjemahan dari buku The Film Club karya seorang David Gilmour yang berkecimpung di dunia perfilman. Maka wajar jika tulisannya ini sarat dengan pengetahuan terkait film-film dan dunia perfilman lainnya.

Buku ini dibuka dengan cerita flash back seorang ayah saat melihat putranya. Dia memiliki memori spesialnya dengan putranya itu. Dituturkanlah kisah ketika anaknya yang tengah mengalami pergulatan remaja dan usahanya untuk menemukan tempatnya. Anaknya, Jesse, menyatakan keinginannya untuk berhenti sekolah dan tidak ingin melanjutkan sekolahnya kemanapun. David kemudian mengemukakan sebuah syarat, bahwa dia bersedia mengizinkan anaknya untuk tidak bersekolah selama dia meluangkan waktu untuk menonton 3 film dalam seminggu bersamanya.
Akhirnya diakhirilah pendidikan formal Jesse bersama kekhawatiran Maggie, ibu Jesse yang telah menjadi mantan istri David. Perlu diketahui bahwa di dalam buku ini diceritakan pula pemikiran dan pergulatan batin David terkait Maggie, mantan istrinya; dan Tina, istrinya sekarang. Selain itu diceritakan juga bagaimana David mendampingi putranya menghadapi hubungan asmara yang membingungkan Jesse. Jesse yang jatuh cinta pada Rebecca yang sudah memiliki pacar dan merupakan tipe populer menjadi agak terobsesi pada Rebecca. Dan sikap Rebecca yang seolah memberi harapan malah semakin membingungkan Jesse.
Hal yang paling menarik dari buku ini adalah bagaimana David secara mendalam dan detail mengulas sebuah film yang ia tonton bersama Jesse. Banyak ulasan film yang diangkat mulai dari perjalanan hidup sutradara sampai pemainnya. Ada juga yang dibahas dari sisi artistik dan kekuatan cerita dan pengambilan gambarnya. Sangat menarik.
Jika ada penggemar film namun tidak suka membaca, maka buku ini bisa menjadi awal perkenalan anda dengan buku. Dan bagi yang suka baca buku namun tidak begitu menyukai aktivitas menonton film, maka buku ini bisa menjadi pengantar yang baik dalam mengenali sebuah film yang baik dan buruk. Refrensi film dalam buku ini pun sangat luas. Mulai dari film tahun 50’an sampai 90’an semuanya ada yang diringkis.  Cara penuturan dan penggambarannya tentang sebuah film membuat buku ini layak dibaca oleh banyak kalangan terutama pecinta buku dan film
Quote Favorit:
“Ada film yang membuat kita kecewa; kita pasti sedang mabuk kepayang atau patah hati, kita pasti sedang terguncang ketika kita menontonnya dahulu, karena sekarang, dilihat dengan cara pandang yang berbeda, tak ada lagi keajaiban dalam film itu.”  -----> bukankah ini mirip dengan kenangan kita akan sesuatu. Bisa saja awalnya dia adalah hal yang indah namun kemudian saat kita telah mengalami banyak hal dan kembali mengingat hal tersebut, hal itu menjadi cenderung konyol dan tidak lagi bisa kita mengerti alasan kita melakukannya dulu.
“..itu seninya pendidikan formal. Orang dituntut membaca banyak hal yang biasanya tidak pernah mereka gubris.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar